56. Come With Me

5.1K 596 56
                                        

*play the song 👏🏻


Telunjuk Chenle bergerak memutari pinggiran kaleng soda, mengamati dengan rinci tiga laki-laki yang duduk bersebelahan di sebelah kanannya.

Seperti bentuk meja yang mereka diami: bundar, hubungan mereka juga selambat pergerakan komedi putar. Perlahan-lahan naik ke puncak lalu setengah lingkaran menjorok ke dasar, berulang-ulang dan cukup membingungkan.

"Jeno-ya~" panggil Chenle.

Jeno menengok pada sang beta, menghentikan suapan yang akan dimasukkannya.

Namun tiba-tiba saja ia menjulurkan tangan cepat, menahan sebuah kaleng soda yang masih belum dibuka tetap di meja.

Si pelaku yang berniat meminumnya mengangkat sebelah alis heran. Ia melemparkan tatapan penuh tanya pada Jaemin yang berada persis di depannya. Sang alpha pun menaikkan kedua alis tebalnya bingung.

"Sudah kubilang dia masih kesal denganku," ucap Renjun lelah pada Jaemin. Si pelaku terduga.

"Bilang saja kalau kau mau mengusirku sekarang." Perkataannya yang ini ditujukan pada satu-satunya omega disana.

"Punya Jaemin," ucap Jeno singkat. Ia menggeser minuman dingin itu mendekat pada Jaemin lalu menatap penuh arti pada Chenle.

"Mark hyung suka Jeno, si miskin suka Jeno. Tapi siapa yang Jeno sukai?"

Pertanyaan yang ia suarakan tadi sepertinya bisa Chenle jawab secara mandiri. Masih kemungkinan sih.

Ia merogoh ke samping, memberikan Renjun minuman baru. "Rasanya ada yang kurang. Ayo ke dapurmu."

Jeno memindai meja yang hampir penuh, tersisa nampan-nampan berisi daging dan mangkuk sayuran setengah kosong. Mangkuk-mangkuk berisi saus pun tersisa sedikit.

"Masih lapar? Apa kau mau buah?" Tawar Jeno sambil berdiri. Bak domino Jaemin pun langsung berdiri meski pipinya tembam penuh makanan.

"Buah! Aku mau buah!" Sorak Haechan senang. Ia mengelus perutnya kekenyangan kemudian menenggak soda lagi, "ambilkan es krim juga!"

"Kau sedang ingin buah apa?"

"Strawberry dan pisang," ujar Haechan setelah lama menimbang-nimbang. Ia menyenggol Renjun. "Kau mau apa?"

"Sebentar lagi aku menyusul kesana. Ada yang mau kusampaikan padamu," ucap Renjun sambil menatap Jeno, "dari Winwin ge."

Jeno mengangguk mengerti. Sebelum beranjak pergi memimpin Jaemin dan Chenle, ia melirik Mark dari sudut mata. "Semangka?" Tawarnya.

"Yes. Thanks, angel."

"No need."

Chenle menunggu Jaemin dan Jeno sudah agak jauh baru beranjak berdiri. Ia melipat tangannya di depan dada dan mendongakkan dagu pada Mark yang makan dengan lesu.

"Sangat memalukan bisa kalah dari seseorang yang kastanya jauh di bawahmu, hyung."

Tanpa menengok pada siapapun, Renjun menggumam sebelum memasukkan daging kesekian ke dalam mulutnya. "Dasar orang kaya, kalian bisa mati ya kalau tidak membicarakan tentang kasta?"

.


"Jeno-ya."

"Hm?"

Chenle membiarkan Jeno mengeluarkan beberapa buah dari kulkas terlebih dahulu. Setengah potong semangka besar, satu plastik strawberry dan blueberry, beberapa pisang matang, potongan melon berukuran sedang serta segenggam cherry.

Ia menutup mulutnya kembali, ingin mengetahui apa yang akan Jaemin lakukan karena laki-laki itu berjalan mendekat pada Jeno tanpa keraguan.

Jaemin meletakkan sebuah mangkuk kayu besar ke atas counter juga sebuah mangkuk kecil berisi beberapa garpu dan sendok mini.

OMEGAISME || JAEMJEN - ON HOLDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang