Irene POV.
Flashback ON.
Saat Seulgi izin untuk pergi ke kamar mandi, aku melihat ada yang berbeda dari ekspresi wajahnya. Dia tampak sedang memikirkan sesuatu yang aku tak tahu itu apa.
Selama Seulgi izin pergi ke kamar mandi, aku mengobrol banyak hal tentang Seulgi bersama Wendy dan juga Joy. Aku banyak bertanya tentang Seulgi. Ternyata Wendy dan Seulgi berteman sejak sekolah menengah pertama. Aku juga menanyakan apakah Seulgi mempunyai seorang pacar atau tidak. Ternyata Seulgi belum pernah berpacaran selama hidupnya.
Wendy bercerita, banyak laki-laki dan bahkan perempuan yang berusaha mendekati Seulgi, tetapi dia justru menganggap semuanya hanyalah seorang teman. Seulgi sangat fokus kepada karirnya dan juga keluarganya. Wendy berkata, masih ada satu pria yang masih mengejarnya sampai sekarang. Pria itu bernama Jaebum.
Apakah Jaebum laki-laki yang pada saat itu menemui Seulgi di kedai? Entah, aku tak tahu jawabannya.
Ketika masih asik mengobrol bersama Wendy dan Joy, aku tersadar sudah sepuluh menit lebih Seulgi belum kembali juga. Aku khawatir kalau terjadi apa-apa dengannya.
Akhirnya aku, Wendy, dan Joy memutuskan untuk pergi ke arah toilet.
Saat sudah berada di sana, suasana toilet sepi. Tidak ada satupun orang.
Aku semakin khawatir. Untung saja Joy bisa menenangkanku.
“Jangan khawatir, Unnie. Seulgi pasti baik-baik saja.”
Aku mengangguk sambil menatap Joy. Kemudian kami melanjutkan untuk mencari keberadaan Seulgi di sekitar pantai.
Di saat masih mencari keberadaan Seulgi, Wendy memanggilku untuk menghampirinya. Aku berlari kecil ke arahnya kemudian dia menunjuk ke arah tempat di mana seorang bartender sedang membuat minuman.
Yang menjadi perhatianku bukanlah seorang bartender, melainkan aku bisa melihat Seulgi yang sedang duduk sambil menidurkan kepalanya di atas meja itu.
Flashback OFF.
KRINGGG!!
Suara ponselku berdering. Aku menoleh kemudian mengambilnya
‘Appa’.
Aku membaca nama yang muncul di layar ponselku.
“Yeoboseyo?”
“Bagaimana kabarmu?”
“Baik, Appa.”
“Appa mendapatkan banyak laporan selama kamu berada di sana.”
Aku tahu kemana arah pembicaraan Appa. Aku menghela napas pelan.
“Lalu?”
“Kenapa kamu mengabaikan Bogum? Dia calon tunanganmu.”
“Hanya calon.”
“Joohyun!”
“Wae?”
“Kalau kamu seperti ini terus, Appa akan bilang ke agensi dan menyuruhmu untuk pulang ke sini lebih awal.”
“Terserah. Aku sudah tidak peduli dengan semuanya.”
“Menuruti semua perintahku atau hidup Seulgi tidak akan aman?”
Aku membelalakan mata terkejut. Sampai aku bangun dari duduk karena terkejut mendengar kalimat darinya.
“Jangan pernah menyentuhnya! Atau aku tidak akan pernah kembali ke Korea.”

KAMU SEDANG MEMBACA
Crush | seulrene ✓
FanfictionSeulgi Putri Mahendra. Perempuan biasa yang mempunyai pekerjaan menjadi seorang fotografer dan mengelola sebuah kedai kopi. Bae Joohyun. Seorang model berparas cantik dan menawan blasteran Korea-Indonesia. Apakah keduanya akan bertemu? ━━━━━━━━━━━━━...