BRUKK!!
Tubuh Varsha terlempar ke lantai saat Candra mendorongnya begitu keras. Gadis itu mengepalkan tangan, ia tidak terima dirinya diperlakukan seperti ini. Apakah Candra sama sekali tak mengerti perasaan Varsha? Baru saja tadi ia memutuskan hubungan dengan cowok yang begitu ia cintai. Namun Candra? Ia malah memperlakukan Varsha dengan kasar. Sudah cukup, Varsha tak ingin terlihat lemah didepan Candra. Akhirnya dengan berani Varsha mendongak, menatap tajam Candra yang sudah lebih dulu menatapnya.
"Apa yang lo pikirin? Apa kayak gini cara memperlakukan seorang cewek?" Varsha berdecih "Gue lupa, lo cowok yang gak punya perasaan"
Mendengar itu Candra tertawa sinis, ia lantas berjongkok didepan Varsha. Jemarinya mengarahkan dagu Varsha agar kembali menatapnya "Jangan pernah ngelawan, gue gada niatan buat nyakitin lo. Gue bakal perlakuin layaknya ratu, itu semua akan terjadi kalo lo nurut sama gue"
"Cih!" dengan kasar Varsha menepis tangan Candra, gadis itu lantas menarik kerah baju Candra "Orang seperti lo gak akan bisa ngerti gimana cara ngehargai cewek! Coba deh lo ngaca..." Varsha tertawa renyah, melepas cengkraman itu lalu menatap Candra dengan tatapan mengejek "Lo ngebanggain harta yang lo miliki, tapi sekarang? Lo bahkan nerima cewek bekas musuh lo! Dan gue ingetin, lo gausah terlalu ngebanggain harta yang lo miliki deh karna itu semua punya orang tua lo! Dan lo?" Varsha kembali tertawa sinis, ia lantas mendekatkan mulutnya ke telinga Candra "cowok kaya lo cuma bisa merengek buat minta uang ka__"
BRUKK
Belum selesai bicara, tubuh Varsha kembali menghantam lantai saat untuk kedua kalinya Candra mendorong dirinya dengan begitu keras. Tak cukup sampai situ, lelaki itu dengan tega nya menarik rambut Varsha dengan keras. Varsha sama sekali tak mengeluarkan ringisan, ia justru tersenyum sinis membuat Candra semakin geram. Dengan mudah Varsha melepas cengkraman tangan itu.
"Lo nggak bakal bisa nyakitin gue!"
Candra menghela nafas kasar "Jangan buat gue jadi cowok kasar, Varsha"
"Nggak ada yang buat lo jadi cowok kasar! Udah dasarnya lo cuma bisa nyakitin gue!" ucap Varsha tajam.
"Gue cinta sama lo, jadi dengerin gue baik-baik" Candra mendekatkan wajahnya ke wajah Varsha "Jangan nglawan dan nurut sama gue, kalo lo lakuin itu gue bisa bersikap lembut sama lo! Kemewahan, kasih sayang bahkan kehidupan yang lebih baik bisa gue serahin semudah membalikan tangan. Lo hanya perlu nurut, pahami ini! Kalo lo ga nurut, akibatnya bukan kena lo tapi ke orang lain"
Candra tersenyum, mengusap rambut Varsha lalu melangkah keluar tanpa rasa bersalah. Sedangkan Varsha terdiam, ia mencoba mencerna apa yang Candra katakan. Tak berapa lama akhirnya Varsha faham apa yang dimaksud Candra. Gadis itu lantas meremas ujung baju nya sendiri mencoba melampiaskan emosi. Apakah Varsha harus menerima semua ini dan melupakan masa lalu? Namun setiap mengingat sikap kasar Candra selalu saja membuat hati Varsha begitu sakit.
"Apa gue harus nerima semua ini?" lirih Varsha. Gadis itu lantas menghela nafas. Mencoba tak meneteskan air mata, ia pun merapikan kembali rambutnya. Beribu pertanyaan memenuhi pikiran Varsha, membuat kepala gadis itu terasa begitu pusing. Terlebih lagi ia terus saja menangis sejak kemarin. Ia lalu berjalan sempoyongan menuju jendela besar itu. Menempelkan telapak tangan pada kaca lalu menghela nafas panjang. Ia mencoba memandang kejadian ini dari sisi pandang lain. Dan benar saja, Varsha baru menyadari berkat kejadian ini dia jadi tau kalau Sadam tak mencintai Varsha dengan tulus, terbukti dari bagaiman mudahnya cowok itu menjadikan dirinya bahan taruhan. Tuhan seakan menjauhkan Varsha dari cowok yang tak tulus mencintainya, apakah Varsha harus bersyukur?
Tapi untuk bersyukur rasanya begitu susah. Bayangan Candra saat menyakitinya selalu terlintas, untuk kesekian kalinya ia menghela nafas. Dengan kasar Varsha menghapus air mata, tak ada gunanya juga jika menyesali semua ini, Takdir tak akan merasa kasihan pada Varsha. Mau tak mau Varsha harus menjalankan hidupnya, walaupun tanpa Sadam disisinya. Ia harus mencoba melupakannya mulai sekarang, agar ia bisa melanjutkan hidupnya.
Varsha lalu menatap sekeliling. Entah mengapa kepala nya terasa sangat pusing, mata nya pun susah untuk terbuka lebar. Karna kondisi matanya sudah sangat bengkak, hidungnya pun tak bisa menghirup udara dengan baik.
