17🍎

134 10 0
                                    

Ocha terus berlari, dia tidak peduli dilihat banyak orang yang sedang dijalan, Ocha terlihat berantakan, rambutnya sudah tidak lagi dikepang, dibiarkan tergerai indah karena ketika Ocha berlari, karet yang mengepang rambutnya putus dan Ocha tidak memperdulikan itu yang ada dipikirannya ia harus menuju kafe kak Chan sekarang juga.

Setelah ia sampai,Ocha langsung membuka pintu kafe dengan kasar, sampai orang orang yang ada dikafe itu memandangi Ocha termasuk Alex. Alex yang sedang melayani pelanggan langsung memandang Ocha kaget.

"Ocha." Alex menatap Ocha melihat penampilan Ocha yang berantakan.
Sementara Ocha kaget ternyata benar dugaanya Alex ada disini.

"KAK ALEX!! kakak bohong sama aku, bisa bisanya kakak buat janji yang gak kakak tepatin, kakak emang tipe orang yang kaya gitu yah? Suka mempermainkan perasaan orang lain, hahaha kakak tau kakak itu nakutin, dingin, cuek, dan ucapan kakak juga kasar, aku gak nyangka kakak mudah banget buat ingakarin janji yang udah kakak ucapin."

Ocha mengatur nafasnya setelah mengatakan kalimat itu, Alex pun kaget mendengar perkataan yang keluar dari mulut Ocha tapi dia langsung mendatarkan wajahnya.

"Udah puas?, kalo udah puas ngomongnya lo bisa keluar dari kafe ini, pintunya tepat dibelakang lo, jangan ganggu gue." Ocha kaget bukan main Ocha berfikir apa Alex sama sekali tidak merasa bersalah sedikit pun atas apa yang dia lakukan, terlebih lagi dia mengucapkan itu didepan banyak orang, membuat Ocha sangat malu.

Ketika Ocha ingin berbalik tiba tiba pintu kafe terbuka, Ocha melihat ada seorang cowok yang tergesa gesa, Ocha berfikir apa ia habis lari seperti yang Ocha lakukan tadi.

"Alex maaf kita terlambat." Ocha fikir hanya satu orang ternyata ada tiga orang. Dan mereka bertiga terlihat sangat cemas.

"Alex Kak Chan pingsan sekarang dia  dirumah sakit."

Ocha yang mendengar itu pun membulatkan mata nya.

"Hah?! Kak Chan pingsan ada apa dengan kak Chan, apa dia sakit?" Batin Ocha

Ocha pov

Apa aku tidak salah dengar kak Chan dirumah sakit apa dia sakit, kenapa sampai pingsan.

Aku yang tadi nya ingin pulang pun tidak jadi, dan memilih untuk mendengar kan penjelasan cowok yang tadi memberitahukan jika kak Chan pingsan dan dibawa ke rumah sakit.

"Iya gue dah tau kok, gue yang bawa dia kerumah sakit, dia di opname."

"Ouh jadi hari ini genap setengah tahun yang ia janjikan."

Sebentar apa magsudnya, kak Alex yang bawa kak Chan kerumah sakit. Dan tadi apa, janji setengah tahun apa magsudnya. Aku harus menanyakan apa yang terjadi sebenarnya.

"Permisi, maaf memang nya kak Chan kenapa ya?" Tanya ku kepada lelaki itu dan cowok itu langsung menoleh  dengan raut wajah kaget.

"Demi kafe ini kak Chan rela mati matian kerja tanpa istirahat, tapi keluarga kak Chan melarangnya untuk membuat kafe ini, bahkan mereka mengatakan kata kata jahat seperti "kafe banci nggak bakal laku paling sebentar lagi gulung tiker"  jahat sekali kan?"

Ya tuhan kasian sekali kak Chan,aku tidak menyangka bahwa dibalik senyum manis kak Chan ada luka dalam yang ia sembunyikan, Aku pun refleks menganggukan kepala ku mendengar penjelasannya.

"Semenjak itu kak Chan dan Alex berjanji tak akan menutup cafe selama setengah tahun mesti hari libur atau hari minggu, mereka berjuang bersama, tapi tetap tak ada pelanggan yang datang selain kami bertiga, dan hari ini tepat setengah tahun, coba lihat deh ada pelanggan, kak Chan pasti seneng"

Aku melihat sekeliling kafe banyak pelanggan yang datang aku tidak menyangka kak Alex dan kak Chan berjuang mati matian untuk mendirikan kafe ini. Harusnya aku sadar dan tidak menuduh kak Alex seenaknya. Aku pun memutuskan untuk membantu dikafe.

"Aku juga mau bantu!!"

"Aku juga"

Author pov

"Aku juga."

Tiba tiba ada Hans yang berdiri didepan pintu dengan mata yang berair. Ocha dan Alex pun sangat kaget sejak kapan Hans bediri disitu
"Kak Hans sejak kapan berdiri disitu?" Tanya Ocha.

"Dari tadi, pas kamu ngomel ngomel sama Alex hiks aku ngikutin kamu takut kamu kenapa kenapa ternyata kamu ke kafe ini dan aku denger semua yang kalian ceritain hiks." Hans mengusap ingusnya, dan berlari memeluk Alex, Alex yang dapat serangan mendadak pun tidak bisa menolak pelukan itu.

"Kenapa kamu gak cerita sih sama kaka hah?! Hiks kalo kamu cerita kakak bakal bantuin kamu tau gak." Alex yang dipeluk pun merasa sangat malu.

"Jangan peduliin dia kalian kerja aja." Alex memerintahkan mereka untuk melanjut kan tugas nya.

"Makanya aku gak cerita sama kakak,biar gak begini!!"

Mereka semua pun membantu mengurus kafe, ada bagian yang melayani pelanggan, ada yang membuat pesanan, dan ada juga yang berdiri dibagian kasir, mereka semua sibuk dengan tugas nya masing masing.

Tanpa sadar Ocha menatap Alex dan tersenyum senang.
"Guru memang harus memahami watak dan merangkul hati muridnya,sepertinya muridku ini punya sisi baik dibalik tampang seramnya." Batin Ocha.

____________________________

Jangan lupa vote sama comentanya, dan kalo ada yang typo coment aja yah nanti aku benerin

Makasih yang udah baca plus coment sama like ;)

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 01, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MY TEACHER MY FIRST LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang