75. Take Me Back

4K 473 32
                                        

TW// Mental Illness ⚠️


*play the song 👏🏻


Deruman rangkai besi beroda empat bergantian memasuki pendengaran Mark dan Haechan.

Membawa seseorang pulang... atau pergi entah kemana.

Silih berganti membuka pintu, mengantar seseorang menuju jalan baru yang telah mereka pilih. Lalu pintu itu tertutup dan tak akan terbuka lagi, melaju pergi bagai kesempatan yang tak datang dua kali.

Mereka berdiri diam di lobby, menunggu jemputan berupa taxi datang. Samar gumaman sesama penunggu mengiringi pikiran mereka yang tengah menjulur sembarang.

Pulang bagi Mark, dan pergi bagi Haechan.

Kembali ke dunia lama bagi Mark dan memasuki dunia baru bagi Haechan.

"Kita ke rumahku dulu," ucap Mark sambil mengecek ponselnya. "Dad mau bertemu denganmu."

"Oke," jawab Haechan singkat.

Mengudara nonstop berjam-jam membuat tubuh Haechan amat pegal dan kaku. Kini setelah mendarat di Vancoucer, ia bisa bernapas lega dan merenggangkan tubuhnya.

Inilah udara benua Amerika. Terasa berbeda. Haechan merasa... Asing. Dan... Tidak nyaman.

Dikepung senyawa yang masuk ke paru-paru dan mengaliri darahnya. Mau tak mau ia terima, karena membutuhkannya.

Tapi inilah salah satu cara menuju impiannya. Inilah tujuannya, lepas dari penjara. Merantau sendirian di negara orang tanpa adanya larangan.

Mungkin ia akan kesepian. Tapi tidak apa-apa, tidak ada sesuatu yang didapat tanpa pengorbanan.

Termasuk meninggalkan Jeno.

TIN TIN

"Ah, inilah jemputannya. Dunia baru dan asing, selamat datang," batin Haechan, "tolong perlakukan aku dengan baik, jangan terlalu kejam."



.



Rumah orang tua Mark besar. Minimalis, tidak ada pagar. Dan ada satu anjing besar berwarna hitam yang langsung antusias menyambutnya begitu pintu terbuka. Meski terpincang-pincang, anjing itu menggonggong lantang pada Mark.

"Hey, bud," sapa Mark sambil tersenyum lebar. Ia memeluk si anjing tua sayang, teman masa kecilnya yang sudah sakit-sakitan dan mungkin akan segera meninggalkannya.

"Aigo, lucunya~" kekeh Haechan. Ikut menepuk kepala si anjing di gendongan Mark. Ia disambut dengan jilatan basah di sekujur telapak tangan.

Haechan membungkuk sopan, terbawa kebiasaan di Korea pada ayah Mark. "Good night eh-morning, Sir."

Haechan melirik sekeliling, ia menurut saja dibawah Mark pagi-pagi buta ke rumahnya. Hari bahkan masih gelap, pukul empat.

"Just call me Arthur," ujar ayah Mark. Ialah komposer di balik layar yang dipuja-puja para penikmat musik. Orang besar di bidang pekerjaannya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
OMEGAISME || JAEMJEN - ON HOLDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang