57.5 SPECIAL CHAPTER (A POEM TITLED YOU)

7.2K 609 57
                                        

*Play the song 👏🏻

Seorang Alpha memiliki kekuatan yang luar biasa. Melebihi fisik yang berada di atas rata-rata secara alamiah, insting dominant yang mengintimidasi serta wibawa yang berkharisma, alpha juga mampu mengeluarkan feromon yang menundukkan para omega, bahkan beta hingga tak berdaya. Pantas saja disebut bila Alpha memiliki kedudukan tertinggi dalam strata kehidupan fauna maupun manusia.

Terlahir menjadi seorang alpha berarti sendok emas sudah ada di dalam genggamanmu secara tiba-tiba. Privilage yang hanya diberikan kepada manusia-manusia terpilih yang sudah pasti membuat hidup mereka jauh lebih mudah.

Hidup yang sebenarnya dimulai ketika kita mendapatkan gender kedua, dimana apapun berjalan sesuai dengan kodratnya-

"Ck," Jeno mendecak jengkel lalu membanting buku yang ia ambil bersamaan dengan jurnal referensi itu.

Niat hanya ingin refreshing sebentar dari membaca jurnal-jurnal penelitian terbatas yang sekolahnya miliki, malah mendapat sebuah buku yang begitu mengagung-agungkan seorang alpha.

Judulnya saja yang "Bagaimana Kesuksesan Dalam Hidup Dapat Dicapai Sebelum Usia Dua Puluh Lima" isinya malah membuat Jeno yang suka membaca ingin membuang buku itu lewat jendela.

Jeno menyender lelah pada kursi. Kepalanya lumayan pusing dan matanya seperti dioleskan lem, begitu berat dan terus ingin menutup.

Insomnia. Jeno sering mengalami insomnia.

Pada pukul tiga ia baru bisa tidur untuk kemudian mulai beraktivitas pada pukul setengah tujuh. Tidurnya yang singkat itu pun jarang sekali nyenyak, diisi oleh mimpi-mimpi buruk dan menyedihkan yang menguras tenaga dan semangatnya.

Jam tidur Jeno seharusnya terbalik, tapi siang pun ia tidak bisa tidur seenaknya karena kewajiban yang tentu tidak bisa ditinggal begitu saja.

Murid kelas tiga memiliki tanggung jawab dan jam belajar yang berkali lipat lebih banyak.

TING

Jeno melirik layar ponselnya yang tiba-tiba menyala. Sebuah pesan dari Jaehyun baru saja masuk.

Oh bukan satu, beberapa. Jeno langsung melepas kacamata dan meletakkannya ke atas meja, ingin tahu akan isi pesan sang ilmuwan jenius.

"Aku sudah menemukan formula yang tepat untuk cairan yang kau inginkan."

"Kau bisa datang ke lab malam ini?"

"Sekalian kita mendiskusikan hasil penelitian yang baru-baru ini kulakukan."

"Kurasa kau akan tertarik."

Dengan cepat dan tanpa pikir panjang Jeno mengetikkan balasan. "Tentu Hyung."

Balasan dari Jaehyun datang tidak kalah cepat. "Apa Jaemin akan datang juga?"

Sepertinya Jaehyun sedang memegang ponsel, cukup sulit menghubungi sang omega di sela kesibukannya.

"Kau mau aku mengajaknya?" Tanya Jeno heran.

"Sebaiknya jangan." ketik Jaehyun. "Sebagai gantinya bawa Haechan."


.



"Yah! Langitnya benar-benar cerah hari ini!"

Cakrawala awal bulan kelima, hampir memasuki akhir musim semi hari ini memang amat cerah. Bersih dari gumpalan gemuk awan, mempertontonkan warna biru mudanya yang terang ditemani matahari di kejauhan sana.

Serat-serat tipis berwarna putih seperti permen kapas melayang santai secara acak di beberapa bagiannya, menimbulkan gradasi menuju tingkat value warna tertinggi.

OMEGAISME || JAEMJEN - ON HOLDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang