Halo halo
Part ini udah aku revisi tapi kalo masih ada salah kata komen aja nanti aku perbaikin ya.
Happy reading.
'jangan pernah memarahi orang di depan umum. sebesar apa pun kesalahannya, hormati dia sebagai manusia yang punya martabat dan harga diri.'
FROM: PENGGEMAR RAHASIA MU.
..............
"mah, Dinda berangkat ya assalamualaikum." Pagi ini Dinda sudah siap untuk berangkat ke sekolah sebelum berangkat Dinda mendapat pesan dari Samuel untuk berangkat berdua.
"Pagi Dinda." Ucap Samuel yang melihat Dinda keluar dari rumahnya dengan sangat cantik.
"Pagi kak, yuk berangkat langsung nanti kesiangan." Ucap Dinda
"Oke, mahhh berangkat ya sama Dinda nya Samuel izin bawa." Teriak Samuel dengan mama Sarah yang berdiri depan pintu rumahnya.
"Iya, hati hati ya kalian." Ucap mama Sarah sambil melambaikan tangan kepada mereka berdua.
..............
"Din." Ucap Samuel membuka pembicaraan saat berada dalam mobil.
"Hm?kenapa Samsul." Ucap Dinda.
"Yaelah, kenapa harus Samsul coba?itu nanti siang kata bunda lu ga usah balik ke rumah kita ketemuan pulang sekolah nanti gue anter ke cafe." Ucap Samuel.
"Cafe?ngapain?gw mau pulang aja." Dinda menolak lantaran tidak ingin jalan jalan hari ini, mood nya ingin di rumah saja.
"Lu mau pulang gimana Din?nyokap lu juga di sana." Ucap Samuel.
"Oo-oh keluarga kita ketemuan?tapi ngapain?." Dinda mulai memikirkan apa yang akan dibicarakan keluarganya nanti.
"Mana gue tau, bunda cuma nyuruh gitu." Ucap Samuel.
"......." Tidak ada jawaban lagi dari Dinda, dirinya terdiam dan mikirkan apa yang akan terjadi nanti.
................
"Hai Din pagi." Abel Dateng dari arah kantin, dirinya melihat Dinda yang tengah bengong di aula sekolah.
"E-eh Abel, abis sarapan lu?" Tanya Dinda.
"Iya ni, tau aje lu." Abel tampak serius memperhatikan wajah Dinda yang berbeda di pagi hari ini.
"Iya lah lu Dateng dari arah kantin gimana si dongo." Dinda tampak heran dengan temannya ini yang sama sekali tidak nambah ke pinterannya.
"Hahaha bercanda kali Din, kenapa muka lu kusut gitu masih pagi ini." Abel memberanikan diri untuk berbicara dengan Dinda.
"Ah biasalah negatif thinking gw keluar, btw anak anak belum pada Dateng?tumbenan kelas Jam segini masih sepi." Dinda mengalihkan pembicaraan, dirinya merasa pikirannya saja yang terlalu negatif.
"Pada di kantin noh,belum naro tasnya dikelas." Ucap Abel yang mengerti kalo Dinda belum siap untuk bercerita.
"Din." Samuel Dateng menghampiri Dinda untuk menunjukkan pesan dari bunda sari.
"Eh iya?" Tanya Dinda.
"Nih pesan bunda lu suruh baca katanya." Samuel lalu menunjukkan isi pesannya yang ada didalam ponselnya.
"Apa ni?rahasia rahasia an." Tanya Abel.
"Apa sih cemong, nohhh dicariin bara di kantin."
"Serius lu Samsul bin Jamalludiin?" Abel nampak antusias mendengar ucapan Samuel barusan.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUEL JOERLANDA PUTRA
Roman pour Adolescentsaku dan kamu memang berbeda aku dengan kata dan kamu bersama nada menikmati karya meski tak sama. Bahkan kita pernah seasing ini untuk menjadi dekat sampai akhirnya kita terlalu dekat untuk menjadi dua orang yang asing.
