Perasaan?(2)

236 15 13
                                        

     'arrgh!' Dengus Granger mencoba duduk sambil memegangi perutnya yang ter perban, seseorang seperti menahan tubuh Granger.

   "hah?...tuan putri?" tanya pada sosok itu yang tampak blur di mata Granger.
   "Iya kak...ini aku" jawab sosok itu pada Granger.

   "saya ada di mana?" tanya Granger pada Silvanna.
   "Kakak di istana kok....di ruang perawatan" jawab Silvanna sambil menatap sedih ke arah Granger.
  

    "anda tidak apa apa?" Tanya Granger kepada Silvanna.
   "Kakak bodoh,kenapa malah menanyakan ke adaan ku?.. Keadaan kakak lah yamg seharusnya kakak khawatirkan" ucap Silvanna sambil memgeluarkan air matanya.
 
  Silvanna pun tertunduk di samping Granger sambil mengeluarkan deras air matanya. Granger yang melihat sang putri menangis merasa bersalah.....hmm ya, mungkin dia memang bodoh.

   "A-anu....t-tuan putri bisakah anda b-berhenti menangis?" pinta Granger gelagapan, namun sang putri justru menolak.
  
   Menyadari sang putri tidak berhenti menangis Granger pun mengangkat dagu Silvanna sambil mengusap air matanya yang hampir membasahi separuh pipi nya.

  "Anda tahu kenapa saya tidak mengkhawatirkan diri saya sendiri?"
tanya Granger pada Silvanna.
"Kenapa? kan kakak juga harus peduli dengan diri sendiri" jawab Silvanna yang entah nyambung atau tidak.
 
  "Kakak peduli kok sama diri sendiri...tapi, Kakak lebih peduli sama seseorang yang ingin selalu sama kakak"
"Siapa?" Tanya Silvanna yang belum paham ucapan Granger.
"Masa gak paham sih? Orang nya lagi nangis ini loh" jawab Granger sambil tersenyum hangat ke Silvanna.

Silvanna yang sadar kalau yang di maksud Granger adalah Silvanna, langsung mengalihkan mukanya dan menutup mukanya. Menyembunyikan  rona merah di pipinya.

      Granger yang sadar pipi Silvanna merona merah pun langsung khawatir akan ke adaan Silvanna sekarang. mengingat tadi malam mereka di kejar oleh makhluk aneh dari abyss....

    "Putri....apa anda sakit?" tanya Granger. Silvanna sontak menggeleng.
  "Kalau aku sakit mana mungkin aku akan duduk di sini dasar kakak bodoh" ucap Silvanna yang sudah mulai tersenyum kembali.

    Seperti petir...bahkan tanpa Granger sadari...tubuhnya sudah berada di dekapan sang putri.

    "T-tuan putri....kenapa anda memeluk saya?" tanya Granger sambil berusaha melepas pelukan sang putri takut muncul kesalah pahaman.

    "kak.......aku.....menyukaimu"













agak panjangan dikit.... dikit aja tapi...gak banyak banyak :v

GranSilva~~StoriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang