Gavin mengemudikan mobil nya dengan kecepatan penuh, tangannya mencengkram kuat kemudi mobil mengisyaratkan bahwa ia saat ini sedang diselimuti amarah.
Sesekali ia mengumpat karna ada pengendara yang menghalangi jalannya.
"AAAAAAAAAKKHHH" teriaknya sambil memukul kepalanya sendiri.
Kini ia merasa de javu, ia seperti dibawa kembali ke perasaannya dulu saat ia mengetahui kedua orangtua nya telah meninggal, dada nya sangat terasa sesak.
Saat mobilnya sudah berhenti dihalaman Rumah keluarga Sean, Gavin langsung keluar dengan gerakan cepat, bahkan pintu mobilnya tak lagi ia tutup.
"SEANNN!!! KELUAR LO SEKARANG BRENGSEK!!"panggilnya sambil mengedor-ngedor pintu tersebut.
Karna tak ada sahutan dari dalam sana, Gavin mencoba mengambil sesuatu dari bagasi mobilnya.
Rupanya ia mengambil linggis yang berukuran besar, ia pegang linggis itu seraya menuju pintu Rumah tadi.
Brakk..
Dalam 1 kali pukulan, gagang pintu itupun berhasil dirusak olehnya.
Gavin langsung masuk kedalam untuk mencari keberadaan Sean, akan tetapi rumah tersebut dalam keadaan gelap gulita.
"SEAN!!"
"JANGAN HARAP KAU BISA BERSEMBUNYI DARIKU LAGI BRENGSEK"
"SEAN!!!!!"
Gavin meraba-raba dinding untuk mencari saklar lampu.
Saat ia sudah menemukan saklar tersebut, Gavin langsung menyalakan satu demi satu lampunya, ia masuki kesemua ruangan yang ada dirumah itu untuk mencari keberadaan Sean.
"SIALAN KAU SEAN!! KAU BERSEMBUNYI DIMANA HEH"
Brakk...
Gavin membanting pintu ruangan tersebut dengan kencang, amarah nya kini semakin bergejolak sebab orang yang ia cari tidak ada dirumah tersebut.
"Sean!!!!kau mengejek ku heh? Ck!!" Ucapnya sambil memandangi ruangan tersebut.
Semua ruangan telah ia periksa, akan tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Sean disana.
Gavin berhenti ditengah-tengah ruangan yang bisa dibilang Ruang tamu, ia berdiri disana sambil terdiam, ekspresi nya kini terlihat datar, namun matanya...siapapun akan ketakutan jika ditatap oleh lelaki itu saat ini.
"Rupanya kau sedang mengejek ku heh?..." lirihnya pelan, namun nada bicaranya terdengar begitu menakutkan.
"Sean..kau sudah membunuh Gia, kau merenggut nyawa kekasihku, itu artinya secara tidak langsung kau sedang menantangku.."
"Kau sudah menggali kuburan mu sendiri Sean"
"Kau sangat pintar ternyata Ck! Kau selalu mengancam ingin menghabisi ku, dan sekarang kau sudah membunuh Gia, KAU MERENGGUT SEBAGIAN NYAWA KU SEAN!!!!"
Gavin kembali mengamuk, semua barang yang ada dirumah itu ia hancurkan menggunakan linggis yang sedari tadi ia pegang.
"BRENGSEK KAU SEAN!!! KEMBALIKAN GIA! HIDUPKAN KEMBALI WANITA KU!! AKKHHHHH"
Prangggg...
Kaca Rumah itupun ikut menjadi santapan amukan Gavin, lelaki itu kini lepas kontrol, amarahnya sudah berada diujung ubun-ubun.
Tak lama terdengar derungan mobil datang, ternyata orang yang keluar dari mobil tersebut adalah Mark, lelaki itu berlari menghampiri Gavin yang sedang mengamuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alkina Alisha (On Going)
Teen FictionAlkina.. Gadis cantik yang ia kira hidupnya akan berjalan dengan sempurna, tiba-tiba berubah menjadi gelap gulita. Suatu hari disaat ia sedang merayakan ulangtahun nya bersama Gia, sang sahabat, berubah menjadi malam yang tragis. Satu persatu orang...
