Setelah pesta pernikahan mereka selesai, Krist dan singto langsung menuju rumah singto , ya memang sudah di buat keputusan , kalo krist akan tinggal di rumah singto .
Masuklah mereka ke sebuah halaman luas , dan terlihat rumah yang sangat mewah dengan desian america classic , sungguh krist dibuat melongo jadinya.
.
.
Singto membuka pintu rumahnya menggunakan touch finger , dan segera mendaftarkan finger milik krist agar memiliki akses juga di rumahnya , tepatnya rumah mereka.
" Kamu bisa pilih kamar mana yang akan kamu tempati" Singto
" Hmm, baiklah phi " Krist
- Mereka sudah sepakat dengan perjanjian yang di setujui keduanya , Tidak ada kontak fisik , tidak mencampuri urusan pribadi, bahkan tidak tidur satu kamar .
.
.
Krist memilih kamar dilantai 2 , karena singto bilang kamar di lantai 1 untuk tamu , dan untuk maid yang akan tinggal dan bekerja dirumah mereka per besok .
Krist masuk kedalam kamarnya dan langsung merebahkan dirinya pada kasur empuk itu , " haaa nyaman sekali, sungguh beda dengan kasur dorm ku" gumam krist senang
Tapi seketika dia bingung , bagaimana menghadapi singto besok , singto yang bersikap dingin dan berbicara seadanya , faktanya sekarang adalah suami sah nya.
---- Keesokan paginya ...
Singto sudah rapi dengan pakaian kantornya , dan duduk menikmati sarapan yang dibuatnya sendiri.
Krist yang baru siap, dan turun kaget melihat singyo yang sudah siap dan rapi .
" Um Pagi phi sing" Sapanya
" Pagi " sahut singto
" Kau ingin berangkat bersamaku?" Tawar singto , karena semua juga sudah tau kalo mereka itu sepasang suami-istri
" Ah , aku izin ke kampus sebentar phi , ada tugas yang harus aku kumpulkan " Tolak krist
" Aku akan mengantarmu ke kampus " Balasnya
" Tidak merepotkan phi ? " Tanyanya
" Tidak , cepatlah " Singto
" Khap phi" Krist langsung mengekori singto , dia bingung dengan sikap suaminya
sampailah singto pada salah satu kampus di bangkok , dan krist langsung turun dari mobil suaminya , singto langsung melajukan mobilnya setelah menurunkan krist .
Krist menyerahkan skripsinya pasa dosen pembimbing, dan skripsi krist di setujui dosen , yang artinya minggu depan dia bisa melakukan sidang skripsi , krist sangat senang dan tidak sabar akan lulus .
" Swadde phi " Sapa krist seraya memasuki ruangan singto
" Phi, 15 menit lagi ada pertemuab dengan perusahaan milik Jirakit Corporation" sambungnya
Sebenarnya singto malas dengan meeting kali inu , karena dia tah kalo yang datang adalah anak dari pemilik perusahaan yang sangat mengagumi singto . bahkan tergila gila menggoda singto .
" Ya " balas singto
Krist diam , dia bingung harus menjawab apa , dan waktu pertemuan pun tiba ,
"Maaf jika khun menunggu lama" ucap krist sambil tersenyum manis
Tidak lama singto masuki ruangan meeting tersebut , semua berdiri dan memberikan salam dengan hormat , tak terkecuali dengan toptap, dia memberikan wai sembari tersenyum kearah singto .
Singto yang sadar akan hal itu , tidak terlalu ambil pusing dan langsung membahas tentang apa yang menjadi pertemuan saat ini .
, Satujam setengah akhirnya hasil meeting sudah diputuskan , singto setuju menjalin kerja sama dengan membangun sebuah Mall yang di setujui dengan keuntungan 70-30% .
KAMU SEDANG MEMBACA
Do You Love Me ? Please !!!
Conto" Aku menerima semua ini demi kedua orang tuaku dan masa depan adiku , sampai akhirnya aku benar-benar jatuh hati padanya , tapi dia bahkan tidak melihatku sama sekali. Rasa bencinya sangat besar terhadapku, karna aku menerima perjodohan yang diangg...
