CHAPTER-15

1.3K 93 5
                                        

.
.
" sing , ayo kita berpisah "

.
.
Bagai merasakan ada beribu ribu jarum yang menusuk dadanya , singto merasa dunia nya seakan runtuh saat ini juga , semua pertahanan dan usahanya mempertahankan rumah tangganya seolah sekarang benar benar berasa di ujung tanduk .

" Krist , bukan seperti ini , bisa kita bicarakan baik baik " Singto berkata sambil menarik kedua tangan krist untuk di genggam .

Tapi krist tidak mau mendengarkan apa yang di katakan singto , bahkan dia menarik tangannya yang di genggam oleh singto , berdiri meninggalkan singto begitu saja .

" Krist " panggilnya namun tidak ada jawaban , bahkan menoleh pun tidak sama sekali .

Singto mengusap kasar wajahnya , menarik rambutnya sendiri , dia sadar bahwa saat ini dirinya harus menahan emosi dan egonya sendiri . Menghadapi situasi seperti ini , dan mendengar perkataan krist sungguh membuat nya tidak bisa berpikir jernih .

" hallo , shaka , bisa aku meminta bantuanmu ? "

.
.
" Iya sing , apa yang kau butuhkan saat ini ? " Saka mengira singto membutuhkan sesuatu atau mungkin berkas perusahaan , biasanya singto menelponnya hanya untuk hal itu .

" Tidak , aku hanya ingin minta bantuan mu , tolong batalkan semua proyek dengan perusahaan Kongthanin (nama perusahaan Nacha ya guys hehe)
batalkan semua jenis kerja sama kita dengan perusahan itu , di semua cabang "

" Kenapa tiba tiba sing ? kau akan kena pinalti kontak jika begitu , dan itupun tidak sedikit " Shaka mencoba menasehati dan memberikan pengertian ke singto , mungkin karena shaka sebenarnya tidak tau apa yang terjadi saat ini .

" Aku akan menanggungnya , bisakah kau hanya menjalankan apa yang aku perintahkan ? "

" umm , baiklah , aku akan mengurusnya "

Sebenarnya perusahaan milik singto tidak akan pernah rugi dengan hanya membatalkan kerja sama tersebut . Justru sebaliknya , perusahaan keluarga Nacha lah yang selama ini membutuhkan dana . Singto sungguh tidak ingin mengasihani Nacha untuk kali ini .
Dia sungguh membuat singto akan kehilangan krist , Dan itu tidak akan dia biarkan .

.
.
.
.
Jujur jika saat ini krist tidak merasakan sakit hati yang teramat , perkataannya sendiri seolah menggema di telinganya , dirinya tidak menginginkan perpisahan dengan singto , krist menaruh semua rasa percaya nya ke singgo .
Tapi dirinya lebih merasa kecewa karena singto tidak jujur padanya .

.
.
Tapi seandainya singto jujur pun apakah dirinya bisa menerimanya ?

Krist hanya bisa menangis untuk saat ini , mungkin perpisahan bisa membuat hari hari nya seperti dulu lagi , tanpa beban dan hanya fokus bekerja untuk ibu dan adiknya . Pikirnya .

.

Krist bingung , dirinya tidak siap bertemu singto .. mungkin menghindar lebih baik . Tepat saat singto sudah pergi meninggalkan rumah , krist turun untuk sarapan , bersedih juga memerlukan tenaga kan , akan sangat lelah jika perut terasa kosong .

.
.
Nacha menemui singto di kantornya dalam keadaan sangat marah ...

" Sing , apa apaan kau ini , bagaimana bisa membatalkan semua perjanjian kerja sama kita , kau gila hah " ucapnya dengan penuh amarah

" Aku tidak pernah main main dengan ucapan ku , apalagi menyangkut istriku , apa yang kau katakan padanya hah ? Sahut singto dengan nada yang tak kalah tinggi

Do You Love Me ? Please !!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang