Halo halo
Bagaimana kabarnya?
Ptm hari pertama lancar?
Happy reading ngabers Samsuldin
'jangan pernah menilai sikap orang dari cara berbicara karena bisa jadi itu bukan sifat aslinya,karena asal menilai semua orang jadi lupa bagaimana cara menghargai'.
From: penggemar rahasia mu.
...........
"Why Din?kok jadi deg deg an gini sama isi kotaknya." Dinda memegang dadanya yang berdetak kencang.
Dia memilih untuk memejamkan matanya sambil membuka isi kotaknya,lebih tepatnya Dinda takut salting karena isi misterius kotak yang diberikan Samuel.
"Aaaaaaa Samsuldin kok lu tega banget sih ldr kaya gini gw kan jadi bingung status gw gimana." Dinda perlahan membuka isi kotaknya dan mengambil barbie yang ada didalam kotaknya.
"Gimana kalo Samuel gak bisa tidur?ini kan Barbie nya Samuel duhhh kenapa harus ditinggalin coba," gerutu Dinda yang tahu itu Barbie kesayangan Samuel dan selalu Samuel bawa kemana mana.
Barbie ini gue titip ke lo ya Din,bawa dia kemana pun lo pergi dan anggep Barbie itu pengganti sementara gue,jangan pikirin gue bisa tidur atau enggak gue cari couple an Barbie ya disini biar bisa tidur.
"Semoga lu dapet couple an Barbie ini deh Sam,ngeri gw bayangin kalo lu gak bisa tidur selama disana." Dinda menatap pesan yang ada di baju Barbie itu berarti buat Dinda selama Samuel pergi.
06.00
Dinda sudah mempersiapkan dirinya untuk pergi ke sekolah tidak ada air mata yang jatuh dari mata manis gadis itu,Dinda tau Samuel akan menjaga komitmen nya.
"Ayo dinda lu harus semangat biar cepet lulus terus nanti Samuel balik kesini dengan lu yang udah jadi wanita karir," gadis itu merapikan sedikit rambutnya didepan cermin.
Setelah selesai Dinda berjalan dan menyetir mobil merah yang sangat mewah sendirian menelusuri jalan yang ia lalui sendiri dengan ketenangan yang sangat damai, sambil menatap foto haluannya yang ada didepannya.
Dinda adalah seorang gadis muda dari jurusan IPA SMA yang dikenal sangat suka dengan oppa korea dan kini bisa dibilang dia golongan salah satu dari ribuan Army, sudah lama juga Dinda menyukai sosok Suga yang dikenal hobi rebahan.
"Mas Agus suami ku,sekarang dinda sendiri lagi Samuel yang sifatnya mirip banget sama kamu si tukang rebahan udah pergi nuntut ilmu gimana dong honey." Dinda berbicara sendiri lagi dan lagi ketika dirinya merasa kesepian.
Setelah sampai Dinda langsung memarkirkan kendaraannya dan bergegas masuk kedalam kelasnya, meninggalkan foto suami yang di idap idapkan adalah suami haluannya Dinda melakukan rutinitas dengan mencium foto Suga baru meninggalkan nya di mobil.
'bye honey nanti kita ketemu lagi'
Suara khas dan utama yang selalu Dinda ucapkan setiap kali meninggalkan mobilnya.
"Dinda weheyyy ciss dulu yang virtual sama Samuel," goda Abel yang melihat Dinda masuk dengan ranselnya.
"Udah virtual gak ada kepastian lagi,"sambung Riska.
"Teng teng teng teng teng." Fiona berjoget dengan asiknya dihadapan Dinda.
"Gak usah nyindir deh kita gak kenal🙏🏻"Dinda tidak menghiraukan temannya dan baginya mereka sangatlah kaum setres yang bisanya hanya menggoda.
"Boneka Barbie siapa ini Din?lu mau main mamah mamah an bawa bawa beginian?" Tanya Abel yang menggerakkan boneka itu.
"Ini punya Samuel,dia nitip sampe pulang." Jawabnya.
"Semoga nanti kalian bisa bersatu lagi ya Din." Riska mengangkat tangannya dan berdoa.
"Ya semoga." Dinda melemparkan senyum nya.
Setelah itu perlajaran demi pelajaran dimulai,Dinda tampak lebih tenang dibandingkan dulu yang selalu kepikiran Samuel dirinya kali ini sangat fokus sekali memperhatikan.
