HAI HAI
PART INI UDAH AKU REVISI YA TAPI KALO MASIH ADA SALAH KATA SILAHKAN KOMEN NANTI AKU PERBAIKI LAGI.
HAPPY READING SEMUA.
'ketika kita merasa nggak cukup dengan diri sendiri, ada Allah yang bukan menilai kita dari rupa dan harta kita, melainkan isi hati kita.'
FROM: PENGGEMAR RAHASIA MU.
............
"mahhhhh, maaahhhh." Dinda yang baru saja bangun dari tidurnya segera turun kebawah dan mencari mama Sarah.
"Iya Dinda, mama disini nak." Ucap mama Sarah yang dari tadi menunggu Dinda bangun dan meminta untuk diantarkan.
Bughhhh.
Dinda membanting dirinya di sofa dan masih dalam tahap mengumpulkan nyawanya itu, ruangan tampak hening mama Sarah yang fokus dengan tontonan televisi nya dan Dinda yang sibuk membaca pesan di ponselnya.
"Din." Ucap mama Sarah.
"Hm?kenapa mah." Ucap Dinda.
"Anterin mama yuk,ke rumah temen mama udah lama banget gak ke sana Din." Ucap mama Sarah.
"Oh Yaudah ayo biar nanti gak ke malem an pulang nya mah." Dinda lalu segera bangun dan bergegas untuk bersiap siap.
"Iya, mama tunggu mama udah siap ini dari tadi nunggu kamu." Ucap mama sarah.
............
tok tok
"Permisi,sarrr." Ucap mama Sarah yang mengetuk pintu terus menerus.
"Iyaa sebentar, eh Sarah kamu ternyata." Mama sari terkejut karena memang mama Sarah sudah lama tak berkunjung.
"Iya jeng, aduhhh kangen banget sama kamu apa kabar?" Ucap mama Sarah sambil melakukan salam ala emak'
(Bisa kalian bayangin kan ya😭)
"Baik ya ampun kangen banget jeng, udah lama loh gak mampir." Ucap mama sari yang kangen banget dengan sahabat nya itu.
"Eh, iya aku kesini Bawa gadis aku nih jeng, kenalin ini anak ku nama nya Dinda." Mama Sarah lalu menarik Dinda agar bertemu dengan temannya itu.
"Ooh ini perawan kamu jeng, udah gede ya haloo panggil aja bunda sari." Ucap mama sari.
"Dinda bunda salam kenal." Dinda bersalaman dengan lembut sebagai tanda perkenalan pertama mereka.
"Ayo ayo masuk, Din kamu taro langsung aja buah nya di dapur sebelah sana ya Din." Ucap mama sari.
"Oh iya bunda."
Dinda masuk duluan dan segera mencari dapur yang mama sari tunjukkan kepadanya, setelah sampai didapur Dinda segera mencuci buah buah an yang tadi ia bawa.
Cklekkkkk
"AAAAAAAAAAA!!!!" teriak Dinda yang kaget saat melihat Samuel keluar dari kamar mandi dan hanya memakai celana pendek saja.
"AAAAAA KENAPA KENAPA?! AAAAAAA." Samuel yang refleks segera menutup bandannya dengan handuk.
"AAA-S* LU SAMSUL?! KENAPA ADA DISINI." Dinda menghentikan teriakan nya setelah sadar bahwa lelaki didepannya itu ada Samuel kakak kelasnya.
"HADUH DIN!LU KENAPA SIH?HAMPIR AJA JANTUNG GW LEPAS TAU GAK?!" seru Samuel yang sudah hampir gila dengan teriakan Dinda.
"Gw refleks Samsul lu tiba tiba muncul gitu aja." Ucap Dinda.
"Y-ya gw abis mandi lu kenapa tiba tiba muncul disini?terus kenapa juga lu ada disini?" Samuel menghampiri Dinda dan memakan buah yang baru saja Dinda cuci.
"Ya gw mana tau ini rumah lu, lagian gw nganterin nyokap gw ternyata lu anaknya bunda sari." Dinda yang langsung paham langsung kembali mencuci buahnya dan menghiraukan Samuel.
Setelah selesai mencuci buah Dinda membawa buahnya kembali ke ruang tamu, sedangkan Samuel naik keatas dan menuju kekamar nya untuk mengganti pakaiannya.
