Akhirnya sore pun tiba , dimana sudah waktunya singto pulang .
Sampai dirumah , singto merasakan keadaan rumah yang masih sepi , seketika bingung , kemana krist ...
Akhirnya singto menuju lantai atas dan masuk kekamarnya langsung membersihkan diri .
.
.
Pada saat turun ke lantai bawah , singto belum juga mendapati krist , biasanya jam segini krist sibuk menyiapkan makan malam , tapi ini kemana krist , suaranya pun tak terdengar sama sekali .
Singto panik , apakah krist pergi ? oh tidak jangan sampai itu terjadi , bisa bisa dirinya gila , batinnya .
Singto pun bergegas naik menuju kamar krist , dan ternyata pintu kamar itu tidak di kunci oleh pemiliknya .
Saat singto masuk , di dapatinya krist sedang tertidur sangat pulas saat ini , dan tentunya singto tidak akan tega untuk membangunkannya .
SKIP
Keesokan paginya seperti biasanya krist sedang membuatkan sarapan untuk suaminya , dirinya tidak tega membiarkan suaminya pergi bekerja tanpa sarapan terlebih dahulu .
Senyuman tercetak di wajah singto ketika mendapati krist yang akhirnya kembali membuatkan sarapan untuknya , hari ini dirinya tidak berniat pergi kekantor , sepertinya hari ini dirinya harus membereskan masalahnya dengan krist .
" Krist " Ucap singto sambil menarik satu kursi di meja makan dan segera duduk .
" Hmm " Jawab krist yang masih sibuk menata makanan di atas meja .
" Maafkan aku ... aku sungguh ...." Ucapan singto langsung di potong oleh krist . " Makanlah dulu phi , Kita bicarakan setelahnya " Setelah mendengar ucapan krist barusan , singto hanya mengangguk dan memakan sarapannya tanpa semangat , krist yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya .
.
.
.
" Phi , ayo duduk disini " Panggil krist , dirinya sungguh siap saat ini , sudah sangat siap mendengarkan penjelasan kenapa singto membohonginya .
Singto yang merasa di panggil pun langsung menghampiri istrinya tersebut dan langsung duduk dihadapannya .
" Mulailah " Ucap krist singkat
" Aku tau apa yang aku lakukan sangat salah , bahkan menyakitimu , maafkan aku "
" Jika sudah tau itu tidak benar , lalu kenapa kau melakukannya ? " Sahut krist
" Krist , percayalah , aku tidak ada hubungan apapun dengan nacha ,dan tentang malam itu , aku sungguh di luar kendaliku , aku sama sekali tidak tertarik dengan dirinya " Singto menjeda ucapannya
Krist hanya mendengarkan , tanpa ingin menyanggah atau menyahuti setiap perkataan suaminya , baginya lebih baik mendengarkan dulu .
" Nacha mencampurkan obat dalam minumanku , betapa tersiksanya aku menahan efek obat itu , aku tidak benar benar ingin melakukannya , dipikiranku pun saat itu hanya ada dirimu kit , di hatiku sama menyakitkannya dengan dirimu , aku menyesal , aku salah telah menyakitimu "
" Aku sungguh tidak ada niatan sedikitpun untuk melukai mu bahkan sampai mengkhianatimu krist "
" Betapa frustasi nya aku saat itu , sebenarnya aku ingin sekali membicarakan hal itu dengan mu , tapi aku takut , aku takut kau tidak bisa menerima dan pergi meninggalkan ku " Ucapnya sendu .
" Aku tidak ingin berpisah denganmu , berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya kit " Ucapnya sambil menatap krist , dan tanpa singto sadari , saat ini matanya mengeluarkan liquid yang menetes dianatara pipinya .
"Lalu dengan membohongiku , kau berpikir aku baik baik saja ? kenapa tidak mencoba untuk jujur phi , Mungkin aku tidak akan merasakan hal seperti ini "
KAMU SEDANG MEMBACA
Do You Love Me ? Please !!!
Short Story" Aku menerima semua ini demi kedua orang tuaku dan masa depan adiku , sampai akhirnya aku benar-benar jatuh hati padanya , tapi dia bahkan tidak melihatku sama sekali. Rasa bencinya sangat besar terhadapku, karna aku menerima perjodohan yang diangg...
