Hii Bestiee 👋
.....🌺.....
"
"Kak Rio." kaget Naumi, bagaimana tidak panik, baru saja pulang sekolah sudah ada Rio yang berdiri di depan pintu rumah nya.
"Kakak mau ngapain?" tanya Naumi.
"Buka pintu! Gue mau masuk!" suruh Rio.
Tidak membantah, Naumi membuka pintu lalu Rio masuk dan duduk di sofa kecil milik Naumi.
"Jadi sekarang lo lagi dekat sama cowo satu sekolah?" Rio berdecih, "Sok cantik!" lanjut nya berbicara.
Naumi menyipitkan mata nya, "Maksud kakak apasih? Naumi ada salah lagi?" tanya nya hati-hati.
Ctass...
Naumi terkaget saat dengan sengaja Rio membanting kan vas bunga kecil yang terletak di meja.
Rio bangkit dari duduk nya dan menghampiri Naumi, "Lo udah pindah sekolah kan? Dan lo gada bilang sama gue." bentak Rio.
"Kenapa Naumi harus bilang ke kakak dulu?" tanya Naumi, dan hal itu membuat Rio tambah marah tentu nya.
"Udah mulai berani ngelawan gue lo." bentak Rio lagi.
"Naumi cuma bertanya kak. Salah?"
Bugh.
Dengan kuat Rio memukul wajah Naumi, lalu mendorong tubuh Naumi hingga Naumi terjatuh ke lantai.
"Masih mau nanya ke gue, ha?"
Naumi sudah mulai mau menangis, tapi ia terus menahan nya, ia tidak boleh terlihat lemah. "Naumi kamu harus kuat." batin nya.
Naumi mengusap sedikit darah yang ada di sudut bibir nya.
"Salah aku apa kak, kenapa kakak seenak nya bisa mukulin aku, selama ini aku gak pernah ngebantah kakak tapi kalau terus-terusan kaya gini, Naumi gak bisa diam terus!" ucap Naumi meninggi kan nada bicara nya.
"Anjing." umpat Rio lalu menunjang Naumi.
Bugh. Dan satu pukulan lagi telah mendarat di tubuh Naumi.
Naumi hanya tersenyum getir, "Pukulin aja aku terus kak, tapi,"
"Tapi apa ha?" bentak Rio. "Lo mau ngadu ke siapa, ke pacar baru lo si Rehan itu? Bahkan bentar lagi gue yakin dia bakalan benci sama lo." lanjut Rio berbicara.
Naumi menyipitkan mata nya, darimana sebenarnya Rio tau tentang Rehan, dan dari mana Rio tau kalau Naumi sudah pindah sekolah.
"Kakak jangan sampai berani nyentuh Rehan kak, aku gamau kejadian lama terulang lagi. Cukup Aska yang kakak lukai!" teriak Naumi.
"Kenapa emang nya ha?" tanya Rio.
"Karena aku gamau kehilagan orang yang aku sayang lagi kak!!" jawab Naumi.
Cuih. Rio meludah.
Rio menarik rambut Naumi, "Lo itu anak haram, bajingan. Gak pantes kalo ada yang suka sama lo!" murka Rio.
Naumi sudah tak kuasa menahan air mata yang akan jatuh dari sudut mata nya, namun ia tetap berusaha untuk tegar.
"Lepasin sakit." lirih Naumi.
"Masih mau lo ngebantah gue lagi, heh mau kabur kemana pun lo, lo bakalan tetap di bully dengan sebutan anak haram, bajingan!" ucap Rio.
"Jadi kakak yang udah kasih tau Rindy tentang itu?" tanya Naumi.
KAMU SEDANG MEMBACA
1/2
Teen FictionCinta atau benci?! Rehan Alevando Pratama. Rehan itu hanya ada satu, tapi sifat nya bisa menjadi dua. Kadang baik, kadang kejam. Bukan kah Rehan sama seperti bunglon, beda tempat beda sifat!!! ~ Ini juga bukan lah cerita tentang perjodohan seperti n...