"Ini bun buahnya udah Dinda cuci bersih semuanya ya." Ucap Dinda sambil menaruh buahnya di meja.
"Iya cantik makasih, tadi kenapa teriak?" Tanya mama sari.
"E-eum itu Bun tadi Dinda kaget liat kak Samuel keluar dari kamar mandi." Jawab Dinda.
"Ooh Samuel, loh kalian udah saling kenal?" Tanya mama sari kembali.
"I-iya Bun dia Kakak osis sekaligus kakak kelas Dinda disekolah."jelas dinda.
"Ooooh, berarti kurang jadi ayah dari anak anak kamu ya Din?" Mama Sarah langsung menggoda Dinda yang tampak gugup.
"Ih engga gitu mah." Refleks Dinda menjawab kencang yang langsung disambut gelak tawa mama Sarah dan mama sari.
"Ada apa nih ribut ribut?" Samuel yang baru saja selesai mengganti pakaiannya lalu turun dan menghampiri tamu spesial bagi dirinya.
"Eh ini dia orangnya, kenalin nih jeng perjaka aku." Ucap mama sari yang menatap Samuel mendekat.
"Hai Tante perkenalkan nama saya Samuel dari gugus kekayaan masa depan." Canda Samuel.
"Hahaha bisa aja kamu, ga usah manggil Tante panggil aja mama." Seru mama Sarah.
'What?! I-itu? Berarti Samuel....'
batin Dinda yang semakin terkejut setelah melihat sesuatu yang dipakai Samuel.
"Din?heyy kok bengong sayang." Ucap mama Sarah yang memperlihatkan Dinda terdiam.
"Ee-eeee iya mah iya." Dinda masih fokus dengan kalung yang dipakai Samuel, baginya ini kabar mengejutkan.
.............
"Pamit pulang ya jeng" seru mama Sarah.
"Iya hati hati, lain kali mampir ya." Ucap mama sari yang memeluk Dinda seakan masih ingin ngobrol banyak dengannya.
"Bunda Dinda juga pamit." Ucap dinda yang membalas pelukan mama sari.
"Iya sayang, main ya kapan kapan." Mama sari lalu melepaskan pelukannya dan mengkecup kening Dinda.
"Pulang ya kak." Ucap Dinda pada Samuel.
"Iya Din hati hati dijalan, gak usah ngebut." Ucap Samuel.
"Mah, kapan kapan Samuel yang main ya." Samuel mencium tangan mama Sarah lalu memeluknya.
"Iya sayang,boleh banget kok." Ucap mama Sarah yang membalas pelukan Samuel.
(Ini drama pelukan kaga selesai selesai 😭🙌)
Setelah selesai berpamitan mama Sarah dan Dinda segera berangkat pulang, ditengah perjalanan Dinda membuka pembicaraan.
"M-mah, Dinda mau tanya Samuel itu non muslim?" Tanya Dinda.
"Iya sayang mereka non muslim, jadi dari tadi kamu mikirin itu ya?hahaha pantes aja kamu bengong terus." Jawab mama Sarah yang mengerti kenapa Dinda menanyakan hal itu.
"I-iya hehehhe." Dinda tampak serius memperhatikan jalan dan pikirannya pun kosong sekarang.
"Kamu suka sama samuel Din?" Tanya mama Sarah.
"E-engga lah mah, dia kan terkenal sedangkan Dinda kalangan biasa aja." Ucap Dinda santai.
"Din, cinta itu gak pernah Mandang dari segi manapun baik itu segi materi maupun harta kalau cinta dilihat dari segi materi maupun harta maka gak ada yang namanya cinta sejati sayang." Seru mama Sarah.
Dinda tidak menjawab omongan mama Sarah, karena memang dirinya tidak ada rasa sama sekali dengan Samuel, apalagi menurut Dinda Samuel itu orang yang menyebalkan sekaligus mesum.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
HAI GUYS.
btw gimana part ini?kalo ada typo atau kesalahan komen aja yauwww nanti aku revisi.
Makasih yang masih stay nunggu.
Ditunggu part selanjutnya guys, see you 🙌.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUEL JOERLANDA PUTRA
Jugendliteraturaku dan kamu memang berbeda aku dengan kata dan kamu bersama nada menikmati karya meski tak sama. Bahkan kita pernah seasing ini untuk menjadi dekat sampai akhirnya kita terlalu dekat untuk menjadi dua orang yang asing.
