• Friendshit •
___"Han sudah boleh pulang tapi, katanya Han jadi sering melamun sekarang."ucap Minho pada Yeonjun.
"Ada apa dengannya?" tanya Yeonjun. Minho menghela nafas kasar.
"Hey ada apa bung? Ada apa dengan Han?"tanya Yeonjun lagi, Minho mengacak-ngacak rambutnya.
"Entahlah, apakah aku salah disini Yeon? Aku merasa telah membohongi teman-teman, ini semua karena dia."ucap Minho.
"Kenapa kau berbicara begitu? Jika, teman-teman kita tau rahasia yang sebenarnya apakah mereka mau mengerti? Mereka pasti hanya akan menjauhimu."ucap Yeonjun.
"Entahlah, bisakah kau menghentikannya? Aku rasa ini sudah sedikit keterlaluan."ucap Minho.
"Aku mau saja, tapi kau tau sendiri kan bagaimana sikapnya? Dia sangat keras kepala."ucap Yeonjun.
"Sepertinya adikmu mengincar Han."ucap Minho.
"Percayalah padaku Minho, doakan saja semoga tak terjadi apa-apa."
---
Tok tok tok!!
Suara pintu rumah keluarga Choi terketuk. Soobin sudah tau pasti itu Felix. Soobin membuka pintu dan Felix sudah berdiri disana sambil membawa tas ranselnya.
"Kau membawa catatannya?"tanya Soobin. Felix mengangguk lalu masuk ke dalam rumah Soobin.
Di ruang tamu, ayah Soobin sedang mendengar radio. Soobin menghampiri ayah nya dan berkata bahwa Felix sudah datang.
"Hai Felix, sudah membaik?"tanya tuan Choi. Felix mengangguk sembari tersenyum.
"Soobin banyak bercerita tentangmu, hari ini saya mau ajak kamu ke suatu tempat bersama Soobin."ucap tuan Choi lalu, pergi meninggalkan Soobin dan Felix.
"Ayahmu mau mengajakku kemana?"tanya Felix pada Soobin.
"Kantor polisi."
---
Sesampainya di kantor polisi, Felix bahkan tak mengerti kenapa tuan Choi mengajak nya kemari. Padahal tidak ada hubungannya dengan dirinya sekarang.
Mereka bertiga memasuki ruang analisa, Felix duduk disebelah Soobin yang duduk di antara ayahnya dan Felix. Seorang pria menghampiri mereka dan memberikan satu map dokumen kepada tuan Choi.
"Ini semua berkas tentang hilangnya anak itu."ucap seorang lelaki yang diduga adalah seorang detektif. Soobin mengambil berkas itu serta membuka dan membaca nya satu persatu.
"Seorang bernama Seo Changjin berusia dua belas tahun telah dinyatakan hilang. Beberapa bukti ditemukan di hutan Stamford."ucap Felix membaca sembari membaca kata-kata yang tertulis.
"Tunggu, Seo Changjin? Sepertinya aku mengenal nama itu."ucap Soobin. lalu tangannya membuka bagian depan, dan terlihat foto seorang anak perempuan berusia dua belas tahun yang sedang tersenyum.
"Ini... adik Changbin?"tanya Felix. Soobin menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Ini beberapa bukti."ucap detektif itu. Tuan Choi memberikannya kepada Felix, membuat Felix mengerti apa maksud tuan Choi.
"Felix, kau punya kelebihan. Bisakah kau sentuh setiap bukti? Dan berikan bukti yang paling jelas kepada kami?"tanya tuan Choi, Felix mengangguk.
Mata Felix menatap setiap barang bukti di depannya. Ada sebuah gelang, pisau berdarah, juga sebuah sepatu kets berwarna merah muda yang kotor karena lumpur.
Tangan Felix mengambil sebuah gelang yang menurutnya menarik. Dia memberikan gelang yang di dalam plastik itu kepada tuan Choi.
"Ini tuan. Bukti ini sudah sangat jelas,"ucap Felix. Membuat tuan Choi mengerutkan keningnya.
"Kukira kau akan mengambil pisau itu,"ucap tuan Choi.
"Percayalah padaku tuan. Ini sudah menunjukkan bukti yang jelas."
---
Soobin duduk di meja belajarnya. Disebelahnya terdapat buku catatan Felix, serta sebuah kertas yang tadi dia ambil di map itu. Soobin mengambil pena dan buku catatannya. Mencoba menulis setiap kejadian demi kejadian.
"Kejadian pertama saat Felix menjadi murid baru,"
"Seminggu setelahnya, dia kerasukan dirumahku,"
"Han,Chan, dan Kai dirumah sakit."
"Minho yang berbincang dengan Beomgyu soal Han."
"Changbin yang memperingatiku dan Hyunjin untuk tidak membicarakan soal Minho."
"Beomgyu dan Yeonjun tidak masuk sekolah setelahnya."
"Minho yang pergi ke rumah Han, karena tujuan sesuatu(?)"
Soobin menatap setiap tulisan yang ia tulis, lalu dirinya menulis setiap nama yang di tulisnya.
"Jadi, Changbin pasti tau sesuatu, dan untuk Minho... pasti ada yang disembunyikan darinya, untuk Yeonjun dan Beomgyu..."
"Sepertinya mereka berdua mengetahui segalanya," (clue)

KAMU SEDANG MEMBACA
FRIENDSHIT
Horror- "don't trust anyone, not even your close friends" Stray kids ft. TXT Homophobic are dni !! #. Kikishooky2021