Enhypen bisa jadi apa yang kamu mau, ga percaya? Kuylah langsung aja cek..
ini cerita aku nulis iseng-iseng doang😌👌🏻
•
@eestehpanas
Welcome to the world of halu
Cover by pin📌
pict by pin📌
Dari awal aku melihat choi, memang tidak di pungkiri jika dia memiliki wajah cantik dan otak yang cerdas. Bahkan banyak orang yang bilang kepadaku saat kami menikah dulu "kamu beruntung mendapatkan seorang gadis seperti choi" tapi kata itu tidak ku perdulikan, karena aku sudah memiliki jaehee, kekasihku. Jaehee sangat berharga bagiku, pasalnya dia sedang mengandung anakku, jadi tidak mungkin aku berpaling darinya.
Namun sayangnya aku salah, bukan jaehee lah wanita berharga dalam hidupku.
Sampainya di rumah, aku berlari ke atas mencoba mencari istriku. Aku melihat pintu kamar yang tertutup rapat di sana, ku coba membuka pintunya dan masuk ke dalam.
Aku tidak pernah sama sekali masuk ke dalam kamarnya, dan sekarang aku melihat sekeliling kamarnya yang sudah rapi dengan aroma vanilla yang tersisa di sana.
Setelah puas dengan melihat sekeliling, mataku tertuju ke meja rias. Di sana ada sebuah kertas map coklat dengan surat kecil di atasnya. Aku kembali mengerutkan alisku. Belum tau isinya apa tapi hatiku merasa tidak nyaman.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku ambil kertas kecil itu dan aku coba membaca semua tulisan yang ada di sana.
Dear jay, suamiku.
Kalau kamu menemukan surat ini, itu artinya aku sudah tidak lagi berada di sini. Maafkan aku. Maafkan aku karena aku tidak lagi berada di sisimu.
Aku tidak pergi jauh, hanya saja aku sedang bertugas di rumah sakit lain yang memungkinkan aku untuk tinggal di sana. Jadi tidak usah khawatir. Ah! Bagaimana mungkin kamu khawatir, kamu saja tidak pernah menganggap ku ada. Lucu ya hahaha.. tapi tidak apa, aku paham.
Aku harap kamu tidak masalah aku tinggal sendiri, kan udah ada jaehee yang menemanimu bukan? Semoga kamu bahagia bersama kekasihmu. Dan untuk map coklat yang aku letakkan di sana, itu adalah surat perceraian kita. Kamu tinggal menandatangani surat itu dan memberikannya ke Lembaga Agama.
Aku tau kamu tidak akan keberatan untuk menandatangani surat itu, karena aku paham sekali kamu pasti sudah lama menginginkan nya. Jadi aku sudah mengurus itu semua, lagi pula jaehee hamil anakmu bukan? Aku turut mengucapkan selamat untukmu dan jaehee.
Dan untuk penanaman saham di perusahaan mu tidak akan di tarik kok. Aku sudah membicarakannya bersama kedua orang tuaku. Jangan khawatir kan itu.
Kita memang tidak di takdir kan untuk bersama. Kita menikah juga bukan karena cinta, tapi yang perlu kamu tau, aku sangat mencintaimu. Sungguh. Aku sendiri tidak mengerti kenapa aku bisa mencintaimu, padahal aku tau kamu sangat membenciku. Tapi itu tidak masalah kan? Perasaan tidak ada yang tau. Maafkan aku.
Aku berusaha bertahan dengan pernikahan ini, dan sekarang pertahanan ku runtuh. Aku tidak bisa menahan rasa sakit hatiku lagi, aku tidak bisa menahan rasa sedihku lagi. Jadi aku menyerah, aku membebaskan mu. Maaf, jika adanya aku di hidupmu menghalangi mu untuk bahagia dengan kekasihmu. Terima kasih untuk satu tahun yang kamu berikan padaku. Aku belajar banyak darimu.
Sekali lagi terima kasih Park Jeong Song. Aku mencintaimu.
-Choi-
Aku menundukkan kepalaku setelah selesai membaca isi surat itu. Air mataku keluar dari pelupuk mata, bahuku bergetar hebat. tanganku menggenggam erat meremas kertas kecil itu. Perlahan aku mengambil map coklat tersebut, ku buka untuk sekedar membuktikan apakah itu benar surat perceraian yang di kirim oleh istrinya. Dan benar saja, itu surat perceraian yang sudah terukir tanda tangan indah dari wanita cantik itu.
Bagaimana bisa aku membiarkan orang yang paling berharga dalam hidupku itu pergi. Membiarkan orang yang selalu ada untukku itu pergi. Bodoh. Kata itu yang pantas aku dapatkan. Aku terbutakan oleh nafsu sampai aku lupa siapa orang yang benar-benar mencintaiku.
Aku memukul-mukul kepalaku, berkali-kali aku mengumpati diriku sendiri.
"Maafkan aku, maafkan orang bodoh ini yang sudah menyia-nyiakan mu. Aku terlambat menyatakan ini, aku mencintaimu park y/n"