Bukan tentang dia yang hanya mencintai sepihak. Ini hanya tentang bagaimana rumitnya seorang Logaritma. Di saat Kyra merasa bahwa hanya dirinya saja yang berjuang, dan di saat sebuah tindakan tak memiliki arti sama sekali jika tidak di sama ratakan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🏀LOGARITMA🏀
Pertandingan futsal yang sudah berlangsung antara kelas xi ips 2 dan xi mipa 3 setelah melewati babak sulit untuk memasukkan bola ke kandang lawan, pada akhirnya di menangkan oleh kelas xi mipa 3. Keyra memegang erat sebotol air mineral di depan dadanya. Menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan. Sejenak ia sempatkan untuk menoleh ke belakang. Melihat Mina yang tersenyum menyemangatinya. Sial. Ini semua adalah ulah sahabatnya itu. Mina yang mendorong Keyra untuk memberikan minuman pada Ritma selepas pertandingan. Dan Keyra merasa itu ide yang buruk.
Perlahan kaki itu berjalan mendekati pria yang kini sedang duduk terengah dengan keringat yang menetes di sekitar wajah. Pemandangan yang jarang sekali Keyra dapatkan. Jika biasanya ia hanya melihat di drama ataupun kisah fiksi yang di bacanya, kini Keyra melihatnya langsung. Dan sempurnanya, orang itu adalah kekasihnya saat ini.
“Nihh.” Keyra mengulurkan sebotol minuman.
Ritma sedikit mendongak melihat si pemberi. Menarik singkat sudut bibirnya lalu mengambil minuman itu.
Keyra celingukan melihat sekitar yang sedang memperhatikannya dan Logaritma berbincang di pinggir lapangan saat ini. Berdecak kesal karena harus menjadi pusat perhatian. Tatapannya beralih pada Ritma yang sedang menenggak minumannya. Jakun pria itu naik turun saat menelan air yang sedang mengalir di tenggorokan.
Tersadar bahwa mungkin ia terpesona pada Ritma, lekas saja Keyra menggelengkan kepala. Jangan sampai ia baper. BIG NO!
“Gandhi siapa?” tanya Ritma setelah meminum hampir setengah botol.
Keyra mengedipkan mata beberapa kali. “Gandhi? Anak xi ips 2. Temen kelas gue.” Jawab Keyra sekenanya.
Ritma menarik lengan Keyra untuk ikut duduk di sampingnya. “Bukan itu yang gue maksud. Kalian pernah ada something?”
“Tumben lo tanya hal kayak gitu sama gue? Bukannya lo orangnya cuek. Masa bodoh sama sekitar. Terus ini kenapa?” dengan kening berkerut dan bibir cemberut, Keyra menatap curiga Ritma.
Ritma menyentil bibir Keyra. Gadis itu menggaduh akibat serangan dadakan Ritma.
“Brisik. Jawab aja pertanyaan gue secara singkat.”
“Ya abis tumben lo kepo soal beginian. Kan berasa pacar beneran. Nggak kayak pas kemaren-kemaren. Di ajak dateng ke reunian aja ogah. Mana gak ada klarifikasi dari lo lagi. Kan gue jadi ngejogrog nungguin lo!” keluh Keyra saat kejadian waktu itu. Awal-awal mereka berpacaran. Dimana Keyra mengajak Ritma untuk datang ke acara Reuni teman smp nya, yang niat awal Keyra ingin pamer pacar baru pada teman-temannya, tapi gagal karena Ritma yang tidak datang waktu itu. Bahkan berkirim pesan kepadanya saja tidak pria itu lakukan.