Kamar hotel yang sudah ditempati Taemin terlalu sempit baginya tapi ia sudah tak memiliki tempat lagi. Sejak bertengkar dengan Jungkook, ia memutuskan hubungannya dengan Jae Hyuk karena percuma, apa yang ia inginkan tak bisa terwujud lagi.
Karirnya sebagai member boyband semakin jauh dari harapan usai perusahaan Agensi yang menaunginya semakin terlibat skandal. Beruntung ia tak dilibatkan karena memang Taemin tak tahu menahu sebab beberapa artis ikut terlibat.
Sejujurnya tak ada yang dirisaukan oleh Taemin namun kenapa dirinya selalu saja gelisah setiap harinya. Beberapa job ia tolak karena ia tidak merasa dalam kondisi yang baik.
Managernya kembali datang dan menghela nafas melihat Taemin masih dengan piyama yang sama, duduk didepan jendela kamar hotel.
"Mau sampai kapan kau begini ha?" Tanya Do Kyungsoo, pria berkepala botak itu melepas jasnya dan duduk dikursi sebelah Taemin.
Taemin tidak menjawab, ia malas diceramahi terus menerus walau yang Kyungsoo bilang selalu benar. Mulai dari Jae Hyuk bukan orang yang bisa menolongnya. Taemin buta akan keinginannya bersama kembali dengan Jungkook.
"Aku tahu kau hanya obsesi ingin kembali dengan mantanmu, tapi lihat ini," Kyungsoo memberikan tablet miliknya.
"Darimana kau dapat ini?"
"Apakah aku harus memberitahumu?"
Tatapan Taemin terkunci melihat adegan per adegan yang dilakukan oleh Jungkook dan juga Jimin. Senyum mereka, pegangan tangan mereka. Taemin semakin merasa sesuatu mendesaknya apalagi melihat Jimin.
"Kau hanya iri dengan anak lelaki itu Tae, dan untuk apa? Kau sudah memiliki semuanya, itu hanya akan menyiksa dirimu saja."
Taemin melempar tab Kyungsoo ke pangkuan pria itu, wajah Kyungsoo selalu judes dan tak berekpresi banyak.
"Tahu apa kau, kau tidak pernah menjalani hubungan apapun!"
Kyungsoo tersenyum, "setidaknya aku menjalani hubungan denganmu, sebagai manager dan artis," Kyungsoo berdiri dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana bahannya, "aku tidak ingin kau bodoh lagi. Jadi cepat mandi, aku tunggu dilobby!"
Taemin menghela nafas pelan, selama ini Kyungsoo lah yang menyelesaikan masalahnya namun jika itu sudah bersangkut paut dengan urusan hati, Kyungsoo pernah menekankan bahwa ia tak ingin ikut campur. Sudah sejak lama Taemin tak pernah memakai hati seperti ini. Ia pasti terlihat semakin menyedihkan.
Skenario yang ia buat harus hancur sendiri bahkan sebelum ia sempat menikmati rasa manis dengan Jungkook karena selama mereka bekerja sama Jungkook tetap saja dingin. Jauh berbeda dengan Jungkook yang ia kenal dulu.
-----
Makan siang Jimin dan Ji Eun sangat menyenangkan karena semuanya gratis. Ji Eun mentraktir Jimin karena ia berhasil menjadi karyawan diperusahaan yang ia inginkan bahkan ia belum menyelesaikan kuliahnya.
Jimin mengacak pucuk kepala Ji Eun, merasa begitu bangga. Tangan seseorang langsung menghalau tangan Jimin, Jungkook selalu tiba disaat yang tidak tepat. Ia menunduk dan mencium pipi Jimin, matanya menatap Ji Eun.
"Iya aku tahu! Aku tidak akan merebut Minnie-mu! Aish," Ji Eun memperlihatkan foto dirinya yang kemarin diangkat jadi pegawai tetap pada Jungkook, berniat sombong, "kau bisa bernafas lega sekarang karena aku akan semakin sibuk dan semakin susah merebut Jimin darimu."
Jimin terkekeh melihat mereka berdua, ia memukul lengan Jungkook pelan.
"Jadi karena ini kau menggangguku? Ckck selamat by the way," Jungkook mulai memakan makanan yang ada diatas meja tanpa sungkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Time • Jikook {REVISING-COMPLETED)
Fanfic"Sebelum pria perfeksionis itu datang menghantuiku, yang aku tahu hanya hitam dan putih karena aku sudah menghapus seluruh jajaran warna agar lebih nyaman. Jimin, dia mengacak-acak pertahananku dengan ketulusan yang dia pancarkan diam-diam. Semua se...
