Hai hai
Ada tanda khusus di part ini
Selamat membaca!
'seringnya kita berusaha agar orang-orang menerima kita daripada belajar menerima diri sendiri.'
FROM: PENGGEMAR RAHASIA MU.
..............
"Din udah liat papan pengumuman?!" Abel berteriak antusias ketika menelpon Dinda.
"Iya ini lagi dijalan sabar dikit ya bawel." Seru Dinda yang bergegas berlari ke aula sekolah.
Rupanya semua murid SMA sudah ramai memenuhi aula sekolah tepatnya dipapan pengumuman,disitulah mereka melihat kelulusan para kakak kelasnya dan pengumuman kenaikan kelas mereka.
"HAHHH GW NAIK KELAS ALHAMDULILLAH." teriak Dinda dengan sangat gembira melihat namanya ada dibarisan paling atas.
"Bukan cuma itu! Lu masih bertahan diperingkat satu Din woyyy gila sahabat gw." Bela langsung memeluk Dinda disusul oleh Fiona,Nindy dan Riska.
Persahabatan antara Dinda dan temannya hanya berlaku ketika jam pelajaran selesai diluar itu mereka menjadi para pesaing untuk mendapat gelar peringkat pertama, patut diacungkan jempol mereka bersaing dengan sangat seportif.
"Iya Din gw juga seneng congratulations beb tapi jangan seneng lu disini aman nanti kelas 12 kita bersaing lagi." Nindy mencolek hidung Dinda tanda bangga terhadap temannya itu.
"Hahaha bisa aja lu, btw yu liat papan pengumuman smk gue kepo sama punya geng nya Samuel mereka kan lulus." Ucap Abel yang langsung pergi meninggalkan kerumunan.
"Din coba cari punya Samuel disini yang namanya Samuel ada 3 coba hayo yang mana." Goda Riska.
"Samuel eum nah ini Samuel joerlanda putra hah." Dinda tercengang melihat nama Samuel masuk di urutan pertama sebagai siswa tercerdas dan lulusan terbaik se angkatan nya.
"Gilaaaa si Samsul ternyata pinter juga ya hmmm tidak bisa diragukan." Abel langsung mengerutkan keningnya tanda tidak percaya dengan nilai yang diperoleh Samuel.
"Lo pikir gue nakal sering tauran gak bisa pinter dan berprestasi bel?" Seorang laki laki datang dengan baju seragam yang berantakan.
"Ehhh pak Samsul ampun om hehehe." Satu langkah Abel mundur berjaga jaga takut lengan besar Samuel siap meninjunya.
"Sam congrats ya." Ucap Dinda yang tersenyum manis kearah Samuel.
"Bisa ga Lo gak usah senyum gitu?" Ucap Samuel sinis.
"Loh kenapa?" Dinda heran dengan sikap Samuel yang terkadang dingin kadang friendly.
"Itu buat gue salting gue gak suka." Ucap Samuel sambil menyenggol lengan Dinda yang mungil.
"seru banget nih kayanya ini momen yang tepat buat gue rusak suasana ini." Nathalien tersenyum melihat suasana yang ia tunggu' akhirnya datang.
"Mau ngapain Lo?bukan tempat geng lu disini." Ucap Abel yang mendorong lengan Nathalien sangat keras.
"Sut Abel gak boleh gitu kita dengerin dulu penjelasan Natha." Dinda menyuruh Abel tenang agar tidak membuat keributan disana.
"Gue gak mau basa basi sama lo, gue cuma mau ngasih video, lo tau? Si Samuel ini deketin lo cuma karena dia lagi taruhan dan kalo dia menang dia perbudakkin anak buahnya." Nathalien lalu menyerahkan ponselnya.
"Nath!apa maksud lo ngomong kaya gini?!" Ucap Samuel yang mulai khawatir.
"Suttt sayangg kamu diam aja ya aku ngelakuin ini demi kamu." Nathalien menutup mulut Samuel dengan cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUEL JOERLANDA PUTRA
Novela Juvenilaku dan kamu memang berbeda aku dengan kata dan kamu bersama nada menikmati karya meski tak sama. Bahkan kita pernah seasing ini untuk menjadi dekat sampai akhirnya kita terlalu dekat untuk menjadi dua orang yang asing.
