BAB 7 [Gandhi Si Pencari Masalah]

68 8 4
                                        

Halooo😗😗 Untuk part ini masih belum di perbaiki, jadi jika menemukan kesalahan kata atau penulisan silahkan komen✅ Makasih yang masih mau baca dan nungguin cerita ini💋💋Selamat membaca😘

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Halooo😗😗
Untuk part ini masih belum di perbaiki, jadi jika menemukan kesalahan kata atau penulisan silahkan komen✅
Makasih yang masih mau baca dan nungguin cerita ini💋💋
Selamat membaca😘

🏀Logaritma🏀

Setelah beberapa hari menjadi pacar Ritma, Keyra masih tidak paham akan sifat Ritma. Keyra mungkin akan sedikit memaklumi jika Ritma tidak terus-terusan mengiriminya pesan, memberi kabar. Ya karena mereka bukan pacar sungguhan. Tapi untuk kali ini, Keyra sama sekali tidak mengerti. Ritma benar-benar ngetreat dia dengan sangat baik. Memperlakukan Keyra seolah Keyra lah pemilik hati pria itu satu-satunya. Keyra  terus meyakinkan dirinya, ia tidak boleh terlena, ini hanya sandiwara.

Kini duduk di motor secoopy milik Logaritma bukan lagi hal mustahil baginya. Sesuai ajakan Ritma, sepulang sekolah mereka benar-benar akan jalan berdua. Keyra yang di gonceng di belakang menarik ulur tangannya, ragu apakah ia harus memeluk pinggang Ritma. Setelah berdebat dengan pikiran tak jelasnya, akhirnya Keyra memilih untuk memegang tas punggung Ritma sebagai pegangan.

“Lo mau kita kemana?”  kata Ritma sedikit berteriak. Suaranya hampir teredam oleh kencangnya angin.

“HAH?” Keyra menelengkan kepalanya.

“Kita mau kemana?” ulang Ritma, kali ini sedikit lebih keras dari sebelumnya.

“Apaansih gak kedengeran.”

“Lo budeg apa gimanasih?!” kesal Ritma. Saat dia pikir Keyra tak akan mendengarnya lagi, nyatanya salah. Gadis itu langsung menoyor kepalanya yang terbalut helm.

“Ritma! Jangan sembarangan dong ngatain orang. Ntar gue budeg  beneran gimana?!” ujar Keyra kelewat keras sampai membuat pengendara di sekitar mereka memperhatikan.

“Giliran gue kata-katain aja lo denger. Dasar cewek.” Decak Ritma. “Tunjukin jalan kerumah lo.” Kata Ritma akhirnya memutuskan.

“Okey.” Balas keyra.

Keyra mengarahkan jalan menuju rumahnya. Sampai pada perumahan elit di depan rumah besar dengan pagar besi yang berdiri kokoh begitu tingginya. Ritma menghentikan motor scoopy nya tepat di samping jalan rumah itu. Tanpa melepas helm, Ritma mendongak untuk mengamati rumah Keyra. Dapat Ritma simpulkan bahwa Keyra termasuk orang yang berpunya.

Keyra turun dari atas motor Ritma. Gadis itu merapikan rambutnya yang berantakan. Melihat hal itu, Ritma jadi merasa bersalah karena telah mengajak Keyra naik motornya. Lihat saja muka Keyra yang memerah akibat sinar matahari. Tangan Ritma bergerak dengan sendirinya membantu Keyra merapikan rambut panjang gadis itu.

Jantung Keyra kembali bekerja tidak normal. Matanya tak mau lepas menamati wajah yang selalu menampilkan eksresi dingin itu. Dalam jarak sedekat ini dengan Ritma adalah satu hal yang sepatutnya keyra hindari. Ia tidak yakin jika dia tidak akan jatuh cinta pada pria dengan segala rumus rumit di depannya ini.

LOGARITMACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang