Halo gesss
Welcome back
Sebelum kalian lanjut baca ceritanya author ini...
Author mau ngucapinHAPPY FRIENDSHIP DAY!!!!!
Untuk kalian yang punya sahabat jangan di sia²-in ya:>
Author yakin, kalian punya sahabat baik atau teman yang perhatian sama kalian (。•̀ᴗ-)✧
Jangan tanya author:>
Author gak punya sahabat kok, habisnya author kalian ini galak ✧◝(⁰▿⁰)◜✧
Kalo temen ada kok.Kalian semua semangat ya~~~~~
Sekali lagiHAPPY FRIENDSHIP DAY!!! (≧▽≦)
Okeh
Kalian nungguin gak??
.......Camda....
Yok mulai:>Setelah beberapa hari yang berlalu, dimana saat trio ori berkumpul dengan jarak. Hari di mulai lagi seperti biasa....
SEPI.....
..............
"Kak, ice mau keluar ya??? Bosen dirumah gak tau mau ngapain" ucap ice yang sudah rapi.
"Tumben, biasanya juga gak mau keluar" Ucap gempa sambil mengiris sayur
"Gpp, bosen aja" ucap ice
"Aku bosen kak, gak ada yang bisa nemenin aku tidur.... Atau ganggu aku" -batin ice
"Oh, yaudah... Jangan kelamaan ya"
"Iya" ice langsung keluar
Ia pergi ke tengah tengah taman, dimana, di situ adalah tangga menuju ke atas, untuk melihat pemandanganIce membeli minuman coklat yang berada di samping tangga tersebut. Setelah membeli, ice bukannya naik, ia hanya duduk di tangga tersebut. Sebenarnya tidak ada niatan mau naik ataupun hanya melihat-lihat, ia hanya ingin duduk di tangganya saja. Sambil menikmati minumannya
"Aku rindu.... Blaze, kembalilah" Ice bersandar di dinding tangga
Sedangkan di wilayah yang sama dan tempat berbeda blaze sedang duduk di bagian atas taman. Ia sedang melihat pemandangan laut dan pegunungan di sekitar itu
"Indahnya.... Tapi aku rasa akan terasa indah dan nyaman saat bersamanya, apakah aku bisa berubah? Aku menyayanginya, namun aku juga tersakiti dengan kata katanya.... Hiks" Blaze melihat pemandangan di depan sana, hampir saja menangis. Namun ia tahan dengan tisu yang ia bawa
Blaze yang sudah mulai bosan, langsung beranjak dari tempatnya hendak turun, namun ia melihat orang yang sangat ia rindukan untuk berbicara kembali
KAMU SEDANG MEMBACA
the happiness you wasted (END)
General Fictionbagaimana rasanya saat saudaramu sendiri memintamu merubah sifat kepribadian mu? Sakit... Tentu... Bagaimana rasanya saat meminta saudaramu berubah, dia berubah sangat berubah dari pada kepribadian nya yang biasa, dan membuat mu rindu akan sifatnya...