Sejak kejadian semalam sarada terlihat sangat murung akibat kejahilan yang dilakukan sakka padanya, sakka yang melihat muka masam sarada hanya terkikik geli entah kenapa ia sangat ingin mencium sarada waktu itu, sarada merasa jika sakka menertawakan segera melotot ke arah sakka dengan wajah ingin memukul muka sakka.
" Kau kenapa sarada " ujar sakka yang saat melihat muka sarada tampak masam.
" Pikir saja sendiri " ujar sarada juteknya sambil membuang muka.
Sakka mendekat kearah sarada dan berbisik ditelinganya.
" Jika kau marah gua akan mencium Lo didepan papa dan mama " ujar sakka berbisik ditelinga sarada.
" Kau mau mati hah " ancam sarada juga berbisik ke arah sakka.
" Gua enggak takut, lagipula bibir Lo manis banget bikin gua candu " ujar sakka masih berbisik.
" Gua saudara Lo sadar diri " ujar sarada dengan geramnya.
Sasuke dan sakura yang melihat interaksi dari kedua putra putrinya berfikir apa sedang mereka bisikkan seperti hal yanh serius, sakura yang penasaran pun akhirnya bertanya.
" Apa yang kalian bisikkan " tanya sakura penasaran.
Seketika sarada dan sakka kembali normal lagi duduknya.
" Tidak ada apa apa ma " ujar sarada dan sakka dengan kompak.
Kemudian sakka dan sarada segera melanjutkan sarapan paginya.
Setelah selesai sarapan pagi, semua anggota keluarga meninggalkan mansion mereka untuk pergi bekerja, sarada ikut nebeng sakka untuk berangkat bersama karena asalannya malas membawa mobil sendiri, diperjalanan sarada dan sakka banyak bergurau sampai tiba di sekolah mereka. Sarada yang akan turun tiba tiba di tahan oleh sakka dan itu membuat sarada tampak bingung, lagi lagi hal yang membuat sarada jengkel itu terjadi, entah kenapa sakka tiba tiba mencium bibirnya kembali.
Cup
Sakka mencium bibir sarada dengan lembut dan melumatnya sedikit, entah kenapa sarada merespon ciuman tersebut akhirnya mereka terlarut dalam ciuman itu. Mereka sama menikmati ciuman tersebut tanpa memperdulikan status mereka yang merupakan saudara kandung, sarada yang kehabisan nafas segera mengakhiri ciumannya.
" Gua pergi dulu " ujar sarada buru buru keluar dari mobil sakka.
Sakka terdiam melamun dengan apa yang terjadi sekarang, entah mengapa ia sangat menikmati ciuman tadi, sakka tau bahwa sarada adalah saudara sendiri tidak mungkin kan jika ia menyukai sarada.
" Apa yang ku lakukan, sarada itu saudaraku sendiri " gumam sakka lirih.
Sarada berlari kecil menuju toilet perempuan, saat berada didalam toilet, sarada menatap dirinya di cermin tangannya bergerak memegang bibirnya yang baru saja berciuman dengan sakka, sarada tidak menyangka ia membalas ciuman sakka begitu dalam, entah mengapa tiba tiba jantung sarada berdetak kencang saat sakka menciumnya tadi, meski sarada pernah berciuman dengan papanya rasanya biasa saja entah mengapa jika berciuman dengan sakka rasanya bikin candu.
" jika Lo bukan saudara gua sak, mungkin gua mau jadi pacar Lo " gumam sarada lirih
Setelah berkata begitu sarada pergi meninggalkan toilet tersebut. Sakka yang melihat sarada baru saja memasuki kelas merasa heran kenapa sarada bisa datang terlambat padahal tadi dia pergi duluan saat kejadian ia mencium sarada. Sakka berjalan menghampiri sarada di bangkunya.
" Lo kemana aja, gua kira lo udah ada di kelas " tanya sakka kepada sarada.
" Gua tadi ke toilet dulu kebelet soalnya " ucap sarada sedikit canggung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisahku Uchiha Sarada ( Complet )
Genç KurguAwal kehidupan sarada telah dimulai, disaat dirinya berada jauh dari kedua orang tuanya, akhirnya kini bisa kembali bersatu lagi dengan keluarganya, ketika sarada memilih untuk tinggal bersama uchiha Madara yang merupakan tetua dari clan uchiha. Sej...
