"Haah........."
Silvanna bangun dari tidurnya yang nyenyak dengan wajah sedikit murung.
Sudah 3 hari Granger dan Alucard pergi mencari istana para iblis Abyss.
Tok...tok.. tok...
"Tuan putri, apakah anda sudah bangun?. Jika sudah mari makan bersama yang lainnya di bawah" ajak seorang dari balik pintu kamarnya.
Dengan hampir tanpa semangat, Silvanna pergi ke kamar mandi untuk...ya..you know lah...
Setelah agak lama, Silvanna pun langsung pergi ke ruang makan kerajaan.
"Pagi putri Silvanna" sapaan demi sapaan terucap dari hampir seluruh penghuni kerajaan, Silvanna hanya membalas senyum (terpaksa).
"Pagi mah, pagi pah" Sapa Silvanna yang langsung mengambil bagian di meja makan.
"Pagi juga sayang..." Jawab orang tua Silvanna menjawab sapaan.
"Pah....kak Gran belum pulang?" Tanya Silvanna kepada ayahnya.
"Nak....setiap pagi kau selalu bertanya tentang Granger, kenapa sih?" Tanya balik ayah Silvanna.
"Habisnya belum pulang² sih" ucap Silvanna sambil mengaduk² makanannya.
"Kamu udah kangen rupanya? Baru 3 hari loh....hihihi...." Ucap ibu Silvana gemas.
"Kamu sama Granger punya hubungan toh?" Tanya ibu Silvanna.
"E-enggak.... cuman khawatir aja..." Ucap Silvanna dengan rona merah di pipi nya .
"Terus khawatir nya cuman sama Granger gitu? Alucard enggak?" Tanya ibu Silvanna jail.
"Enggak lah...kan Alucard dah punya" ucap Silvanna asal-asalan.
"Terus? Kamu nyari yang belum punya gitu?" Tanya ibu Silvanna dengan wajah jail.
Sepersekian detik, Silvanna menyadari apa yang di ucapkan kannya.
"Eh....enggak mah....enggak kayak gitu maksudku" ucap Silvanna yang menambah merah rona di pipinya.
"Hayo...ada apa-apa nih....hihihi" ucap ibu Silvanna.
Silvanna pun langsung memasang wajah cemberut imutnya.
"Ya udah deh....jangan cemberut gitu dong sayang" ucap ibu Silvanna sambil tersenyum hangat.
Silvanna pun membalas senyum kepada ibunya.
Selesai makan, Silvanna pergi ke taman istana untuk bersantai.
"Hmm....ke sungai aja deh" ajak Silvanna pada diri sendiri.
Saat sedang berjalan menuju sungai Silvanna bertemu Harrith sedang berjalan ke arah yang sama.
"Harrith!" Panggil Silvanna. Harrith pun langsung menghentikan langkahnya.
"Wah....ada tuan putri....ada apa tuan putri di sini?" Ucap Harrith pada Silvanna.
"Kamu mau kemana?" Tanya Silvanna to the points.
"Hamba mau ke sungai seberang sana tuan putri" ucap Harrith sambil menunduk hormat.
"Gak usah formal banget deh....biasa aja" pinta Silvanna kepada Harrith. Silvanna memang nggak suka panggilan putri...dia lebih suka di panggil Silva atau Anna.
"baiklah putri Silvanna" ucap Harrith.
"Heh....gak usah pake kata putri. Panggil aja kak Silva" ucap Silvanna lagi.
"Hehehe....iya kak Silva" ucap Harrith sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya udah, yok bareng" ajak Silvanna pada Harrith.
"Kakak mau ke sungai juga?" Tanya Harrith penasaran.
"Iya...makanya ayok bareng" ucap Silvanna.
"Ya udah kak....ayok" jawab Harrith...
Hmmmmmmm
:V
KAMU SEDANG MEMBACA
GranSilva~~Stories
Randomcerita gabut doang....... Genre : Slince Of Life, Romantic , Comedy( not sure)
