S E V E N T H

1.8K 223 7
                                        



Seorang Liviu Jan Marcel hanya melongo, apakah ia bermimpi di pertemukan dengan seorang vampire bangsawan Rumania yang bahkan sangat di segani semua kalangan vampire, jeno paham betul siapakah pemilik marga Horatiu

"Apa aku sedang bermimpi? " jeno bertanya pada dirinya dan mencubit pipinya

"apa yang sedang kau lakukan?"

Rejun bertanya kepada jeno yang sedang mencubit cubit dirinya sendiri, memincingkan mataya dan menatap tajam kepada jeno

"kau kenapa bodoh"

Plakk

Satu pukulan itu mendarat di bahu jeno yang terbengong, dan menyadarkannya dari aksi mencubit pipinya, dan jeno pun menatap renjun sambil menelan ludahnya

"apa yang kau pikirkan? Aku tak akan membunuh mu bodoh"

Jeno kembali menatap renjun seakan tak percaya, renjun dapat membaca pikirannya, oh iya jeno lupa bahwa renjun itu dapat mengendalikan dan membaca pikiran lawan bicaranya

"ehehehe mungkin saja kan?"

Jeno menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, sambil ketawa renyah

"dan sekarang apa yang akan kau lakukan disini? "

"ya tentu saja ingin mendengarkan cerita yang sudah kau janjikan sebelumnya"

Jeno kini sudah mulai santai, bahkan ia kembali mendudukan bokong nya di sofa empuk itu dan mengangkat kakinya di atas meja, namun segera ia turunkan karena melihat tatapan tajam milik renjun, jeno yakin jika manusia biasa yang melihat akan segera menjemput ajalnya karena begitu seram

Jeno seperti jelly kini, sangat lemah jika di depan renjun, bahkan kini ia tak dapat menggunakan kekuatannya

"apa lagi?"

"alasan kau kesini?"

"entahlah aku tak tau pasti apa alasannya"

Renjun kini berjalan dan mendudukan bokongnya di sebelah jeno dan mengambil bantal lalu memeluknya dengan sorot mata tajam ke depan, membuat jeno merasakan hawa yang berbeda

"mengapa kau tak bertanya?"

"tak ada yang berani bertanya bahkan mommy pun tak mau mencampuri urusan ini"

Jeno hanya mengkerutkan kening nya mencoba untuk menerka nerka apa alasan tuan Horatiu mengirim anak kebanggaannya itu jauh dari kerajaan

"kau melakukan kesalahan?"

Jeno kembali bertanya dan melihat ke arah renjun yang menatap lurus kedepan yang kini sudah berbalik menatap sorot mata jeno, mata kedua nya bertemu suasana yang tadi tegang kini menjadi damai dan sejuk, seperti ada ikatan diantara mereka.

"ku rasa tidak juga, di takdirkan menjadi keturunan demon aku merasa tak ada yang salah dengan perbuatanku" renjun kembali menatap ke arah depan

"memang apa yang kau perbuat? "

"ckk kau itu banyak omong juga ya

"haha jika belum akrab maka setiap orang akan berfikiran bahwa aku orang nya pendiam dan tak banyak bicara"

"sana pulang"

"kau mengusirku? " Jeno menunjuk dirinya dengan jari telunjuk miliknya

"iya siapa lagi"

"aku tak akan sebelum kau menjawab pertanyaan ku? " jeno menyilangkan kedua tangannya di dada

"ck menyusahkan"

Mythic || Noren (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang