Drttt drttt drttt drttt drrrttt
Ryla yang sedang terlelap tertidur terbangun gara–gara handphonenya yang tidak berhenti bergetar. Jam menunjukan 21.30 dan Ryla ketiduran dengan masih menggunakan alat shalatnya.
"Siapa sih ngga bisa banget ijinin gue tidur" gerutu Ryla dan mengaktifkan handphone. Baru saja Ryla akan masuk ke aplikasi chatting sudah ada nomer tidak kenal memanggil.
Nomer baru siapa? Fikir Ryla mengerutkan alis kemudian menjawab telepon
"Halo ka, akhirnya diangkat" Seru seseorang heboh diseberang sana.
Ryla yang masih setengah sadar masih bertanya tanya siapa yang sibuk menelponnya malam-malam, kurang kerjaan.
"Ka Ryla?" Panggil seseorang didalam telepon
"Halooo ka?"
"Siapa" Ryla langsung bertanya dengan suara khas bangun tidur
"Astaga ka ini gue ka?"
"Tadi barusan ketemu"
"Lo ngga save nomer gue ya ka?"
"Parah banget, gue orang penting"
"Masasih nomer gue ga disave back?"
"Ga percaya gue" Jelas lelaki dalam telepon tersebut panjang lebar
Ryla berfikir, melihat lagi nomer handphone yang tertera dilayar, mengingat-ngingat siapa orang terakhir yang Ryla temui. Ah si Atha fikir Ryla.
"Sorry gue belum sempet save, ada apa?" Ryla akhirnya berbicara setelah sedari tadi hanya diam
"Ka gue ngebangunin lo ya?" Atha yang bertanya balik mengacuhkan pertanyaan Ryla
"Aduh sorry ka gue kira lo masih bangun" terdengar suara Atha yang merasa bersalah setalah sadar suara Ryla berbeda
"Kalo masih ngantuk gue matiin aja ya, besok aja gue sampeinnya" Timpal Atha lagi
Si Atha kesurupan apa fikir Ryla, manusia kaku dingin kaya es batu tiba-tiba banyak omong persis mas-mas seles yang nawarin produk.
"Halo ka? Udah tidur lagi ya?" samar terdengar suara Atha
"Ngga ini gue abis ambil air minum" jawab Ryla beralasan
"Gimana" Tanya Ryla Kembali
"Tadi gue chat elo ka tapi ngga ada respon, jadi gue putusin telepon" Jawab Atha
"Gue telepon ngga ada yang marah kan ka?" Tanya Atha canggung
Beneran surupun anjirr si Atha, gerutu Ryla dalam hati.
"Gimana ka siap kan?"
"Ka?"
"Ka Ryla?"
"Halo ka, masih ditempat?"
"Hah, eh apa? Gue tadi dipanggil mamah nih sorry, ada urusan mendadak nanti kita bahas disekolah aja ya, bye" Ryla menutup telepon sepihak.
Thank you!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Dua Belas
FanfictionRyla Dwi Agnatha Siswi kelas 12 yang berhadapan dengan berbagai ujian, bertemu dengan Bae Jinyoung versi lokal yang rasanya manis tetapi sangat dingin juga kaku, Hanza Atha Wijaya. Awalnya hanya sekedar tahu hingga satu hari takdir menggariskan mer...