"Gue harus ngejalanin ini semua dengan tenang, ini kehidupan baru gue! Dimana gak ada Sadam." Varsha tersenyum miris "Ini kehidupan baru gue! Ayo Varsha! Lo pasti bisa jalani semua ini!" ucapnya mencoba menyemangati dirinya
Kini Rasa Pusing, lapar, haus, lemas, mual, bercampur menjadi satu. Varsha lupa kalau dirinya tak makan sejak kemarin, bagaimana jika maag nya kambuh? Oh ini tak bisa dibiarkan. Entah sebuah keberuntungan atau bukan, tanpa sengaja ekor mata Varsha menangkap sebuah nampan berisi makanan dimeja tak jauh dari kasur. Varsha tersenyum dan segera mendekati meja itu. Namun saat Varsha duduk dan mengambil piring itu. Ia bisa mencium bau tak sedap yang berasal dari makanan itu. Rasa ingin muntah langsung ia rasakan saat mencium makanan itu yang ternyata sudah basi.
"Masa iya gue makan, makanan basi?" Varsha sungguh meruntuki nasibnya sendiri, jika bukan karna dirinya mengidap penyakit maag. Maka ia akan bodoamat dan tak akan makan selama 1 minggu karna kesedihannya. Itusi jika Varsha kuat, hehe
Dan baru saja diomong! Sekarang perut Varsha mulai merasakan sakit. Ini tak bisa dibiarkan, atau sakitnya akan bertambah berkali-kali lipat. Gadis itu mencoba mencari cara, karna tak mungkin jika dirinya merengek pada Candra agar memberinya makanan. Hingga pandangan Varsha beralih pada pintu yang memperlihatkan Candra dengan membawa senampan makanan. Cowok itu lalu duduk disofa, meletakan nampan berisi makanan ke meja lalu menatap Varsha datar
"Makan"
"Ogah!"
Walaupun rasa lapar sudah melilit perut, tapi Varsha masih saja gengsi. Tanpa diduga, Candra duduk dihadapan Varsha dengan sepiring makanan. Candra lalu mendekatkan sendok dimulut Varsha, mendadak ingatan Varsha kembali pada saat Candra membanting seluruh makanan ke lantai saat dirinya menolak membuka mulut. Terlebih lagi kini tatapan Candra kian menajam, Varsha yang sudah was-was pun akhirnya membuka mulut. Senyum tipis langsung muncul diwajah Candra, dengan telaten cowok itu menyuapi Varsha layaknya tengah menyuapi seorang bocah. Dilain sisi Varsha kini terdiam melihat senyum itu, kenapa cowok didepannya ini nampak begitu berbeda dengan cowok yang tadi menjambak dirinya tanpa ragu sedikit pun? apa sebenarnya Candra punya dua kepribadian? Tapi... Apakah ini salah satu imbalan yang Candra bicarakan karna Varsha tak melawan?
"Bagus" ucap Candra, melihat makanan dan segelas air putih sudah habis. Candra lalu pergi membawa nampan yang sudah kosong itu.
Karna merasa begitu kenyang, Varsha memilih untuk menyenderkan tubuh pada punggung sofa. Tangan gadis itu mengelus pelan perutnya. Pikiran gadis itu masih saja tertuju pada Candra. Varsha seperti melihat orang lain dalam diri Candra, tatapan mata cowok itu terlihat begitu tulus. Senyum tipisnya pun terlihat begitu tulus, lagi dan lagi Varsha bertanya pada dirinya sendiri siapa itu Candra. Cukup aneh melihat Candra bersikap baik padahal Varsha memiliki hubungan dengan musuhnya. Tadinya Varsha berfikir akan disiksa bahkan dilecehkan. Tapi ternyata salah besar, Candra masih memiliki sisi baik pada dirinya. Padahal yang Varsha dengar Candra adalah cowok kejam yang suka menyiksa cewek.
"Gue udah daftarin lo sekolah, besok lo bangun pagi dan pakai seragam ini"
Varsha cukup terkejut melihat Candra mendadak muncul dihadapannya. Varsha lalu menerima sebuah seragam SMA yang terlihat sangat keren. Mata Varsha berbinar tapi saat menyadari Candra tengah menatapnya, Varsha langsung saja kembali bereskpresi datar dan meletakan seragam itu disofa sampingnya tanpa mengatakan satu patah kata pun.
"Kalo gue besok masih liat lo diem gini, lo bakal tau akibatnya" sinis Candra, kembali keluar dari kamar tak menutup pintu.
"Lo bakal tau akibatnya" Varsha menirukan omongan Candra dengan memoyongkan bibirnya "Akibat apa lagi yang lebih kejem dari berpisah sama Sadam? Bener-bener manusia gada ati dia!"
Setelah memastikan Candra pergi, Varsha kembali meraih seragamnya itu. Mulutnya terbuka saat melihat desain seragam itu yang terlihat sangat elegan. Dengan semangat Varsha langsung saja mencoba jas seragamnya itu. Terlihat sangat cocok ditubuh ramping Varsha. Gadis itu tersenyum tipis didepan cermin, pandangannya terlihat kosong.
"Besok akan jadi awal kehidupan baru gue"
Tbc...
KAMU SEDANG MEMBACA
CANDRA [END]
Dla nastolatków"Putusin Sadam dan jadi pacar gue atau Sadam akan mati!" -Candra Dijadikan bahan taruhan oleh kekasihnya sendiri? Itulah yang dialami gadis bernama Varsha, ia harus disandera oleh musuh sang kekasih hanya karna dirinya dijadikan bahan taruhan. Berus...
![CANDRA [END]](https://img.wattpad.com/cover/271718110-64-k746203.jpg)