*play the song 👏🏻
Belum pernah Jeno melihat tonkatsu sebesar ini delapan belas tahun ia hidup. Makanan yang berasal dari Jepang itu lebih besar dari wajahnya.
Daging babi yang dibalut tepung panir dan digoreng sampai berwarna kuning keemasan dengan lelehan keju mozarella di tengahnya menguarkan harum yang menggoda. Mashed potato yang dibentuk bulat dengan sendok dan irisan tipis kubis diletakkan di sebelah. Mangkuk kecil yang diantarkan bersamaan dengan piring raksasa itu berisi saus kecokelatan kental terbuat dari campuran mirin, kecap, bubuk bawang putih, dan saus tomat. Tekstur lengket dan pekat yang terlihat amat nikmat.
Perut Jeno seketika keroncongan melihat menu di depannya. Ia meneguk ludah tergiur dan menggenggam garpu serta pisaunya tegak bagai anak kecil yang menunggu.
"Boleh aku potongkan untukmu?" Tawar Jaemin gembira. Ia sama lapar dan antusiasnya. Namun tidak lupa untuk memberikan pelayanan bintang lima layaknya karyawan asli restoran itu yang digaji per hari pada sang omega.
"Kau mau melakukannya untukku?" Tanya Jeno.
"I can do everything for you, my prince," Jaemin berkelakar lalu menarik piring Jeno dan mengabaikan piringnya sendiri. Tak masalah tonkatsunya mendingin, toh rasanya tetap enak. Dan juga miliknya tak memiliki lelehan mozarella yang akan mengeras jika tak buru-buru dimakan.
"Your fork and knife, your majesty?"
Jeno menyerahkannya tanpa ragu. Dalam diam ia perhatikan Jaemin yang begitu bersemangat memajumundurkan pisau, memotong tonkatsu besar itu menjadi suapan-suapan sebesar mulutnya. Sesekali Jaemin menyunggingkan senyum pada Jeno lalu kembali fokus pada kegiatannya.
Dilayani bagai seorang raja, itulah yang Jeno rasakan hari ini.
Rasanya... Menyenangkan.
Jeno hanyut dalam lamunan, membayangkan bagaimana jika di masa depan ia masih bisa merasakan ini. Semua lukanya sembuh, semua rasa bersalahnya hilang. Ia bisa hidup dengan bebas, damai tanpa memikirkan apapun. Tanpa beban, tanpa ekspektasi berlebihan.
Semua orang bahagia, semua orang memaafkan masa lalu yang telah lewat. Semua orang menggapai apa yang mereka inginkan dan hidup dengan baik.
SPLAT
"MAAF!"
Jeno mengerjap cepat, menghalau rasa pedih karena sesuatu menciprati matanya. Ia membubarkan khayalannya yang langsung berganti dengan wajah panik Jaemin. Laki-laki itu pucat pasi dan terlihat seperti baru saja mendengar kalau ia mendapat hukuman mati.
"Maaf! Maaf! Aku tidak sengaja!"
Jeno memejam lucu, ada tekstur halus yang mengusap pipi dan sudut matanya hati-hati. Begitu lembut dan terkesan takut-takut.
Ia membuka matanya lalu mengambil alih tisu di tangan Jaemin. "Tidak apa-apa."
"Sausmu tumpah sedikit, ini makan milikku saja," ujar Jaemin cepat. Ia menukar sausnya dan Jeno terburu-buru, sedikit menumpahkannya ke meja.
Jeno menghela napas panjang. Setiap kali bersama Jaemin pasti ada saja kecerobohan atau kejadian aneh yang terjadi.
Tapi anehnya... Jeno suka. Harinya yang semula abu-abu menjadi berwarna. Penuh kejutan dan tak terduga.
Jaemin memiliki kemampuan aneh untuk membuat Jeno merasa... Tidak biasa. Dalam artian positif dibanding kehidupan sehari-harinya yang monoton dan mengikuti rencana.
Jeno memutuskan untuk berpindah di sebelah Jaemin. Prihatin laki-laki itu sungkan menatap wajahnya.
"ASTAGA!"
KAMU SEDANG MEMBACA
OMEGAISME || JAEMJEN - ON HOLD
FanfictionDiantara seorang Alpha dan Omega, mereka membuat sesuatu yang dinamakan 'Omegaisme' Warning ⚠️: -B x B -TOP! JAEMIN -BOTTOM! JENO - Mature Explicit Content - ANGST, romance, friendship, comedy, fluff, slice of life, DRAMA, action, science fiction, i...
