Setelah hari sudah siang , krist bangun dari tidurnya , rasa pusing dan pedih di perutnya sudah tidak dirasakannya lagi , hanya terasa masih lemah tubuhnya saat ini, mungkin dia hanya kurang tidur saja .
Setelah selesai membersihkan diri , krist keluar dari kamarnya menuju dapur untuk menyiapkan makan siang untuknya dan suaminya . Setelah selesai memasak dan menata makanan di meja makan , krist berniat memanggil singto di ruangan kerjanya .
.
.
sebelum mengetuk pintu ruangan suaminya , krist sedikit mendengar suara singto yang terdengar seperti sedang berbicara dengan seseorang , seperti orang yang sedang menerima panggilan telfon .
Samar samar krist mendengar " Istriku sedang sakit saat ini nam , bisakah kita undur pertemuan kita , dan maaf mengecewakanmu "
Ucap singto .
" Terimakasih kau sudah mengerti , Aku menyayangimu " lanjut singto seraya mematikan telfonnya ,
Krist mendengar semua percakapan singto diluar daun pintu ruangan itu , dia tahu betul dengan siapa suaminya bicara , Namtarn , Ya wanita yang sempat singgah di hati suaminya , bahkan sampai saat ini wanita tersebut masih ada di dalam hati singto .
Tanpa mengetuk pintu , krist masuk keruangan singto , singto kaget melihat krist , tidak biasanya krist tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk .
" Aw kit ? kenapa ? " Seraya berjalan menuju kearah krist
" Bagaimana keadaanmu ? apakah masih ada yang sakit " Lanjut singto sambil meletakan telapak tangannya di dahi krist .
.
" Ayo makan siang phi " Ucap krist sambil menyingkirkan tangan singto dari dahinya dan tanpa menjawab semua pertanyaan singto .
Singto bingung dengan sikap krist barusan , tidak biasanya krist begitu , tapi mungkin krist masih tidak enak badan , pikirnya .
Krist dan singto makan siang di meja makan , tanpa ada percakapan , ya makan sambil berbicara itukan hal yang tidak sopan .
Selesai makan krist membereskan semuanya ,
selesai dengan tugasnya , krist langsung hendak kembali ke kamarnya , dia masih merasakan seperti ada sesak di dadanya .
" Kit , kau tidak apa apa kan " Ucap singto memecah keheningan diantara keduanya .
" Tidak phi , aku hanya ingin beristirahat " Jawab krist tanpa melihat kearah singto dan langsung melangkahkan kakinya ke lantai atas .
Singto hanya mengangguk mendengar ucapan krist , dan langsung kembali keruangan kerjanya .
Saat di kamar , krist merasakan sesak di dadanya , sangat sakit rasanya tau bahwa singto belum menerimanya , bahwa singto masih mencintai mantan kekasihnya , tanpa di sadari air matanya mengalir di pipi mulusnya , lelah menangis , akhitnya krist tertidur .
.
Keesokan paginya , krist bangun terlambat , dia langsung berlari kebawah mencarari suaminya , tapi yang di dapatinya adalah seorang wanita paruh baya . Krist menghampiri wanita tersebut dan bertanya " Khun ? " ucapnya
" Tuan krist ya , maaf tuan , saya Eye , Maid dari rumah tuan singto , sekerang saya diminta untuk bekerja disini " jawabnya
Krist mengangguk paham dan tidak bertanya lagi , karena dia ingat singto pernah bilang bahwa akan ada maid yang nantinya akan bekerja di rumah mereka .
" Bi ? apakah singto sudah pergi ? " Tanya krist kepada Bibi eye
" Sudah tuan , pagi pagi sekali tuan singto sudah pergi ke kantor " Jawab bibi eye
" Bibi bisa memanggil ku krist bi , jangan tuan , aku tidak terbiasa di panggil seperti itu " Ucap krist sambil tersenyum renyah
" Ah baik tuan , eh maksudnya Nong krist " Ucap bibi eye sedikit tersenyum
Krist hanya tersenyum menanggapinya .
Krist berencana ke kantor singto siang ini , dia akan mengantarkan makan siang untuk singto , karena rasa bersalahnya tidak menyiapkan sarapan untuk suaminya . Dia juga akan meminta maaf dengan suaminya .
KAMU SEDANG MEMBACA
Do You Love Me ? Please !!!
Conto" Aku menerima semua ini demi kedua orang tuaku dan masa depan adiku , sampai akhirnya aku benar-benar jatuh hati padanya , tapi dia bahkan tidak melihatku sama sekali. Rasa bencinya sangat besar terhadapku, karna aku menerima perjodohan yang diangg...
