Pagi cerah, terdengar alunan indah biola di sertai kicauan burung seperti ikut bermain...
"Haah.....Good morning world" gumam Silvanna yang terbangun dari tidurnya...
"Hmmm.....indah sekali lantunan biola ini...dari mana ya?" Silvanna langsung bangkit dari kasurnya dan langsung membuka jendela kamarnya yang terletak di lantai 4 istana.
"Wah....Kak Gran!!" sapa Silvanna yang melihat Granger sedang bermain biola di tepi sungai.
Granger yang mendengar sapaan atau mungkin teriakan sang putri pun langsung menghentikan gesekan biolanya demi sang putri.
Granger hanya melambaikan tangan sesaat. Tidak mungkin juga dia ikut berteriak memanggil Silvannna.
Silavanna pun dengan semangat mandi dan mengganti pakaiannya menjadi pakaian biasa yang dikenakannya...tidak lupa memakai parfum favoritnya. Dia pun langsung bergegas turun untuk menjumpai Granger yang sedang melanjutkan permainannya.
"Hai kak Gran" sapa Silvanna duluan karena Granger sedang membereskan biolanya.
"Hai juga putri....selamat pagi" jawab Granger sambil tersenyum hangat.
"Kak...udah baikan?" Tanya Silvanna dengan wajah khawatir.
"Udah kok....udah...jangan mikirin kakak terus" jawab Granger sambil mencubit pipi Silvanna.
Silvanna yang mendengar kabar itu pun langsung memeluk Granger dengan erat.
"Aduh...." erang Granger,
"Katanya udah sehat?" Ucap Silvanna sambil memasang wajah cemberut + menggembungkan pipi.
"Ah...ketahuan deh...itu...bahu kakak sedikit sakit" aku Granger pada Silvanna.
Silvanna yang menyadari bahwa dia menekan bahu Granger pun langsung melepas pelukannya.
"Maap kak....aku gak tau...hehehe" sesal Silvanna sambil terkekeh dan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Heh....iya..gapapa kok"
"Btw kak....udah makan?"tanya Silvanna.
"Udah tadi" jawab Granger dengan muka sedikit khawatir.
'Kruyukkk!!!' Dan benar saja, perut Granger ber bunyi dengan keras menandakan dia belum makan.
"Itu tadi bunyi apa ya?" Tanya Silvanna memastikan.
"Ah...itu bunyi kereta kuda...iya...kereta kuda" jawab Granger sambil berusaha mengalihkan perhatian.
"Jangan bohong....udah makan belum? pasti belum kan?" Tanya Silvanna yang sekaligus di jawab olehnya.
"Ah...iya...kakak jujur,kakak belum makan...hehehe....maap" aku Granger, kali ini Granger lah yang menggaruk Kepalanya yang tidak gatal.
"ya udah, kak Gran ada urusan gak sekarang?" Tanya Silvanna tiba tiba.
"Enggak ada...kakak free hari ini,kenapa?
"Anterin aku yok....ke pasar." Pinta Silva kepada Granger.
"Hmm....oke lah...ayo" Granger langsung mengangkat Silvanna dengan gaya bridal style dan langsung melakukan dash sampai pasar. Ya...kira kira jaraknya 700 m dari istana.
"HAAAA!!!" Teriak Silvanna yang walaupun sudah sampai di tengah tengah pasar. Dan ya...semua orang memperhatikan putri kerajaan itu dengan tersenyum hangat pada Silvanna.
"Selamat datang tuan putri, tuan Granger" mereka pun di sapa oleh gadis muda bernama Natalia.
"bisa jangan panggil aku Tuan?" pinta Granger pada Natalia sambil memasang muka datar.
Natalia hanya terkekeh mendengar itu.
"Bisa tolong turunkan aku kak Gran?" Pinta sang putri yang masih di gendong oleh Granger.
"baiklah"ucap Granger menuruti perkataan Silva.
"ya udah....selamat menikmati pasar tuan putri, tuan Granger"
"Sudah ku bilang,jangan panggil aku dengan Tuan!!!!" Teriak Granger dengan wajah marah pada Nata.
Natalia hanya tertawa dan menghilang secara tiba tiba...ya itu dah biasa Granger emang sering di usilin Nata...
"Jadi....kita mau kemana tuan putri?" tanya Granger yang tanpa sadar Silvanna sudah hilang dari sisinya..
Granger pun bergegas mencari keberadaan Silvanna sampai menaiki tower tertinggi di moniyan city.
"Tuan putri....dari mana saja anda?" Tanya Granger sambil memasang wajah khawatir.
"Hehehe....maap kak...lagian kakak malah ngobrol sama Nata sih.."ucap Silva.
"hh...iyadeh...maap....anda dari mana?" Tanya Granger sekali lagi.
"Dari toko sayuran...habis belanja" jawab Silvanna.
"Kenapa anda harus pergi sendiri? Kan banyak pelayan istana" usul Granger pada sang putri.
"enggak mau...pengen belanja sendiri...mau masakin seseorang...hehehe"
"Ya udah kak....ayok pulang" ajak Silvanna.
"Baiklah" Granger langsung mengangkat tubuh Silva untuk melakukan dash ke istana.....
lumayan panjang 605 kata....pegel uy... :v
KAMU SEDANG MEMBACA
GranSilva~~Stories
De Todocerita gabut doang....... Genre : Slince Of Life, Romantic , Comedy( not sure)
