SILENCE 15

446 63 7
                                        

[Silence-15 : Pesta yang menyenangkan]

Pesta terus berjalan tanpa kehadiran cangse sanren yang sudah pulang lebih dulu akibat memakan daging gigolonya sendiri. tanpa ada rasa bersalah sama sekali wei wuxian membuang bulgogi daging manusia itu ketempat sampah. Matanya mengamati pesta ulang tahunnya dengan tatapan dingin, kedua ujung bibirnya terus menerus membentuk seringai mengerikan.

Nie huaisang menghampiri wei wuxian dengan dua gelas wine ditangannya "Wei xiong? Apa rencana pertama berhasil?" Ujar nie huaisang sambil menyodorkan segelas wine kepada wei wuxian.

Anak wei cangze itu hanya melirik nie huaisang tanpa ada niatan untuk mengambil wine ditangannya, ia menghembuskan nafas panjang, lalu berbisik "Rencana ku selalu berhasil A-sang, katakan padaku rencana mana yang aku siapkan gagal?" Jari jemari lentik wei wuxian mengambil segelas wine yang terus dipegang nie huaisang lalu meneguk semuanya sekaligus

Nie huaisang "Seluruh rencana wei xiong selalu berhasil, tak ada yang gagal" keduanya terkekeh tanpa rasa bersalah sedikitpun setelah membunuh gigolo cangse sanren dengan cara paling sadis yang pernah dibayangkan.

Dirinya selalu suka mendengar jeritan ampunan dari para korbannya yang sekuat tenaga meminta belas kasihan, Semua jeritan para korban yang dibunuh langsung tersimpan rapih didalam sebuah flashdisk yang kini berada ditangan xue yang. Terkadang wei wuxian menguplod beberapa vidio pembunuhannya di situs dark web yang dipenuhi orang-orang aneh 

Situs yang butuh keahlian hebat dalam ilmu teknologi untuk mengaksesnya , karna tidak semua orang bisa menakses situs ilegal itu.

"Wei xiong apa yang harus kita lakukan untuk sisa daging-daging?" tanya huaisang

Seringai kejam kembali terukir di wajah wei wuxian "Berikan saja kepada anjing-anjing liar." hatinya telah menggelap, rasa simpatinya telah menghilang akibat kerasnya kehidupan yang dipenuhi kelokan tajam. 

____

Pesta berakhir pukul delapan malam. ketika seluruh tamu mulai pamit wei wuxian hanya memfokuskan tatapannya kearah lan bersaudara yang masih mendudukan diri di meja mereka, dengan inisiatifnya sendiri wei wuxian menghampiri saudara tirinya

"Apa kalian menikmati pestanya?" ujar wei wuxian denghan dipenuhi nada kegembiraan

Lan xichen membalas perkataan wei wuxian dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajahnya itu "Ini pesta yang menabjukan, makanan yang disajikan begitu mewah, ini tak sebanding dengan hadiah yang aku berikan padamu" 

"Jangan bicara seperti itu lan huan, kadomu itu sangat indah, bahkan aku langsung memakainya" wei wuxian dengan bangga memamerkan sebuah jam tangan mewah ber merk Gucci itu, dirinya tahu harga jam tangan ini tidak semahal mainan yang ia berikan untuk putranya, A-yuan. 

Lan xichen yang melihat jika kado yang ia berikan begitu sangat dihargai hanya bisa tersenyum manis, senyuman yang menjadi obsesi wei wuxian. Ketika kakak lan wangji itu menarik kedua sudut bibirnya maka jantung wei wuxian akan berdetak lebih kencang dari biasanya

"Ah, untuk kado yang lan zhan berikan, aku sangat berterimakasih, itu adalah kado yang sangat berharga" ujar wei wuxian dengan senyuman menggodannya, Senyuman nakal yang membuat gairah lan wangji menggebu-gebu

Walaupun wajahya masihlah sama datarnya, tapi kedua telinga lan wangji sudah memerah, bahkan hingga ke lehernya "Itu bukan maslah" Ucapnya dengan wajah tanpa ekspresinya. Lan xichen tahu adiknya sedang malu, walaupun dimata orang lain lan wangji hanya bereaksi datar, tapi dalam mata lan xichen lan wangji kini sedang malu

SILENCE (Mdzs)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang