"Bagaimana ini? Kita kalah" ucap Alucard putus asa.
"Inilah tugas kita...kau harus siapa mati kapanpun" ucap Granger yang sudah kehilangan seluruh tenaganya...bangun saja tidak kuat.
"Hahahaha.....matilah kalian'' kapak itu melayang menuju ke arah Alucard.
Alucard hanya pasrah... badannya seakan membeku tidak bisa bergerak sama sekali.
Kapak itu terus melayang ke arah Alucard.
"Tch... kenapa meleset!" Teriak Thamuz marah.
"Kau....." Tunjuk Thamuz kepada seseorang yang datang entah dari mana.
"Cukup Thamuz.... pergilah kau" ucap bengis orang itu menghunuskan pedangnya.
"Tcih...awas kalian" ucap Thamuz beranjak pergi.
"Kalian tidak apa²?" Tanya wanita yang menghampiri mereka ber 2.
"Tuan Argus....Nona Rafaela....terima kasih" ucap Granger pelan.
"Sudahlah.... Rafaela, cepat pulihkan mereka ber dua" ucap Argus pada Rafaela.
"Baiklah...tapi mereka juga butuh perawatan... lebih baik kita pindahkan mereka ke moniyan empire terlebih dahulu....di sini berbahaya" ucap Rafaela.
Cahaya putih menyilaukan mata Granger dan Alucard...tiba² mereka sudah sampai di depan gerbang istana. Granger yang sudih agak pulih berusaha berjalan ke dalam istana, namun tubuhnya belum bisa bertahan lama....Granger pun ambruk dan kehilangan kesadarannya.
"**************++-+-++*************"
"Kak Gran?" Ucap pelan Silvanna yang duduk di sebelah Granger sambil mengusap rambut Granger.
"Cepetan bangun...aku udah kangen" ucap Silvanna mengeluarkan air matanya.
"Katanya bentar... katanya cuman 3 hari..." Ucap Ter isak Silvanna.
"Kak Gran..." Tangis Silvanna sambil memeluk tubuh Granger.
Granger belum tersadar selama 2 hari di ruang perawatan istana... Alucard pun begitu.
Krekkk.....
Pintu ruang perawatan terbuka...tampak sosok elf tinggi berambut Putih memasuki ruangan...
"Selamat siang tuan putri" ucap Elf tersebut.
"Siang pak Estes" ucap Silvanna masih murung"
"Bagaiman keadaan Alucard dan Granger?" Tanya Estes.
"Belum bangun...kak Gran.... belum bangun..hiks" ucap Silvanna sambil menutup wajahnya yang sembab.
Estes tersenyum melihat Silvanna menangisi sosok yang terbaring belum bangun dari tidurnya.
"Kenapa engkau tersenyum?" Tanya Silvanna heran.
"Aku senang kau menangis di depan orang yang kau cintai....itu membuktikan bahwa kau benar² mencintainya....benar kan?"
"Tapi...apa aku punya kesempatan?" Tanya Silvanna murung.
"Apa maksud anda?" Tanya Estes sambil bersiap memulihkan mereka berdua.
"Aku... pernah lihat kak Gran jalan ber dua sama cewek lain...Sampe pernah...kak Gran ngelus rambut cewek itu" ucap Silvanna pelan.
"Kau kenal cewek itu?" Ucap Estes.
"Enggak"
"Terus kenapa nggak di tanyakan?"
"Aku...malu" ucap Silvanna pelan.
Estes hanya terkekeh pada jawaban Silvanna.
"Baiklah... pemulihannya sudah selesai... mereka akan bangun besok."
"Terimakasih pak Estes" ucap Silvanna.
"Kalau sudah bangun... sampaikan salam ku pada mereka....oh iya Nona Silvanna....jangan lupa di tanyakan soal tadi...aku yakin anda salah paham" ucap Estes sambil berjalan keluar ruang perawatan.
Minal aidzin wal Faidzin 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
GranSilva~~Stories
Casualecerita gabut doang....... Genre : Slince Of Life, Romantic , Comedy( not sure)
