Sudah sebulan sarada merasakan hal yang aneh dihatinya sejak ia dan sakka terlihat sangat dekat dan intim layaknya sepasang kekasih, awalnya sarada merasa biasa saja saat dirinya diperlakukan spesial oleh sakka. Sarada tak henti hentinya memikirkan itu semua meski ia tidak peduli jika sakka menang saudaranya, melamun ya sarada membuat shikadai bingung menatap gadis keturunan uchiha tersebut dengan tatapan anehnya.
" Apa yang kau pikirkan " ujar shikadai membuyarkan lamunan sarada
" Eh Lo dai ada apa ? " Tanya sarada kaget saat shikadai menegurnya
" Nanti malem kita ngerjain tugas yang diberikan oleh Anko sensei tadi, jadi Lo mau kagak kita kerjainnya malem ini di cafe milik paman gua " ucap shikadai memberitahukan
" Gua sih okey aja, nanti tinggal ketemuan pas disana " ujar sarada
" Gua jemput Lo nanti malem, lagipula gua gak enak jika Lo berangkat sendiri entar malem kita ngerjain tugasnya berempat, gua, elo, boruto dan sumire katanya biar seru kalo dikerjain bareng bareng " shikadai memberitahukan rencananya
" Okey nanti melm jemput gua ya " ujar sarada kemudian
" Okey, oh iya gua udah nyelesain tugasnya sedikit dari refrensi buku yang gua temukan di perpus jadi sisanya nanti kita cari bareng bareng " ujar shikadai
" Hn, sampai ketemu nanti malam " ucap sarada
Shikadai meninggalkan sarada dan pergi menuju tempat duduknya berada di saat bersamaan sumire datang bersama chocho.
" Tumben shikadai nyamperin Lo " ujar chocho yang baru saja datang
" Gua lagi bahas tentang tugas yang diberikan Anko sensei tadi " ucap sarada dengan santainya
" Eh sar, entar malem jadikan, gua denger dari boruto tadi kalau kita kerjakan tugasnya sama2 " ucap sumire
" Hn, tentu " ujar sarada
Mereka segera duduk ditempatnya masing masing, sumire duduk didepan sarada dan chocho bersama nenzi sedangkan sarada duduk dibelakangnya bersama chocho. Sumire sedikit sedih karena orang yang dicintainya mendekati sahabatnya sendiri meski sumire hanya mengagumi sosok pria yang membuat hatinya berbunga.
Bel berbunyi menandakan bahwa pelajaran telah usai, para murid berbondong bondong ingin segera pulang, sarada dan ketiga sahabatnya tampak bersiap siap akan pulang tiba tiba sakka menghampirinya.
" Sar, sorry ya gua pulang dengan nenzi Lo bisa kan pulang sendiri " ujar sakka sedikit ragu ragu takut sarada marah
" Yah Lo gimana sih katanya mau ngajak gua ke kedai es cream " ujar sarada sedikit cemberut
Dugaan sakka benar sarada akan marah dengan ucapannya, nenzi yang melihat tingkah sarada sangat heran lantas apa yang membuat diri sarada menjadi manja terhadap sakka, nenzi hanya diam tak berani mengeluarkan suaranya.
" Udah jangan ngambek, lain kali kita kesana okey " ucap sakka sambil mengelus rambut hitam sarada dengan lembut.
Sarada yang mendapatkan perilaku seperti itu seketika hatinya menghangat dan sedikit tersenyum tipis tanpa disadari oleh semua orang. Sakka segera mengajak nenzi pergi dan akhirnya sarada meninggalkan kelas pergi ke halte bus di samping sekolahannya. Saat sarada sedang menunggu bus datangnya seorang pria dengan menggunakan mobil ferari warna kuning berhenti didepannya. Sarada yang melihatnya pun kaget siapakah orang tersebut? Tapi sarada tak menggubrisnya dan melanjutkan memainkan ponselnya. Ternyata pria tersebut adalah boruto dengan senyum andalannya menghampiri sarada yang sejak tadi mengabaikannya.
" Yo sarada, Lo sendirian mana sakka " tanya boruto sambil mendudukkan dirinya disamping sarada
Sarada yang melihat boruto jengah hanya memutar bola matanya malas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisahku Uchiha Sarada ( Complet )
TeenfikceAwal kehidupan sarada telah dimulai, disaat dirinya berada jauh dari kedua orang tuanya, akhirnya kini bisa kembali bersatu lagi dengan keluarganya, ketika sarada memilih untuk tinggal bersama uchiha Madara yang merupakan tetua dari clan uchiha. Sej...
