Tepukan tangan terdengar begitu nyaring disebuah ajang penghargaan ternama. Baru saja Mc mengumumkan nama 'Sadam Alvariski' mendapat penghargaan sebagai pembisnis muda tersukses tahun ini. Tentu itu membuat Sadam begitu bangga terhadap dirinya sendiri, satu tetes air mata kebahagiaan pun lolos dari mata saat ia berbicara didepan pembisnis senior lainnya dengan membawa sebuah piala. Usaha Sadam tak sia-sia, memulai semua ini dari nol tak semudah membalikan tangan. Ada banyak kegagalan, kegagalan dan kegagalan. Namun itu tak membuat Sadam mundur, jika dirinya tak mulai berbisnis maka siapa yang akan menghidupinya? Bahkan orang tua pun ia tak punya.
BRUK.
Tubuh Sadam jatuh terduduk saat tengah berjalan di lorong yang cukup sepi itu. Kepalanya terasa begitu pusing akibat terus berada di acara itu yang begitu melibatkan banyak orang. Tadi, setelah Sadam mendapat penghargaan ia langsung saja izin pada sekretarisnya agar pulang terlebih dahulu karena kondisinya yang tak memungkinkan untuk mengikuti acara itu hingga akhir. Seperti yang sekarang terjadi, Sadam sampai tak bisa menyeimbangkan tubuh hingga ambruk di lantai seperti ini. Beruntung tak ada orang, Sadam hanya tak mau membuat keributan akibat dirinya.
"Anda baik-baik saja?"
Suara yang terdengar begitu lembut mengalun dalam indra pendengar milik Sadam. Netra kecoklatan milik Sadam lalu menatap seorang wanita begitu cantik tengah berdiri dihadapannya. Wanita itu nampak tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Sadam tanpa ragu sedikit pun. Pandangan Sadam beralih menatap telapak tangan itu yang terlihat begitu indah dengan kulit putihnya. Sadam pun dengan sopan menerima uluran tangan itu, membuat kulit tangannya bersentuhan dengan tangan wanita itu yang terasa begitu dingin. Cukup mengejutkan merasakan tangan dingin itu. Netra kecoklatan Sadam lalu menatap wajah cantik itu setelah ia berhasil berdiri lagi.
"Terima kasih" ucap Sadam dengan sopan.
Netra kecoklatan milik Sadam terus menatap wajah cantik itu. Ia tau sekali, kalau wanita yang tengah berdiri dihadapannya ini adalah seorang model terkenal yang merupakan tamu spesial dari acara penghargaan ternama ini. Sadam sudah sering melihat wajahnya di televisi maupun pada ponselnya. Wanita berbakat yang berhasil membawa pulang mendali perak dengan gelar wanita tercantik sekaligus berkat pada tingkat internasional. Tak diragukan lagi kecantikan wanita itu yang terlihat jauh lebih cantik jika dilihat secara langsung seperti ini. Sadam bahkan sampai terdiam, seakan begitu terpesona dengan pesona wanita dihadapannya.
"Bisa kita bicara sebentar?"
Lamunan Sadam buyar mendengar suara lembut itu. Lantas netra kecoklatannya menatap balik tatapan dari wanita itu. "Apa itu tidak akan menimbulkan masalah?"
Wanita itu tersenyum. "Ikut dengan saya"
Tanpa menunggu persetujuan dari Sadam, wanita itu sudah berlalu pergi dengan Sadam yang langsung mengikutinya. Sepanjang perjalanan, Sadam diam dengan tatapan yang terus menatap rambut panjang kecoklatan itu yang bergerak mengikuti pergerakan langkah wanita itu. Hingga mereka berdua sampai di ruangan yang cukup luas, sepertinya itu adalah ruangan khusus untuk wanita itu. Sadam tak mengerti kenapa dirinya dibawa ke tempat ini, terlebih lagi saat wanita itu menutup pintu dan menguncinya membuat Sadam semakin dibuat penasaran.
"Silahkan duduk" ucapnya mempersilahkan.
Sadam pun menuruti dan duduk di sofa yang terasa begitu empuk. Netra kecoklatannya terus memandang wanita itu yang kini sudah duduk dihadapannya dengan meja sebagai pembatas. "Jadi, ada perlu apa anda dengan saya?"
"Panggil saya Alwa" Wanita itu nampak tersenyum membuat wajahnya semakin terlihat begitu cantik. Pesonannya sebagai model kelas atas memang tak boleh diragukan lagi. Cara duduknya saja sudah terlihat begitu anggun. Dengan dada yang dibusungkan, bahu yang tegap dan pandangan yang lurus. "Maaf sudah menganggu waktu anda, tapi saya harus membicarakan sesuatu"
KAMU SEDANG MEMBACA
CANDRA [END]
Teen Fiction"Putusin Sadam dan jadi pacar gue atau Sadam akan mati!" -Candra Dijadikan bahan taruhan oleh kekasihnya sendiri? Itulah yang dialami gadis bernama Varsha, ia harus disandera oleh musuh sang kekasih hanya karna dirinya dijadikan bahan taruhan. Berus...
![CANDRA [END]](https://img.wattpad.com/cover/271718110-64-k746203.jpg)