Semua mata yang ada disana memandang empu pemilik suara tadi yang tengah berdiri di pintu apartemen wei wuxian. punggung wei wuxian bagaikan disiram air dingin saat menyadari siapa orang tersebut
"Lan Xichen?!" satu nama berhasil dikeluarkan wei wuxian dengan penuh susah payah. orang yang ada dihadapannya adalah Lan Xichen, anak pertama dari keluarga Lan
Jiang cheng memasang posisi siaga ketika menyadari jika lan xichen membawa senjata api di saku celananya, sedangkan wei wuxian? ah dia masih tidak berani berbuat apa-apa sekarang, kepalanya hanya berisi berbagai macam perkiraan apa yang sebenarnya Lan xichen lakukan disini dan apa saja yang sudah ketahui? semua pertanyaan berputar-putar dikepalanya bagaikan udara
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya jiang chemg dengan rahang yang mengeras
"Aku hanya ingin menjemput ibu kembali kerumah dan juga-" lan xichen menghentikan kalimatnya dan beralih menutup pintu apartemen "apa apartemen ini aman untuk membicarakan ini?"
wei wuxian bangkit dari rasa terkejutnya "Apartemen ini sangat aman kau bebas mengatakan apapun"
senyuman tipis terukir jelas di wajah seindah giok Lan xichen, entah maksud apa yang ada di pikiran xichen. "Aku mengetahui semuanya yang terjadi, ini bukan ulah wei wuxian, tapi dalang dibalik tragedi ini adalah Chen an"
BRAKK!
Jiang cheng dengan penuh emosi menendang meja dan ingin menghajar lan xichen tapi aksinya ditahan oleh wei wuxian, kini kondisi ruangan menjadi mencekam, wen qing yang sendari tadi menggedong A-yuan menggeram kesal saat jiang cheng menendang meja yang menimbulkan suara keras, suara itu mengejutkan a-yuan hingga menangis kencang
wei wuxian memijat pelipisnya "A-cheng kau membuat anakkub menangis sialan, tolong tahan dahulu emosimu itu," tegurnya
"Tch" dengan penuh ketidakpuasan jiang cheng duduk di sofa di ikuti wei wuxian dan lan xichen
"Kenapa kau bisa menuduh Chen an sebagai dalang dibalik hancurnya keluargamu? dan bagaimana kau bisa tahu tentang Chen ann" Wei wuxian benar-benar tidak ingin kehilangan sedikitpun informasi yang bisa ia dapatkan dari lan xichen
nafas pemuda lan itu menjadi gusar, postur tubuhnya yang semula rileks menjadi tegang. "Chen ann adalah pesaing perusahaan ayah, dan hubungan keduanya tidaklah akur dari sejak dahulu, aku sering memergoki ayah memaki-maki Chen ann di rumah, dan setelah aku telisik, Chen ann ini memiliki hubungan dengan keluarga Lan"
Jiang cheng yang berusaha tenang kembali tersulut emosi "Dongeng apa yang sedang kau bacakan Tuan muda Lan?"
"Kau tidak akan mempercayai perkataanku, karna kau dan wei wuxian adalah anjing dari Chen ann, Seekor anjing tidak akan menggigit majikannya sendiri, karna sejak awal kalian telah dilatih menjadi anjing yang setia! Chen ann adalah pelacur yang tidak layak kalian layani!"
BUG!
Jiang cheng berhasil meninju wajah Lan xichen hingga tersungkur, "Terlalu membuang waktu untuk mendengar ocehan omong kosong mu Tuan muda Lan"
"Xichen, aku rasa jalan kita dari awal memang berbeda, kau tidak memiliki hak untuk mengatur kami" ujar wei wuxian
Tawa penuh sarkastik dikeluarkan Lan Xichen, "Apa kalian tahu iblis seperti apa yang kalian layani?, kalian hanyalah sekelompok domba yang tersesat, tak tahu arah dan hanya menggunakan intuisi kalian tanpa memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya." Tangan wei wuxian mengepal keras hingga buku-buku jarinya memutih, penghina yang di lontarkan lan xichen mengguncang mental keduanya. "Kalian membunuh manusia seperti membunuh hewan, bahkan singa yang tidak diberkahi akal sehat sendiri tidak akan menyakiti sesama singa"
KAMU SEDANG MEMBACA
SILENCE (Mdzs)
FanfictionHidup dalam kesengsaraan tak berujung membuat seorang wei wuxian merelakan mengotori tangannya dengan darah, demi keluar dari lingkaran setan ini. Lika liku kehidupan yang begitu merumitkan, dan nyaris mencekiknya •❗❕HAREM❕❗ •Saya adalah penulis am...
