Halo halo
Gimana kabarnya?
Udah mau tahun baru masih jomblo atau malah udah berapawang ni?
Udah ada yang bisa nebak dari alur part sebelumnya bakal kaya gimana part ini?
Happy reading 💓
'ajarkan aku cara tuk melupakanmu karena memang sesulit itu melupakan kenangan indah bersamamu,raga mu boleh pergi tapi kenanganmu tidak akan pernah bisa pergi."
FROM: PENGGEMAR RAHASIA MU.
............
"Sarah?" Sari membuka pintu kamar lalu melihat ke arah Sarah sedang membersihkan badan Nathalien.
"Eh kamu sar...Dinda mana?" Tanya Sarah.
"Dinda aku biarin berdua diruangan Samuel soalnya aku merasa Dinda pengen ngeluarin semua yang dia rasain ke Samuel."Sari membantu menggantikan selimut Nathalien.
"Oh iya emang seharian dari sini kerjaan dia cuma murung kalo ditanya selalu jawab khawatir sama Samuel,sampe aku tu bingung gimana cara yakinin Dinda supaya dia izinin aku bawa Nathalien tinggal bareng sama kita." Sarah berdecak dirinya kehabisan ide untuk meyakinkan putrinya.
"Apa kamu serius mau bawa ini anak tinggal bareng sama kamu?" Tanya Sari.
"Ya kamu sendiri yang bilang kalo Nathalien udah gak ada orang tua dia selama ini tinggal sendiri dan hidupnya juga terjamin karena harta peninggalan kedua orang tuanya kan?jadi aku putusin buat ngerawat dia." Sarah menggaruk kepalanya yang cemas takut kehilangan Dinda tapi juga ingin sekali merawat Nathalien.
"Iya aku juga ga masalah toh aku paham sama keadaan anak ini walaupun kejadian kemarin karena kesalahan dia mau aku marahin juga kejadiannya udah terlanjur." Sari menyusul Sarah yang duduk dan membantu sahabatnya itu untuk berfikir.
"Kayanya aku harus nyuruh Dinda pulang,takutnya besok dia sekolah kelelahan." Sarah keluar ruangan dan menuju keruangan Samuel untuk menyuruh putrinya pulang.
"Din...udah jam 8mlm kamu pulang ya besok sekolah mamah Gak mau kamu ngantuk apalagi kelelahan nanti." Sarah tersenyum kearah Samuel.
"Samuel masih belum sadar ya?tapi mamah yakin dia pasti segera bangun." Sarah menyemangati Dinda supaya Dinda tidak cepat down.
"Iya mah,Dinda pulang Dinda juga ngerasa cape banget tapi bukan cape badan yang Dinda rasain Dinda ngerasa cape pikiran masalah Dinda sama Samuel aja belum kelar Dinda kira mamah bantu cari solusi Dinda,ternyata malah nambah fikiran Dinda kaya gini." Dinda bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan itu tanpa berpamitan dengan Sarah.
"Maafin mamah Din bukan maksud mamah nambahin pikiran kamu mamah cuma gamau kamu tumbuh jadi anak yang punya dendam apalagi sama anak yang udah gapunya orang tua kaya Nathalien sayang..." Batin Sarah.
.............
"Arghhhh kenapa sih semua masalah ga satu satu datengnya kenapa harus barengan coba?dipikir gw superhero yang kuat ngadepin masalah dan selalu menang huh!" Dinda mendengus dirinya benar benar tidak suka dengan keadaannya yang sekarang penuh dengan masalah.
Dinda berjalan perlahan menuju jendela kamarnya,kemudian duduk dipinggir jendela sambil melihat pemandangan malam yang begitu sunyi.
Langit bisakah eh jangan nanti Langitnya ngambek
Seru Dinda.
Dinda melangkah kan kakinya untuk berjalan mengambil foto yang terletak disamping meja belajar,foto itu merupakan foto dirinya dengan Samuel waktu awal ketemu ya bisa dibilang itu foto dengan pose terpaksa.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUEL JOERLANDA PUTRA
Teenfikceaku dan kamu memang berbeda aku dengan kata dan kamu bersama nada menikmati karya meski tak sama. Bahkan kita pernah seasing ini untuk menjadi dekat sampai akhirnya kita terlalu dekat untuk menjadi dua orang yang asing.
