Extra Part.

5.1K 384 10
                                    

Seulgi POV.

KRINGGG!!!

Gue meraba meja di sebelah kasur untuk mencari ponsel.

Ahhh ... Mana, sih?!”

Gue membuka mata kemudian bangun, gue menoleh ke arah meja dan tidak melihat ponsel gue di sana.

“Eh? Mana hp gue, anjir?”

Gue panik kemudian turun dari kasur. Gue melihat ke arah bawah dan ternyata ponsel gue jatuh gara-gara getaran dering telpon masuk. Gue meraih ponselnya kemudian melihat nama ‘Joohyun’ di sana.

Gue menghela napas kasar kemudian memencet tombol merah.

Sudah tiga bulan semenjak pertemuan pertama kali dengan Irene di Amerika, gue terus menghindari wanita itu. Tidak hanya Irene, gue juga menghindari Taeyeon Unnie dan Heechul Oppa.

Irene tidak menyerah untuk menghubungi gue, bahkan sering banget datang ke apartemen untuk menemui gue.

Sejujurnya, gue rada kasihan melihat perjuangan Irene yang pengen banget untuk menjelaskan semuanya ke gue. Tapi rasa ego gue lebih besar dibandingkan rasa kasihan.

Bahkan Mas Taemin sering banget cerita ke gue kalau Irene sering ngehubungin dia untuk menanyakan kabar gue. Gue udah menyuruh Mas Taemin untuk mengabaikan wanita itu, tetapi Mas Taemin bilang dia tidak enak dengannya.

Gue memasukkan ponsel ke dalam saku celana kemudian berjalan keluar kamar untuk sarapan pagi. Gue mengambil beberapa helai roti dan selai cokelat, kemudian gue mengolesnya di atas roti. Gue mengambil sekotak susu dari dalam kulkas kemudian menuangkannya ke dalam gelas.

Ketika gue sedang asyik menikmati sarapan sambil menonton TV, tiba-tiba suara bel apartemen gue berbunyi. Gue menaruh roti yang sedang gue pegang kemudian berjalan ke arah pintu. Gue udah yakin pasti itu Mas Taemin yang mau minta sarapan.

Gue membuka pintu. “Masuk, Mas. Gue lagi sara—”

Gue langsung terdiam karena yang di depan gue ini bukan Mas Taemin, melainkan Irene.

Gue menatap datar ke arah wanita itu kemudian menutup pintu. Dengan cepat, dia menahan pintu apartemen gue kemudian melesat masuk ke dalam.

“Keluar.”

Irene menghiraukan ucapan gue, kemudian dia menaruh tas yang gue gak tau isinya apa di atas meja depan sofa.

“Aku membawakanmu sarapan. Aku tau kamu suka sarapan dengan nasi, jadi aku buatkan nasi goreng. Dimakan, ya?”

Gue hanya diam dan menatap dingin ke arahnya.

“Baiklah, aku pulang sekarang.”

Dia mengelus pipi gue dengan lembut kemudian keluar dari kamar apartemen. Sedangkan gue hanya diam mematung sambil melihat ke arah kotak bekal berisi nasi goreng.

Sekarang gue lagi bersama Mas Taemin, Mister Key, dan beberapa pegawai lainnya untuk membahas pesta nanti malam yang akan diadakan oleh perusahaan untuk merayakan ulang tahun ke-3.

“Mister Key, apakah kita jadi mengundang para klien?” Tanya Sehun, salah satu rekan kerja gue.

Mister Key menoleh kemudian mengangguk, “of course, kita harus mengundang mereka karena mereka juga sudah termasuk salah satu dari kita.”

“Hey, Johnny!”

Johnny menoleh ke arah Mister Key. “Yes, sir?

“Setelah rapat selesai, kau langsung menghubungi para client untuk datang ke acara nanti malam, oke?”

Crush | seulrene ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang