part 15

3.8K 237 13
                                    

Assalamualaikum...

****

Waktu berlalu begitu cepat..

Kini Ara telah sepenuhnya percaya kepada keluarga kandungannya.

Bukan Ara tak percaya, hanya saja ini sungguh di luar dugaan. Awalnya ia tinggal bersama keluarganya di Bandung , ayah yang sangat ia sayang meninggal dunia. Hingga beasiswa untuk sekolah menengah atas ke Jakarta membawa ia bertemu dengan keluarga kandungannya.

****

"Ara tunggu di parkiran ya, nanti varo ke nyusul" ucap varo sambil mengelus rambut hitam milik Ara

"Iya, varo jangan lama ya" ucap Ara sedikit cemberut

"Emm... Kamu ikut aja yuk, cuma kumpul esxul bentar kok" ajak varo

"Engga ah, aku tunggu di sini aja"

"Jangan khawatir ya " ucap Ara tersenyum manis

"Udah gih kamu kedalem takut telat" ucap Ara sambil mendorong pelan bahu varo

Dengan berat hati varo pergi ke dalam. Perasaannya sedang campur aduk entah kenapa.

****

Sekitar 20 menit varo belum juga kembali, karna Ara haus jadi ia ingin  membeli air mineral di sebarang jalan.
Sesampainya di warung ia langsung mengambil air mineral dan membayarnya.

Dari sebrang jalan ia melihat varo yang melambaikan tangan ke arah Ara.

Ara lantas menyebrang dengan sedikit berlari.

Brakk...

Deg..

Varo mematung menatap Ara yang terpental cukup jauh dengan darah di sekujur tubuh.

"ARA.."

Dengan cepat varo memangku kepala Ara

"Ara tahan ya kita ke rumah sakit sekarang"

"CEPET TELPON AMBULANS" varo berteriak kepada warga sekitar yang mengerumuninya, bahkan varo tidak peduli terhadap pelaku yang menabrak Ara kabur. Ia hanya fokus kepada Ara, saudara kembarnya.

"Var...ro Ara ti.. tip... Mamah.. pa..pah ab.. bang... Ya.."

"Jang... Ngan.. se... Dih..."

"Ara.. bobo dulu ya..." Kalimat yang di ucapkan dengan lirih dan susah payah

Akhirnya Ara menutup mata bertepatan dengan ambulans yang datang.

Jangan pergi Ra batin varo

***

Varo menelpon mamahnya dengan lemas.

"Halo mah"

Suara varo begitu lirih

"Halo.. kenapa sayang kok lemes gitu"

"Ara mah"

"Ara kecelakaan mah"

Prang...

"Ke..kenapa bisa varo" ucap bisa begitu lirih

"Rumah sakit Medika mah"

Tuttt...

________

Varo menatap ruang UGD didepannya dengan pandangan kosong

Mengapa ini bisa terjadi

Kenapa ia lalai dalam menjaga Ara

"ARGHHH...." Varo berteriak di depan UGD tersebut lalu menjatuhkan diri di lantai sambil memeluk kedua lututnya.

Terisak begitu pelan

Tak..

Tak..

Tak...

Suara derap langkah yang begitu cepat sehingga terdengar jelas

Ia mendongak menatap asal suara, terlihat lah keluarganya yang datang dengan tergesa-gesa

"Mah..." Lirih varo lalu memeluk mamahnya dengan erat

"Kenapa ini bisa terjadi varo?" Tanya sang papah

Bukan menjawab varo malah semakin terisak di dalam pelukan mamahnya.

"Ara mah..."

"Dia di tabrak mah"

"Varo gak becus jagain kembaran varo mah"

"Ara kesakitan mah"

Ucapan varo yang begitu lirih dan serak membuat mereka semua khawatir.

Bruk....

Tubuh varo tumbang dalam dekapan ibunya

"Varo..."

"Bangun sayang" ucap mamah Nisa sambil menepuk pelan pipi varo

Sontak seluruh mata menatap varo yang pingsan

"Cepat Panggil suster" suara papah varo membuat abijar berlari memanggil suster

*******

Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan bintang di bawah ujung kiri

Komen ya...

Follow me

Makasih semuanya

ALVIRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang