aku dan kamu memang berbeda aku dengan kata dan kamu bersama nada menikmati karya meski tak sama.
Bahkan kita pernah seasing ini untuk menjadi dekat sampai akhirnya kita terlalu dekat untuk menjadi dua orang yang asing.
'udah mencoba berbagai cara agar kita tetap bersama tapi tetep aja ga bisa bersama, ujung-ujungnya hanya menjadi penonton story wa'
FROM: PENGGEMAR RAHASIA MU. .........
"Gue beli sajadah sama tasbih aja kan ya tadi mamah bilang arghhh." Samuel mendengus karena lupa dengan pesan Sari semalam yang menitipkan keperluan keperluan acaranya nanti
Hari ini memang jadwalnya Samuel sibuk banyak rencana yang ia harus lakukan dan bisa dibilang waktunya sempit untuk bersantai,di satu sisi Samuel rindu dengan Dinda tapi keadaan yang memang harus memisahkan mereka untuk sementara waktu.
Setelah selesai membeli keperluan Samuel bergegas pergi dan melewati beberapa toko disampingnya kini Mata Samuel tertuju pada kalung yang berada di toko perhiasan itu, pikiran Samuel langsung tertuju pada Dinda yang jika nanti memakai kalung itu pasti akan terlihat cantik.
"Kalung itu cantik buat Dinda gue beli kali ya itung itung buat nyicil mahar hahhaa." Samuel langsung masuk dan membayar kalungnya.
"Jadi 1,5 M ya pak." Ucap penjual tersebut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Kalung yang samuel lihat ditoko perhiasan)
"Baik, tapi saya minta tulisin dikertas nya boleh?" Samuel menyerahkan uang 1,6M sengaja ia lebihkan untuk bonus penjualnya.
"Bisa pak mau ditulis in apa?" Penjual itu langsung mengambil pulpen dan selembar kertas.
"Gini."
"Untuk Dinda seseorang yang berhasil merubah sifat gue jadi jauh lebih baik, Din gue udah lulus sekolah untuk menghalalkan kan lu mungkin gue tinggal nunggu lu lulus sekolah itupun kalo lu gak mau kuliah, disini gue gak mau ngomong banyak karena kasian yang nulisin surat ini tap-"
"Ini juga ditulis pak?" Tanya penjual itu memotong omongan Samuel.
"Iya mbak udah tulis aja." Ketus Samuel.
"Baik lanjutkan." Penjual tersebut bersiap siap kembali mendengar ucapan Samuel.
"Tapi perlu lu tau walaupun surat ini bukan gue yang tulis tapi isi dari surat ini murni karena pemikiran gue, gak usah protes ya Din lo seharusnya tau gue males nulis lanjut ye Din lu baca sampai habis kalo surat ini nanti jatuh ke tangan lu itu berarti lu udah Nerima kalung yang gue kasih sorry kalo lu gasuka yang penting gue suka liat lo pakai kalung ini, dan itu berarti lo udah gue halal in ketika lu make kalung ini FROM_SAMUEL." Samuel tersenyum mengakhiri ucapannya.
"Segini saja?" Tanya penjual.
"Iya,jangan dikasi lope lope nya saya bukan tipe orang lebay dalam menjalin hubungan." Samuel tersenyum singkat dan memperhatikan jam ditangannya yang sudah mepet dengan waktu acaranya.