48. Youngblood

4.4K 631 118
                                        

*play the song 👏🏻

"Ternyata benar ya, orang kaya itu tebal muka."

Oh? Sindiran itu untuknya? Sebelah alis Jeno terangkat heran. Ia mengedikkan kepala memberi kode Mark untuk menutup pintu.

Jeno tidak memedulikan sosok lebih pendek yang duduk di kursi kecil dekat ranjang Jaemin,  yang memegang tangan sang alpha erat-erat seolah sama sekali tidak ingin melepaskannya meski maut memisahkan.

"Masih berani menunjukkan muka pada orang yang kau buat celaka?" Sindir Renjun pedas. Ia melirik tajam Jeno dari sudut mata, "tidak punya malu ya?"

Mark yang menuntun Jeno berjalan mengangkat alis sengit, tidak terima dengan perkataan Renjun. Belum membuka mulut ia sudah dipotong Jeno.

"Memangnya aku melakukan apa padamu?" Tanya Jeno tenang. Tertatih ia menghampiri ranjang Jaemin, di sisi yang berlawanan dengan sang beta, "kulihat kau baik-baik saja? Tidak sepertiku yang memakai seragam rumah sakit?"

"Bukan padaku tapi si bodoh ini." Renjun menunjuk wajah pucat Jaemin yang terbaring tak berdaya.

"Dia-hampir-mati-" eja Renjun sambil memutari ranjang menuju Jeno, lalu menunjuk-nunjuk kuat dada laki-laki itu sampai terdorong menempel ke nakas sebelah, "KA-RE-NA-MU!"

Jeno diam saja. Ia memperingati Mark lewat mata untuk tidak ikut campur.

"Keluar," ucap Jeno tanpa suara pada Mark.

Sang alpha melemparkan tatapan sengit dan sebagai jawaban tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya. Ia sudah menahan emosi karena beberapa kali Jeno mengabaikan dan tidak menurutinya, untuk apa ia mengabulkan permintaan tidak masuk akal laki-laki itu?

Lagipula terlihat jelas bahwa perdebatan ini tidak imbang. Renjun adalah seorang beta dan sehat-sehat aja sedangkan Jeno... Sudah sakit dan terluka, omega pula.

Fakta ini tidak mengagetkan Mark. Dia tidak bodoh-bodoh amat dan sudah mencurigai beberapa hal. Dimulai dari samar aroma manis yang pernah diendusnya, seringnya Jeno tidak masuk sekolah pada saat tertentu, tingkah manja yang tiba-tiba keluar dan pembicaraan rahasia yang kadang-kadang pemuda itu dan Jaemin lakukan.

Kemana ia harus bertanya dan menyelidiki? Tentunya kepada dokter terdekat keluarga Jeno sekaligus pamannya: Suh Johnny.

Sumpah, Mark baru mengetahui gender kedua Jeno tiga hari lalu. Setelah berusaha mengorek untuk beberapa waktu, usahanya membuahkan hasil, yaitu di saat mengajak Johnny berpesta wine, ia pura-pura ke kamar mandi dan tak mendengar racauan Johnny saat tengah terlalu rileks.

Mengenai rencana pergi ke China bertiga dengan Renjun sebagai sang perantara. Mark tahu ia tidak akan mendapat apapun bila menghubungi Jeno dan Haechan. Jaemin dicoret dari kandidat karena Jeno pasti melindunginya dan laki-laki itu seperti anjing yang setia, tidak akan membeberkan rahasia tuannya bahkan jika diinterogasi sampai hampir mati.

Maka satu-satunya pilihan adalah Renjun. Yang dapat ia ancam untuk memberitahu segalanya.

Mark mendatangi Renjun. Renjun membocorkan rencana mereka. Renjun mengajak Mark untuk ikut serta dalam rencana cadangan. Mark mengajak Chenle ikut serta juga.

Karena semakin banyak orang, semakin aman juga omega yang ia sukai dan kembarannya.

Chenle memiliki kuasa yang tidak mereka punya.

Dan dengan begitulah kesimpulan hingga saat ini. Pergi lebih dulu ke China, berpura-pura sebagai warga asli Tiongkok, hingga menjemput kembali tiga teman yang tidak disangka-sangka berada dalam keadaan genting dan sekarat.

Benar kata Jaemin, perlu adanya rencana cadangan di luar keinginan Jeno dan Haechan. Mark bersyukur atas ide saingannya itu, tapi sama sekali tidak akan mengatakan apapun padanya.

OMEGAISME || JAEMJEN - ON HOLDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang