Semoga kalian menyukai akhir dari Deja Vu.
•••
10 tahun kemudian.
"Ayah!" Ares berteriak memanggil ayahnya yang masih bermesraan di dapur, Athena yang sedang memasak, dengan Jong Hoon yang memeluk wanita itu dari belakang.
"Dad!"
Jong Hoon sontak menoleh cepat, yang memanggilnga bukan Ares lagi, melainkan putrinya, Aluna Karkaroff. Jong Hoon melepas lingkaran tangannya di pinggang Athena dengan terburu-buru, ia menghampiri kedua anaknya yang duduk berdampingan di meja makan.
"Ada apa, Luna?" Jong Hoon duduk di hadapan Aluna.
"Ares ingin berbicara." Aluna melipat tangannya, tatapannya masih sama, datar. Manik biru laut itu seakan menenggelamkan mereka. Ares menelan ludahnya kasar kala melihat tatapan itu lalu ia menggeleng cepat dengan mata yang dikedipkan berkali-kali, ia mendekatkan wajahnya ke telinga sang adik.
Anak lelaki itu berbisik. "Bukankah kita sepakat, kau yang bertanya?"
Aluna menghela nafasnya, matanya beralih menatap sang ayah dingin. "Kenapa kau bertingkah seolah tak melakukan kesalahan, Dad?"
Jong Hoon tersentak.
"Kau melakukan kesalahan," ulang Aluna dengan tegas, tatapannya benar-benar dingin. Posisi tubuh yang ia tegakkan dengan lipatan tangan di dadanya, itu adalah ajaran sang ayah untuk mematikan lawan dengan cara yang tenang. Dan kali ini, Aluna akan melawan ayahnya
"Ayah melakukan kesalahan apa, Luna?" Jong Hoon balik bertanya, ia balas menatap sang anak dengan tatapan datarnya.
"Kau menyakiti ibu!" Ares memotong dengan cepat. Jong Hoon beralih menatap putranya, keningnya berkerut.
"Ada apa ini?" Athena mendudukkan dirinya di sebelah Jong Hoon, mendengar pra-perdebatan ini tidak membuat Athena tinggal diam.
Ares menatap Athena. "Apa yang ayah lakukan padamu, Bu?"
Wanita itu ikut mengerutkan keningnya. "Apa yang ayahmu lakukan padaku?"
Ares berdecak. "Kau semalam berteriak—
'Sudah!'
'Sayang, cukup!'
'Aku ingin keluar!'
—Kau disakiti olehnya?" Ares bertanya kelewat polos, detik itu juga pipi Athena memerah padam, ia menunduk dalam. Matanya beralih menatap sang suami, Jong Hoon yang ditatap seperti itu menggaruk tengkuknya. Ia terkekeh tanpa dosa.
Lalu pria itu menatap Ares. "Ares, Ayah tidak menyakiti ibumu. Hanya saja kami sedang menikmat—" penjelasan pria itu terhenti kala matanya beralih menatap sang istri yang menatapnya tajam seolah itu bukan penjelasan yang tepat.
"Eughh, Ayah sedang mengobati luka ibumu. Dan jangan bertanya lebih lanjut karena kami ada kerjaan lain." Jong Hoon berdiri disusul Athena, pria itu masuk ke dalam kamar, sedangkan Athena lanjut memasak.
•••
Athena melayangkan lipatan tangannya di balkon kamar, kepalanya menengadah sedikit untuk menatap bulan. Angin malam bertiup menerpa wajah cantiknya.
Lamunannya terpecah saat sepasang tangan melingkari pinggangnya dari belakang.
"Lagi apa, sayang?"
Athena menoleh sedikit, ia tersenyum lembut.
"Menatap bulan," jawab Athena, matanya kembali melihat bulan.
Jong Hoon ikut mengarahkan pandangannya sama dengan Athena, lalu terkekeh pelan.
"Bukankah ia cantik?" tanya pria itu.
Athena mengangguk. "Sangat."
"Seperti Aluna," ujar Jong Hoon, ia membalik tubuh Athena untuk menghadap kearahnya. Disentuhnya wajah cantik sang istri. "Terima kasih Athena," lanjutnya.
Athena mengernyit. "Untuk?"
"Segalanya."
Setelahnya, pria itu menghapus jarak yang ada dan semakin mendekatkan wajahnya. Bibir tipisnya mendarat tepat di bibir Athena, mereka saling melumat, tiada nafsu namun penuh cinta.
Bulan menjadi saksi bisu, saksi cinta yang ada diantara keduanya.
Tamat.
— ••• —
Terima kasih buat yang mengikuti kisah Yang Jong Hoon dan Athena dari awal.
Sampai bertemu kembali di lain hari <3

KAMU SEDANG MEMBACA
[ ☑️ ] Deja Vu
Fiksi Penggemar[ Sequel Reckless. ] "Aku mengenalnya dengan tidak mengenalnya," - Kim Athena ⚠️ Disclaimer ⚠️ • Beberapa tokoh murni berasal dari drama Law School, • 100% fiksi, • Tidak ada sangkut paut dengan kehidupan asli para pemain, • Abaikan timestamp, • Un...