.
.
Pertanyaan singto yang tiba tiba sontak membuat krist kaget , singto menanyakan tentang bagaimana perasaannya .. Sebenarnya krist sekarang bingung harus menjawab apa .
" Umm ... phii " ucap krist sambil menunduk . " aku .. aku rasa aku mulai terbiasa dengan phi , aku bingung phin, hmm ku rasa aku menyukaimu " Lanjut krist sambil tetap menunduk , dia sangat malu saat ini .
" Krist , tatap phi na " Ucap singto sambil menanggkup kedua pipi krist dengan telapak tangannya agar krist menatap matanya saat ini .
" Saat ini aku berusaha untuk menerimamu , ku rasa aku juga mulai terbiasa dengan mu , Aku juga menyukaimu krist , Bantu aku untuk bisa menunjukan perasaanku , dan .. em maafkan phi selama ini krist , phi belum bisa menjadi pendamping yang baik untuk mu " Singto berkata tepat di hadapan wajah krist
Krist yang mendengar pernyataan singto pun tersenyum senang .
" Umm lalu bagaimana dengan namtarn phi , bukankah kalian saat ini kembali bersama , dan pada saat aku menelponmu juga kalian sedang ...." Krist berkata kepada singto
" Kitt , iti tidak seperti yang kau pikirkan , Aku sudah menjelaskan pada namtarn kalo saat ini aku sudah memilikimu dalam hidupku , aku tau dia kecewa dan marah , dia selalu berusaha menggodaku , aku sama sekali tidak tergoda olenya , phi selama ini hanya mengikuti permainannya saja , phi tau namtarn itu seperti apa , yang phi khawatirkan adalah dirimu , phi tidak mau dia berbuat yang tidak tidak terhadapmu , phi berusaha terus agar bisa menjagamu , ternyata phi salah , phi malah menyakitimu , seharusnya phi menolak namtarn dengan tegas " Jelas singto
" Krist maafkan aku " Lanjutnya sambil membawa krist kedalam pelukannya . Dipeluknya krist dengan erat seakan takut kristnya akan hilang .
Tanpa di sadari krist justru membalas pelukan singto tidak kalah eratnya , dirasakannya tubuh hangat suaminya , di rasakannya kenyamanan yang saat ini di berikan suaminya , krist semakin menenggelamkan wajahnya pada bahu singto .
" Phi , aku memaafkanmu " ucapnya sambil menatap wajah singto seraya tersenyum sangat manis .
Singto sungguh bahaga saat ini, Dia harus terus mempertahankan hubungannya , Sekarang dia sadar betapa dia mencintai krist dan tidak mau kehilangan sosok yang ada dihadapannya sekarang .
" Terimakasih sayang " Jawab singto , dan kata itu berhasil membuat jiwa raga krist menghangat .
Mereka saling menatap dan tersenyum , tanpa krist sadari ada sesuatu yang saat ini menempel tepat di bibirnya . Ya singto menciumnya , hanya ciuman biasa , tapi lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi lumatan lumatan lembut , krist akhirnya membalas lumatan dari singto dengan tak kalah lembut nya .
.
.
Singto sungguh sudah tidak tahan saat ini , dia merasa krist adalah candu baginya . Gejolak didalam dirinya pun seakan meminta lebih dari sekedar ciuman , Tangannya mulai masuk kedalam kaos yang di gunakan krist , dia meraba bagian punggung istrinya dengan lembut , sampai ke bagian dada , dan menemukan apa yang dicarinya .
Dengan gerakan pelan di pilin nya nipple krist secara lembut , keduanya pun tidak melepaskan ciumannya .
" eemmph " Tanpa sadar krist mengeluarkan erangannya , sungguh dia menikmati apa yang dilakukan suaminya padanya saat ini .
Mendengar erangan yang keluar dari krist , justru tambah membuat singto tidak teekendali , diangkatnya krist duduk dipangkuannya , dibukanya kaos yang di kenakan krist . Singto melepaskan ciuman , dan beralih menghisap nipple krist secara bergantian , tanggan nya pun tetap bergerilya di punggung krist .
Krist yang merasakan hal itu pun merasakan kenikmatan yang luar biasa .
erangan demi erangan keluar dari mulutnya .
" Emmph p.. hi sing " ucapnya tak karuan
KAMU SEDANG MEMBACA
Do You Love Me ? Please !!!
Short Story" Aku menerima semua ini demi kedua orang tuaku dan masa depan adiku , sampai akhirnya aku benar-benar jatuh hati padanya , tapi dia bahkan tidak melihatku sama sekali. Rasa bencinya sangat besar terhadapku, karna aku menerima perjodohan yang diangg...
