[-8h] Birthday Al

109 8 0
                                        

16.00

Gavin terlihat sedang sibuk menandatangani berkas yang menumpuk di atas meja kamar hotelnya.

Walaupun kini ia sedang berada diindonesia, Gavin harus tetap bekerja, seperti sekarang ini, ada beberapa berkas penting yang harus diselesaikan dengan cepat.

"Mark, apa semua sudah siap?" Tanya Gavin pada lelaki tegap yang sedang memandanginya sambil berdiri.

"Iya Tuan, sekitar 1 jam lagi saya akan kebandara"

"Baiklah, kamu hati-hati, jika ada masalah lagi diperusahaan segera hubungi saya"

Gavin menyodorkan berkas map terakhir yang sudah ia tandatangani.

"Oh iya Tuan, saya lupa memberitahu anda, Tadi pagi orang yang anda suruh untuk mengawasi Sean, memberi kabar bahwa lelaki itu ternyata ada di indonesia sejak 2 minggu yang lalu"

"APAA?? Sean ada disini?" Gavin sontak terkejut mendengar kabar dari Mark tersebut.

"benar Tuan, sudah 2 minggu dia bersembunyi disini"

"Brengsek, berarti memang benar dugaan kita, dia adalah Blackwolf yang selama ini menerorku, dan itu artinya orang yang membunuh paman adalah Sean" Gavin mengebrak meja dengan begitu keras, dadanya kini sudah naik turun, darah nya terasa mendidih.

"Dan sebelum itu, 2 minggu yang lalu, apa Tuan ingat dengan Pak louis dari alexander Group? Beliau sebelumnya mengajak perusahaan Tuan untuk bekerja sama, dan banyak Rumor yang tersebar, kalau perusahaan Tuan akan semakin sukses jika bekerja sama dengan Alexander Group"

"Ya saya ingat Mark, jadi bagaimana kontrak kerja sama nya?"

Mark terdiam sebentar, ia lalu menatap mata boss nya "Sayangnya Pak louis ditemukan Tewas 2 minggu yang lalu Tuan, beliau bunuh diri di ruang kerjanya"

"APA????"

"KAU BERCANDA MARK! Beliau tidak mungkin bunuh diri, Beliau pernah mengatakan kalau dia ingin menyerahkan kerja sama ini ke putra nya agar bisa hidup tenang dengan istrinya di Swiss"

Gavin memijit pelipis nya, masalah ini benar-benar hampir membuat kepalanya pecah.

Sang Asisten pun hanya bisa terdiam, Lelaki tegap itu sangat tahu bahwa boss nya tersebut bisa menyimpulkan sendiri kejadian ini.

"Tunggu dulu, 2 minggu yang lalu? itu artinya bertepatan dengan Datangnya Sean ke indonesia kan?"

Mark menganggukkan kepalanya "Benar Tuan, Menurut saya setelah Sean membunuh Pak Louis, ia lalu kabur ke indonesia untuk membuat alibi, Tuan tau sendirikan? Selama ini kita sangat kesulitan untuk menemukan bukti dari pembunuhan Blackwolf ini, dia sangat lihai dalam menghapus jejak"

"T-tapi kenapa kali ini dia membunuh pamanku Mark? Selama ini kami tinggal beda Negara dan kami sangat jarang berkomunikasi"

Gavin menutup wajah dengan kedua telapak tangannya, ia kembali teringat dengan Anthonio, lelaki paruh baya itu sama sekali tidak bersalah, kini malah pamannya yang menjadi korban.

"Menurut saya, Mungkin saja Sean Menjadikan kematian Pak Anthonio ini sebagai pancingan untuk membuatnya tetap berada didekat Anda, dia ingin Tuan juga berada di indonesia"

"Sialan kau Sean, Kau mau memata-matai ku heh?"

"Ck!! tidak diragukan lagi, itu memang ulah Sean, selama ini Blackwolf selalu membunuh orang-orang yang berhubungan dengan aku kan? Hahaha BAJINGAN KAU SEAN!!!!"

"Orangtua nya bunuh diri karna perusahaan nya jatuh bangkrut saat itu, Lalu dia menyalahkan orangtua ku yang tidak ingin membantunya saat itu? Haha lucu sekali kau Sean, Menuduhku sebagai pembunuh orangtua nya yang jelas-jelas bodoh itu, hanya karna harta ia membuat anaknya sendiri menjadi seorang pendendam sekaligus pembunuh berantai"

Alkina Alisha (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang