Halo halo
Tahap ini udah aku revisi tapi kalo masih ada salah kata tolong tandain ya nanti aku perbaiki lagi
Happy reading
'manusia takkan berhasil menjatuhkanmu, jika sang pencipta telah berpihak kepadamu.'
FROM: PENGGEMAR RAHASIA MU.
..............
"pagi guysss." Ucap Dinda yang dengan santai duduk manis dengan dengan mood yang bisa dibilang sedang ceria cerianya.
"Too,kenapa ni bestie gw senyum senyum." Ucap Abel yang gemas melihat temannya.
"Gw...."
"Gw Deket Samuel sebagai bestie hehehehe." Tawa Dinda yang sangat senang ada kemajuan dari hubungannya.
"What?!yaelah gw baru mau minta pj ternyata baru bestie,ayolah pren ada kemajuan sedikit aja." Fiona mengerutkan wajahnya karena terheran heran dengan temannya itu.
"Hhehe ya sabar dong, Samuel itu kan orangnya gak kaya manusia kulkas tapi dia batu banget sikapnya jadi harus sabar mepet dia kawan." Dinda menepuk pundak Abel yang dari tadi fokus mendengarnya.
Kringg kringg kringg
Bunyi bel tanda kelas akan masuk sebentar lagi, Dinda dan yang lainnya langsung duduk di kursi masing masing, Dinda tau hari ini pasti jadi hari paling terburuk yang bakal ia rasakan karena kedatangan Nathalien dikelasnya.
"Pagi anak anak, hari ini kita pelajaran ibu yang pertama ya itu tentang metamorfosis dan pembelahan sel, tapi sebelum itu ibu akan memperkenalkan anggota baru dikelas kita silahkan Natha." Ucap Bu linda yang mempersilahkan Nathalien masuk.
Gw berharap bisa akur sama Natha karena gw gak mau ada musuh.
Batin Dinda yang sudah mulai khawatir akan terjadi pertengkaran.
"Hai semua kenalin gw Nathalien dan ya salam kenal." Ucap Natha yang fokus menatap tajam kearah Dinda.
Jadi ini seleranya Samuel sekarang?masih mendingan gue.
Batin Nathalien yang terus memuji dirinya.
"Natha silahkan duduk disebelah Dinda ya." Ucap Bu Linda yang bersiap memulai pelajaran.
"Iya Bu."Nathalien lalu melangkah menuju tempat duduknya.
"Hai kenalin nama gw adinda cleova orlana putri salam kenal." Dinda menyerahkan tangannya untuk bersalaman dengan Nathalien.
"Hm gw Natha." Nathalien tidak membalas sedikitpun ukuran tangan Dinda dirinya jijik jika harus bersalaman dengan saingannya.
Ckk sok akrab.
Batin Natha.
"Eum oke." Dinda canggung dengan situasi ini ingin dirinya akrab dengan Nathalien.
"Sut,Din ngapain nyapa bodoh kau." Abel menarik Dinda untuk fokus memperhatikan gurunya bukan dengan Nathalien.
............
"Permisi, Din airrrr aus gue." Samuel masuk dengan keringat ditubuhnya yang bercucuran.
"In-"
Belum selesai Dinda berbicara nathalien mencubit lengannya untuk mengkode Dinda biarkan dirinya aja yang memberi minum untuk Samuel.
"M-minum gw abis Sam sorry." Ucap Dinda yang mengumpati botol minumnya.
"Serius?yaelah biasanya lu sisain." Samuel menepuk jidatnya tidak kuat dengan rasa hausnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUEL JOERLANDA PUTRA
Novela Juvenilaku dan kamu memang berbeda aku dengan kata dan kamu bersama nada menikmati karya meski tak sama. Bahkan kita pernah seasing ini untuk menjadi dekat sampai akhirnya kita terlalu dekat untuk menjadi dua orang yang asing.
