Hai hai hai
Welcome to Samsul
Jangan lupa ditonjok dulu bintangnya
Happy 1k votment
And happy reading.
'melupakan mu begitu mudah tapi kenapa kenangan indah bersamamu yang begitu sulit dilupakan'
FROM: PENGGEMAR RAHASIA MU.
................
*RUANG UGD*
"dok kondisi pasien yang perempuan semakin melemah sedangkan yang laki laki sudah membaik bagaimana ini dok?" Perawat itu terus memberikan segala macam alat untuk perkembangan Samuel dan Nathalien.
"Kita lakukan tindakan darurat sekarang bawa pasien keruang operasi." Ucap seorang dokter.
"Baik." Tegas perawat tersebut.
Diluar ruangan UGD sudah ramai keluarga Samuel dan para kerabatnya yang menunggu hasil pemeriksaan dokter.
"Bagaimana anak saya dok?" Lirih Sari.
"Pasien atas nama Samuel sudah membaik keadaannya dan sudah bisa dipindahkan keruang rawat inap setelah kita lakukan operasi kecil sebelumnya, sedangkan pasien atas nama Nathalien kondisinya memburuk dan harus dilakukan operasi besar diruang operasi tertutup." Dokter tersebut menjelaskan secara detail mengenai perkembangan pasiennya.
"Saya mohon lakukan yang terbaik buat Samuel anak saya dok." Robert memeluk erat tubuh Sari.
"Mohon maaf untuk pasien Nathalien dengan keluarga yang mana?kami pihak rumah sakit ingin meminta persetujuan untuk tindakan operasi." Perawat tersebut tersenyum singkat.
Tidak ada yang menjawab satu pun termasuk Sari dan Robert yang sebenarnya dekat dengan keluarga Nathalien tapi setelah kejadian itu mereka berfikir Nathalien sudah diluar batas.
"Biar saya aja yang menandatangani,saya memang bukan keluarga nya tapi saya kenal beliau." Sarah lalu mengambil berkas dari tangan perawat dan menandatangani nya.
"Mamah?kok mamah sih?" Tegas Dinda menatap tajam kearah Sarah.
"Din...mamah tau kamu gak dekat dengan Nathalien tapi bukan berarti kamu jadi jahat ke dia Din..dia lagi bertaruh nyawa coba kamu bayangin diposisi dia." Sarah mencoba memberi pemahaman kepada putrinya.
"Sarah, Dinda gak salah Nathalien udah diluar batas tidak pantas kamu berbaik hati membantu dia." Sambung Sari.
"Seburuk buruknya sikap Nathalien dia tetap manusia yang kadang bisa melakukan hal diluar batas kaya gini,kita coba bantu dia supaya lebih baik lagi bukan malah kita jauhi dia." Ucap Sarah.
Hening,mereka semua mematikan pembicaraan dan lebih fokus untuk menunggu Samuel keluar dari ruang UGD.
"Tan om,mah pah apa gak sebaiknya kita nunggu diruang rawat inap?biar kita gak menuhi koridor ruang UGD Dinda tahu kamarnya Samuel nanti." Seru Dinda.
"Iya Din ide bagus biar kalian semua bisa duduk juga pasti pegal berdiri terus." Robert menuntun Sari pergi meninggalkan ruangan UGD.
Setelah melewati beberapa kamar dan ruangan di rumah sakit tersebut sampai sudah mereka di kamar nomor 156 dimana kamar tempat Samuel nantinya dirawat sampai keadaannya membaik.
"Din gue...gue...gue.... Din" bisik Abel yang terus menyenggol nyenggol lengan Dinda.
"Apa Abel lu ngantuk?tidur gih tuh sofa satu kosong." Dinda menunjuk sofa diujung.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUEL JOERLANDA PUTRA
Teen Fictionaku dan kamu memang berbeda aku dengan kata dan kamu bersama nada menikmati karya meski tak sama. Bahkan kita pernah seasing ini untuk menjadi dekat sampai akhirnya kita terlalu dekat untuk menjadi dua orang yang asing.
