72. The differences

3.9K 491 30
                                        

*play the song 👏🏻

"BANGUN!"

Perintah yang tertua membuat tiga laki-laki lebih muda mengernyit kaget.

"Sshh, Renjun-ah," bisik Jaemin resah. Susah payah ia berusaha menutup mulut Renjun yang terbuka lebar lagi, siap berteriak kencang dan mengganggu lelap omega kesayangannya.

"AIGOO! BANGUN! DASAR SLEEPING BEAUTY!" Renjun meninggikan nada suaranya lalu mendorong tubuh Jeno hingga memerlihatkan wajah cemberut sang omega yang belum sepenuhnya sadar dan masih mengawang-ngawang. Tanpa sengaja tertidur di dada Jaemin saking nyamannya.

Tak sabar, Renjun mencubit hidung Jeno kuat sembari memekik gemas, "BANGUNN!!!"

"Hnngh! Andwae!" Rutuk Jeno tidak suka. Ia mengibas sembarang arah seperti mengusir nyamuk dan meremat bagian dada turtleneck Jaemin, berniat tidur lagi.

"Mmf- ppftt-" di sebelah Jaemin, Haechan menahan tawa. Memang paling asyik menyaksikan pertengkaran Jeno dan Renjun, ada seru dan manis-manisnya. Bagai anjing dan kucing, terus berseteru karena sifat alamiah mereka.

"Sshh~" Jaemin mengelus kepala Jeno hati-hati sekaligus menggenggam lembut tangan Renjun yang terjulur mencubit pipi sang omega jengkel.

"AAAH, PERGI!" Usiran Jeno masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Renjun masih asyik menarik-narik pipi elastis Jeno.

"Tahan Renjun, Chan," pinta Jaemin pasrah. Ia tepuk-tepuk punggung Jeno lembut, menenangkan timbunan emosi yang berkecamuk dan bisa membuat seisi kamar berantakan diakibatkan hormon dan rasa tidak nyaman yang disembunyikan.

Jeno saat heat sedikit mirip dengan bunda Yoona saat menstruasi, bisa tiba-tiba meledak, hilang tenangnya.

"ANIII!" Renjun merengek dan mencebik sebal. Tidak suka melihat Jeno berada pada posisi ambigu, bak menyusu pada Jaemin. Sungguh melewati batas. Matanya tidak berhenti berkedut melihat interaksi dua laki-laki itu.

Kalau tidak ada hubungan apa-apa, ya biasa saja dong!

"Kau bukan sleeping beauty! Bangun dan kita pergi makan sekarang!" Titah Renjun sambil berkacak pinggang. Ia mengabaikan tangan Haechan yang menyelip masuk, memeluk pinggangnya manja.

Geraman rendah terdengar dari tenggorokan Jeno. Ia merengut lalu mendongak menatap Renjun yang berdiri menjulang di sebelah kasur. "Bukan sleeping beauty!"

"KAU TIDUR TERUS, LALU APA SEBUTANNYA HUH?! OH YA! YANG BENAR KUKANG! PEMALAS!"

"YA!"

Jaemin sigap menahan pinggang Jeno yang hampir melontarkan diri untuk menyerang Renjun. Ia meringis sambil sesekali menghindari sikutan brutal sang omega yang dikendalikan emosi.

"Sshh, hei pup, sudahh~ Renjun benar. Bangun yuk kita makan saja~" ujar Jaemin sesabar mungkin. Ingin rasanya ia peluk dan tekuk Jeno menjadi dua agar tidak rewel dan galak seperti ini.

"Hmngh!" Jeno menghentikan serangannya yang sangat Jaemin syukuri. Tapi kedua pundaknya yang menegang, turun, lesu.

"Jahat." Jeno berbisik amat pelan lalu menunduk sedih. Baru merasakan kenyamanan, kini rasa yang langka itu direbut darinya. Padahal dua puluh menit belum terlewat sesuai janji.

Jeno melepaskan tangan Jaemin yang memeluk pinggangnya lalu merangkak ke pinggir kasur, berlawanan dengan keberadaan Renjun dan Haechan yang saling pandang dan mengangkat alis heran.

Pelajaran pertama: jangan pancing omega saat sedang heat. Terlampau sensitif dan rentan. Bila tidak dipukul, mungkin dibuat merasa bersalah setengah mati.

OMEGAISME || JAEMJEN - ON HOLDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang