Tay mengernyit saat mulai merasakan sakit pada kepala nya
Mata Tay masih tertutup, yang bisa Tay rasakan kini adalah kepalanya yang begitu sakit seperti siap pecah saat itu juga
"Pak.."
"Pakk.."
Sebuah suara kini membuat Tay ingin segera membuka mata
Perlahan Tay membuka matanya dengan susah payah
"Pakkkk???!!"
Tay bisa mendengar suara Singto kini memanggilnya
Sedikit demi sedikit, Tay mulai bisa melihat wajah Singto walaupun masih sedikit buram
"Yey!!! Akhirnya bapak bangun!!" Teriak Singto heboh
Tay masih mengerjap, berusaha menormalkan kembali tubuhnya
Tapi bayangan New tiba-tiba muncul di kepalanya
Mata Tay seketika membelalak teringat keadaan New
Tay menoleh ke arah Singto "To.. New—"
Tay memegang kepalanya, tak bisa menyelesaikan ucapannya karena kepalanya kembali sakit
"Hah?? Kenapa pak???" Singto mendekati Tay
Tay menghela nafasnya, dan memegang tangan Singto "To— New.. gimana keadaan New??"
Akhirnya Tay bisa menyelesaikan ucapannya walaupun dengan terengah engah
Singto menatap Tay, lalu mengernyit bingung
"Hah? Apa? Keadaan apa??" Tanya Singto dengan bingung
"N-new.. New gimana??" Tanya Tay lagi
"New??" Singto menaikkan satu alisnya
Tay mengangguk lemah
"New apaan Pak?" Tanya Singto lagi yang masih bingung dengan pertanyaan Tay
Tay menghela nafasnya. Tay mulai emosi, tapi tak bisa meluapkannya karena tak memiliki banyak tenaga
"New.. istri saya. Mana New??" Tanya Tay dengan nada kesal
"Hahh??? Istri? Istri bapak gimana? Nikah aja belum, halu banget baru bangun" gumam Singto
Tay mengernyit "To.. saya lagi gak bercanda. New mana??? New, istri saya!"
Singto mendesah kesal "istri bapak yang mana???? Bapak nikah aja belum! Gak usah halu deh!" Bentak Singto tak mau kalah
Tay mengernyit bingung "Maksud kamu apa To? Saya udah nikah. Saya udah nikah sama New. New— istri saya"
Singto yang mendengar itu tertawa "Pak, bapak punya pacar aja kagak, mau nikah begimana?? Lagian New itu siapa lagi? Cewek mana lagi pak?"
"To.. saya lagi gak bercanda"
"Ya sama pak, bapak pikir saya lagi stand up comedy?"
Tay menghela nafasnya untuk menahan emosi dan mencoba untuk duduk
Singto yang melihat itu langsung membantu Tay untuk duduk
"To, saya kasih tau sekali lagi. Saya udah nikah. Saya nikah sama New Thitipoom. Dan dia lagi hamil besar dan kamu tadi nelfon saya, bilang dia lagi di rumah sakit karna mau melahirkan"
Singto menghela nafasnya panjang "Wah, novel nya bagus banget pak. Halu nya lancar banget"
Tay menatap Singto tajam "Singto"
Singto langsung berdeham "Gini ya pak, bapak kayaknya ngalamin cedera yang cukup serius deh. Tapi gapapa sih kalau bapak halu gitu, yang penting sekarang bapak bangun setelah satu bulan koma"
KAMU SEDANG MEMBACA
9669 | End✓
Fanfiction🔞⚠️21+⚠️ BOYS LOVE⚠️ TAYNEW💙 ******Call me daddy, and be my baby ******* Bagaimana jika, New Thitipoom yang sedang mabuk, salah masuk kamar hotel dan malah masuk ke dalam kamar Tay Tawan Vihokratana, seorang pemangsa yang terkenal dengan keganasan...
