9. Bittersweet

9.1K 1.2K 69
                                        

* Play the song 👏


Mau kuantar pulang?" Tanya Jaemin masih sambil menggowes sepedanya.

Jeno menggeleng. Kemudian ia sadar Jaemin tidak bisa melihatnya dari depan, "tidak usah. Nanti aku telepon Taeyong hyung saja. Kau mau pulang?"

"Iya," Jawab Jaemin, "mau bertemu Bundaku?"

"Tentu."

Jeno bertanya-tanya dalam hati, jika wajah Jaemin setampan dan semanis itu pastilah wajah sang ibu sangat cantik dan manis.

Tidak lama mereka sudah sampai di sebuah restoran kecil yang ramai. Aroma pedas manis tercium dari sana. Kedai itu menjual tteokbokki, odeng, dan corndog.

"Jaemin-ah," sambut seorang perempuan cantik begitu melihat kedua laki-laki itu. Berambut panjang kecokelatan dan bertubuh tinggi ramping. Ia hanya memakai terusan murah tapi dress selutut berwarna putih itu seakan berasal dari merk ternama di tubuhnya.

 Ia hanya memakai terusan murah tapi dress selutut berwarna putih itu seakan berasal dari merk ternama di tubuhnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Jeno yang baru turun langsung menunduk sopan, "annyeonghaseyo noona."

"Noona?" Tanya perempuan itu heran.

"U-um, Jeno-ya," Jaemin terlihat menahan tawa. Bibirnya yang sudah bergetar digigit kuat, "itu bundaku."

Jeno membatu. Ia berkedip beberapa kali. Tidak memercayai pendengarannya sendiri. Tapi melihat perempuan itu mengecup kening Jaemin dan memeluknya erat, mendengar sendiri Jaemin menyebutnya bunda dan merangkul bahunya membuat Jeno percaya mau tidak mau percaya.

Demi Tuhan, wajah Bunda Jaemin cantik sekali. Terlihat sangat muda, bahkan tidak ada kerutan di wajahnya. Mulus tanpa cela dan berkilauan. Senyumnya juga sangat manis dan menawan.

"Teman Jaemin ya? Masuk-masuk," Bunda Jaemin menyelipkan tangannya pada sela lengan Jaemin dan Jeno, menggiring keduanya masuk ke toko, "namaku Im Yoona, panggil saja ahjumma. Namamu siapa, Nak? Kau tampan sekali."

"Jeno, ahjumma. Lee Jeno."

"Ohh Jeno," Yoona mengangguk-angguk, tapi kemudian ia membeku, "LEE JENO?!"

Yoona melirik Jaemin yang memandang lempeng besi tempat tteokbokki disajikan seolah adalah hal paling menarik di dunia. Seringai muncul di bibir perempuan cantik itu, "Jeno-ya ayo duduk dan makan bersama. Kau suka tteokbokki?"

"Suka ahjumma."

Yoona mendudukkan kedua laki-laki itu di meja pojok. Ia langsung sibuk mengambil sepiring besar tteokbokki, beserta gorengannya, beberapa corndog, dan odeng. Berlimpah di atas meja menguarkan aroma yang menggoda dan membuat perut Jeno kembali mengeluarkan suara keruyuk lapar.

Jeno melirik Jaemin, "ini terlalu banyak, ahjumma."

"Makan-makan! Kalian remaja, harus banyak makan! Masih masa pertumbuhan."

OMEGAISME || JAEMJEN - ON HOLDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang