79. Now, Its US (END S1)

13.4K 646 97
                                        

*play the song 👏🏻



"Totalnya 513.230 won."

Serentak Jeno dan Jaemin mengeluarkan kartu masing-masing membuat sang kasir kebingungan mengambil yang mana.

"Ini," Jeno menyingkirkan milik Jaemin dan menyodorkan black cardnya lebih jauh.

"Ani!" Tolak Jaemin. Ia menggenggam tangan Jeno yang memegang kartu lembut dan menariknya mendekat, menempatkannya mulus di antara tautan jemari tanpa sang omega sadari.

"Yang ini ya."

Kelihatannya dijauhkan, padahal supaya bergandengan.

Jeno mendecak pelan. Kartu yang terselip di antara jemarinya dan Jaemin itu kini pindah ke tangan yang lain, tangan Jaemin.

"Jaemin."

"Aku saja ya, pup," bujuk Jaemin tak lupa dengan senyum manisnya.

"Jaemin!" ulang Jeno lebih tegas.

"Uh-uh!" Jaemin menggeleng tidak suka. "Aku bukan pengemis, Jeno."

"Yang mengatai kau pengemis siapa?" Desah Jeno lelah. Perkara membayar saja rebutan, Jeno tidak suka.

"Tidak ada," ujar Jaemin. "Aku yang merasa begitu karena selalu menerima dan tidak pernah memberi."

"Ck," Jeno mendecak melihat sang kasir mengambil dan membayar belanjaan mereka dengan kartu Jaemin. Ia menyipitkan mata melihat senyum penuh kelegaan dan kepuasan sang alpha.

"Jangan marah," gumam Jaemin. Ia memberanikan diri merapikan poni Jeno yang menjuntai menutupi mata cantiknya.

Sudah sepanjang ini rambut Jeno, pantas ia ingin potong. Namun, seperti yang Jaemin katakan sebelumnya, rambut Jeno yang sehitam bulu gagak ini sangatlah cantik dan 'jatuh'. Ia sangat suka ketika helai lembutnya memantul di dahi saat Jeno mengangguk atau berjalan santai.

"Bagi dua kalau begitu. Bagaimana?" tawar Jaemin setelah tidak mendengar adanya respon dari sang omega yang menatap monitor datar. Kartu hitam berkilat yang ia lambaikan juga dicueki seolah Jaemin tak terlihat.

"Aku tidak mau apapun selalu kau bayari. Minimal kita ganti-gantian ya?" Coba Jaemin lagi.

Jeno menghela napas panjang. "Aku sama sekali tidak keberatan."

Jaemin membungkukkan tubuhnya agar wajahnya sejajar dengan Jeno. "Jaemin punya banyak uang kok! Ya~?"

Adu tatap tanpa berkedip mengabaikan gerak-gerik canggung sang kasir yang ingin mengembalikan kartu, akhirnya Jeno menjawab. Menyerah, tidak mau berdebat.

"Oke. Begitu saja."

"Ne~" senandung ringan Jaemin membuat Jeno tersenyum dalam hati.

Langka menemukan seseorang yang mau merogoh dompetnya cukup dalam, di tengah kondisi keuangan yang tidak stabil, meski tahu ia terikat perjanjian dimana tertera segala kebutuhannya akan terpenuhi oleh pihak yang lain.

Mengingat masa lalu, Jeno mengatai kebodohan dirinya sendiri.

Teman-teman tahi anjing. Ia berusaha bersikap bersahabat dan menyamai selera mereka, malah dimanfaatkan dan dikeruk habis-habisan.

Untung yang satu ini tidak begitu meski melenceng dari saran orang yang bisa dan perlu ia dekati. Saran mujarab oleh Seunggi, yang tahu betul mana oknum yang berguna mana yang hanya menjadi parasit selamanya.

Satu dari seribu. Entah nanti, Jeno tidak tahu. Yang pintar biasanya berpura-pura dulu sebelum melakukan aksinya.

Tapi Jeno rasa, Jaemin bukan tipe yang seperti itu. Toh, dia juga berencana memanfaatkannya. Sangat memanfaatkannya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 23, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

OMEGAISME || JAEMJEN - ON HOLDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang