CHAPTER-18

2K 104 2
                                        

.
.
.
Akhirnya saat  ini toko bunga milik krist sudah dalam proses renovasi , mungkin sekitar dua minggu lagi toko tersebut sudah bisa beroperasional , hal itu membuat krist sangat senang , dirinya sudah tidak sabar melihat bagaimana nanti jadinya toko bunga miliknya .
Ya walaupun krist boleh berada ditoko tersebut hanya sampai siang saja , itulah perintah dari suaminya , singto tidak mau krist lelah nantinya .

Saat ini krist berada di kantor singto , tepatnya di dalam ruangan kerja suaminya , krist memang sedang menunggu singto sampai selesai dalam pekerjaannya.
Mereka akan pergi belanja bahan makanan untuk rumah mereka , karena bahan makanan sudah sangat sedikit, sebenarnya mereka bisa saja menyuruh maid yang berbelanja , tapi krist kekeh ingin belanja sendiri dan di temani oleh singto , singto yang mendengarnya hanya bisa menurutinya , tapi beginilah , krist harus setia menunggu singto menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu .

" phi , masih lama ? " tanya krist , karena dirinya mulai bosan sedari tadi hanya berdiam diri di dalam ruangan suaminya.

" Tunggulah sebentar lagi kit, hanya tinggal tiga dokumen lagi . Kenapa kamu bosan ? " Tanya singto yang paham akan ekspresi yang krist buat , kit nya saat ini sedang di landa kebosanan .

Krist menanggapi perkataan singto hanya dengan gumaman pelan " Hhmm" ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.

" Berjalan jalan lah keluar , kamu bisa santai di taman belakang kantor kit , nanti jika phi sudah selesai , akan phi jemput " Jawab singto

" Bolehkah phi ? " Tanya krist mencoba mencari keyakinan yang dikatakan suaminya barusan.

" Tentu , jangan terlalu jauh, bawa ponsel mu , jadi nanti kalau kamu kenapa kenapa bisa menghubungi phi " Jelas singto lagi .

" Baiklah phi " Krist beranjak dari duduknya dan menghampiri singto , mencium pipi singto dan setelah itu dirinya keluar dari ruangan suaminya itu .
.
.
.
Saat ini krist tengah duduk di salah satu kursi ditaman tersebut , sambil meminum minuman boba yang dirinya sempat beli tadi , krist menikmati apa saja pemandangan yang ada di taman tersebut , lumayan ada banyak orang juga yang bersantai di taman tersebut , sampai kedua mata krist melihat sepasang suami istri dan membawa anak mereka yang masih bayi untuk bersantai di salah satu kursi tidak jauh dari tempat nya duduk saat ini .

.
.
Krist tersenyum melihat wajah bayi tersebut , sungguh wajah yang lembut dan terlihat damai .
.
.
" Mungkin akan bahagia jika memiliki bayi juga di rumah , tapi apa aku bisa merawatnya ?" Batin nya .

" Jika aku meminta mengadopsi anak , apakah phi singto akan setuju ? tapi bagaimana dengan yang mengurus bayi , aku akan sibuk dengan toko ku . Tapi aku menginginkannya " Pikiran krist saat ini kemana mana . Tentang toko  ,tentang anak , tentang apakah singto akan  menuruti kemauannya , entahlah .

.
.
Tak lama handphone krist berdering , dilayar tertera nama suaminya yang tengah menelponnya , mungkin singto tidak menemukan krist .

" Hallo phi ? "

.......
" Ah , apakah phi sudah selesai ?"
......
" Aku akan langsung kesana phi "
........
" iya phi "

Krist mengakhiri sambungan telponnya dan langsung berdiri menuju area parkir , karena singto menunggunya disana .

.
.
.
.
.
"phiiiii " teriak krist saat melihat suaminya tengah bersandar di depan mobil miliknya .

Mendengar teriakan manja kit , singto langsung mengangkat wajahnya mengarah ke sumber suara , sedari tadi dirinya fokus pada handphone untuk mengirimkan beberapa pesan kepada sekertarisnya.

" Lelah ?" tanya singto , dan krist pun langsung menggeleng, singto langsung mengajak krist masuk keeqlam mobil , dan langsung menuju pusat perbelanjaan .

Do You Love Me ? Please !!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang