Hai hai hai
Gimana kabarnya?semoga baik baik aja ya.
Part ini udah aku refisi tapi kalo masih ada salah kata tanda in aja ya nanti aku perbaiki.
Happy reading semua
'aku dan kamu sempat menjadi kita pada waktu yang sementara hingga akhir nya kita berpisah.'
FROM: PENGGEMAR RAHASIA MU.
..........
Pagi yang cerah yang Dinda awalin adalah senam pagi di depan rumahnya, hari ini hari Minggu Dinda berencana untuk melanjutkan niat dietnya yang sempat tertunda akibat mood nya terhadap makanan sangat tinggi kemarin kemarin.
Drettt
Drettt
Drettt
"Assalamualaikum,Halo good morning dengan siapa disana." Ucap Dinda yang mengangkat panggilan suara dengan nomor yang tidak ia kenal.
"Pagi mbak kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahu bahwa bapak anda masuk rumah sakit, segera transfer ke rekening yang sudah kami SMS agar bapak anda bisa segera ditangani. " Seorang laki laki itu lalu memberitahu ulang nmr rekening yang harus Dinda kirimkan.
Papah?loh bukannya papah tadi makan?
Batin Dinda yang langsung lari mengecek keadaan papa Malik untuk memastikan apakah kabar itu benar atau salah.
"PAHHH, PAPAH DIMANA?!" teriak Dinda.
"Ekhek ASTAGFIRULLAH Dinda bisa gausah teriak teriak papah jadi keselek ini." Papa Malik langsung meneguk air karena hampir dibuat jantungan oleh anaknya sendiri.
"Ehhh, maaf pah gapapa lanjutin makannya hehehe." Dinda langsung balik ke halaman rumahnya dan segera memikirkan cara untuk menipu si penelepon tadi.
"Halo mas masih disitu?." Ucap Dinda.
"Iya mbak masih disini, gimana jadinya mbak?" Ucap penelpon itu.
"Mas nya salah sambung mas, saya itu tetangganya beliau bukan anaknya jadi mending mas telpon anaknya aja." Jelas Dinda.
"Apakah mbaknya ada nmr telponnya?" Tanya penelpon itu yang sangat serius ingin menipu Dinda.
"Ada 0898-----" Dinda menyebutkan nmr itu satu persatu.
"Baik kalau begitu terimakasih dan maaf mengganggu waktunya ya mbak." Ucap penelpon itu dan langsung mematikan telponnya sepihak.
"HAHAHAHA EMANG ENAK HUHH MAU NGERJAIN DINDA, MAKAN TUH NMR SEDOT WC." Dinda sangat puas pagi ini mendapat hiburan yang tidak ia duga yaa walaupun sedikit berlebihan.
Drettt
Drettt
Drettt
Aduh jangan jangan tukang sedot wc ngomel ni nmr nya gw sebar kemana mana.
Batin Dinda yang takut malah dirinya yang terkena masalah karena menyebarkan nmr tukang sedot wc
"H-halo maaf pak tadi saya ngasih nmr bapak ke penipu soalnya saya mau ditipu pak, sekali lagi maaf ya pak besok saya sedot wc sama bapak deh ya tolong maafin saya ya pak." Dinda sangat takut tangannya gemetar saat menerima panggilan telpon itu.
"Seenaknya lo mau bilang gue tukang sedot wc Adinda!" Ucap Samuel yang kesal ketika mendengar Dinda memanggil nya dengan sebutan tukang sedot wc.
"H-hah?kok kaya gw kenal suara lu." Tanya Dinda.
"Ya kenal lah ini calon imam lo, masa lo panggil tukang sedot wc sopan banget lo." Samuel menggigit bantal ketika dirinya menahan gemas akan kelakuan Dinda yang random.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUEL JOERLANDA PUTRA
Teen Fictionaku dan kamu memang berbeda aku dengan kata dan kamu bersama nada menikmati karya meski tak sama. Bahkan kita pernah seasing ini untuk menjadi dekat sampai akhirnya kita terlalu dekat untuk menjadi dua orang yang asing.