Setelah pulang sekolah Dinda menyempatkan diri untuk datang ke makam ex nya yang sudah duluan pergi.
"Hai apa kabar, kesayangan kamu Dateng nih udah lama ya aku gak kesini karena banyak banget masalah,kamu apa kabar?" Tanya nya.
"Kangen banget aku loh dipanggil 'cantikku' huhuhu denger suara kamu lagi kaya dulu sekarang mah gak seru cuma bisa denger vn kamu yang dulu." Lanjutnya.
"Udah 3thn ya kamu pergi terakhir aku ketemu kamu pas aku masih labil banget dulu di smp dan sekarang aku bener bener sadar sesakit itu kalo aku kehilangan orang yang aku sayang," dinda mengusap batu nisannya dengan sangat lembut.
"Bahkan sekarang aku udah mulai dapet yang baru,namanya Samuel dia dulu beda agama sama aku tapi sekarang udah seiman dan semoga aja se amin,aku ngeliat Samuel kaya liat kamu yang bener bener keras kepala tapi ngangenin." Dinda tersenyum sambil membayangkan tingkah Samuel.
"Semoga aja dia bisa jadi pengganti kamu ya, walaupun kamu gak akan pernah bisa digantikan dan semoga kamu bisa bahagia liat aku sama dia, bobo yang tenang ya pangeran surga jaga bidadari surga yang disana baik baik dan jangan Maruk milih bidadarinya hahaha." Dinda mengecup nisan itu lalu menaruh buket bunga spesial dan meninggalkan makam itu dengan hati yang masih terpaksa ikhlas.
Dimas namanya dia sahabat kecil Dinda yang akhirnya jadi gebetan Dinda sewaktu di smp, tapi sayang hubungan mereka yang terkenal harmonis harus berakhir karena Dimas yang terserang magh yang kronis sehingga tidak bisa diselamatkan.
Pelajaran buat kalian yang punya magh jangan sering telat makan,dan jangan anggap magh itu penyakit kecil karena kalo udah kronis bisa jadi kematian didepan mata. (Jaga kesehatan terus ya guys)
Dari situ Dinda perlahan belajar dari arti ditinggalkan dan perlahan tumbuh jadi gadis yang dewasa seperti sekarang,bertahun tahun lamanya Dinda menjaga hatinya sendiri sampai akhirnya bertemu dengan Samuel di sma awal Dinda mengenal sifat Samuel terbayang kembali dengan ex nya dimasa lalu,bahkan bisa jadi itu yang membuat Dinda mudah jatuh hati dengan Samuel walaupun terhalang gengsi.
18.00
Dinda turun untuk makan malam,tidak lupa ia membawa Barbie Samuel untuk menemani makan karena mamah Sarah sangat sibuk mengurus nathalien sampai sampai Dinda memasak sendiri.
"Eummmm bi gw tau lu boneka tapi karena Samuel nyuruh gw buat cerita semua masalah gw jadi gw bakal cerita....mamah tuh belakangan ini nyebelin banget deh sumpah masa gw anaknya dilupain gitu aja mana papah diluar kota." Gerutunya.
Saking serunya dirinya bercerita Dinda tersedak nasi yang ada dimulutnya cepat cepat ia meminum air tapi ternyata air yang diminumnya adalah air panas,benar benar hari yang sial buat Dinda.
"AAAAA PANAS!HUH HUH HUH PANAS BANGET HUAAA," Dinda berlari menuju kamar mandi dan segera mencelupkan kepalanya kedalam wastafel.
Sial tapi harus kuat demi menjaga pertahanan rasa gengsinya untuk datang dan bercerita dengan bunda Sari.
*Notif
message
Kepala batu Samsuldin:hai gue udah sampe di Inggris, ternyata Inggris gak seindah yang gue bayangin karena gak ada lo mana cewek nya ngumbar aurat semua.
Kepala batu Samsuldin:gue tau lo kangen,besok vc btw ciss dulu yang ldr hahaha.
Kepala batu Samsuldin: jangan begadang karena yang cantik akan tau jam tidur yang tepat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gimana part ini?
Suka?
Bagus or ngebosenin?
Spam next nya yukkk!
See you next part guys
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUEL JOERLANDA PUTRA
Dla nastolatkówaku dan kamu memang berbeda aku dengan kata dan kamu bersama nada menikmati karya meski tak sama. Bahkan kita pernah seasing ini untuk menjadi dekat sampai akhirnya kita terlalu dekat untuk menjadi dua orang yang asing.
